🎯 1. Tujuan Belajar (Can-Do Objectives)
Pada bab ini, kita akan belajar skill penting berikut untuk mencapai target kemampuan:
• Dapat menegur kesalahan, mengkritik perilaku tidak pantas, dan menyatakan kekecewaan atas tindakan seseorang yang tidak sesuai posisinya.
📖 2. Target Kosakata
Metode belajar praktis: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia kontekstual.
単語 Kosakata (Vocab)
中傷
苛める
背く
軽蔑
盗み
非
難
干渉
あら
偏見
📖 3. Tata Bahasa & Penjelasan
としたことが
Bagaimana bisa orang sekelas... / Sungguh tidak biasa bagi...
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi to shita koto ga, konna tanjun na misu o suru nante.
Bagaimana bisa orang seperti saya melakukan kesalahan sesederhana ini.
Buchou to shita koto ga, kaigi no nittei o wasureru to wa odoroki da.
Sungguh mengejutkan bagi seorang kepala bagian sampai melupakan jadwal rapat.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk mengekspresikan rasa terkejut, penyesalan, atau kritik atas kesalahan yang dilakukan oleh seseorang yang biasanya sangat andal atau memiliki posisi tinggi.
- Kata benda sebelum pola ini harus berupa orang (diri sendiri atau orang lain yang dihormati/kompeten).
- Sering diikuti oleh ungkapan keheranan seperti
~なんて(nante) atau~とは(to wa). - Menunjukkan kontras antara reputasi tinggi seseorang dengan kesalahan konyol yang dibuatnya.
| Bentuk | Contoh | Nuansa |
|---|---|---|
| 私としたことが | 私としたことが... | Menyesali kesalahan diri sendiri |
| 先生としたことが | 先生としたことが... | Menyayangkan kesalahan guru |
て済むことではない
Tidak cukup hanya dengan... / Masalah tidak akan selesai hanya dengan...
Contoh Kalimat (Examples)
Ayamatte sumu koto de wa nai.
Masalah ini tidak akan selesai hanya dengan meminta maaf.
Kore hodo no songai o ataeta n da kara, benshou shite sumu koto de wa nai.
Karena telah menimbulkan kerugian sebesar ini, masalahnya tidak akan selesai hanya dengan membayar ganti rugi.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu masalah tidak dapat diselesaikan begitu saja hanya dengan melakukan suatu tindakan sederhana. Biasanya digunakan dalam situasi serius yang menuntut tanggung jawab moral atau hukum lebih besar.
- Menunjukkan ketidakcukupan suatu tindakan penyelesaian.
- Mengandung nuansa kritik tajam atau penyesalan mendalam.
- Sering dipakai dalam konteks formal atau pertanggungjawaban.
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| ~て済むことではない | 謝って済むことではない | Tidak cukup hanya dengan meminta maaf |
| ~て済む問題ではない | 弁償して済む問題ではない | Bukan masalah yang selesai hanya dengan ganti rugi |
~にもほどがある
"Keterlaluan", "Ada batasnya" (menunjukkan kejengkelan karena sesuatu sudah melewati batas kewajaran).
Contoh Kalimat (Examples)
Joudan ni mo hodo ga aru. Konkai no ken wa waraigoto de wa nai.
Bercanda pun ada batasnya. Masalah kali ini bukan hal yang patut ditertawakan.
Yakusoku no jikan ni nijikan mo okureru to wa, shitsurei ni mo hodo ga aru.
Terlambat sampai dua jam dari waktu yang dijanjikan itu benar-benar keterlaluan tidak sopannya.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk mengkritik atau mengekspresikan kemarahan terhadap perilaku yang dianggap sudah sangat keterlaluan.
- Mengandung emosi kuat seperti kejengkelan, kemarahan, atau keheranan yang negatif.
- Biasanya dipasangkan dengan kata-kata berkonotasi negatif seperti shitsurei (tidak sopan), wagamama (egois), atau baka (bodoh).
| Bentuk | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| Kata Benda | 冗談 + にもほどがある |
| Kata Sifat-na | 失礼 + にもほどがある |
| Kata Sifat-i | 厚かましい + にもほどがある |
ても知らない
Kalau... aku tidak peduli / tanggung sendiri akibatnya
Contoh Kalimat (Examples)
Sonna ni yoru osoku hitori de dearuite, nani ka atte mo shiranai yo.
Keluar sendirian larut malam begitu, kalau terjadi sesuatu aku tidak tanggung jawab lho.
Chuukoku o mushi shite toushi ni shippai shite mo shiranai zo.
Kalau kamu mengabaikan nasihat lalu gagal dalam investasi, aku tidak mau tahu ya.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk memperingatkan seseorang bahwa pembicara tidak akan bertanggung jawab atas konsekuensi negatif yang timbul dari tindakan mereka.
- Mengandung nuansa kejengkelan, lepas tangan, atau peringatan keras.
- Sering diakhiri dengan partikel penegas seperti よ (yo) atau ぞ (zo) untuk memperkuat peringatan.
- Digunakan dalam percakapan informal sehari-hari.
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Kata Kerja | 書いても知らない | Kalau menulis pun aku tidak peduli |
| Kata Sifat-i | 悪くても知らない | Kalau buruk pun aku tidak peduli |
| Kata Sifat-na | 嫌でも知らない | Kalau benci pun aku tidak peduli |
| Kata Benda | 雨でも知らない | Kalau hujan pun aku tidak peduli |
には無理がある
Ada ketidakmungkinan / tidak masuk akal / sulit untuk dilakukan
Contoh Kalimat (Examples)
Kono keikaku o hitori de owaraseru ni wa muri ga aru.
Mustahil untuk menyelesaikan rencana ini sendirian.
Kare no shuchou o sonomama ukeireru ni wa muri ga aru.
Sulit untuk menerima begitu saja argumennya.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan, rencana, atau pendapat tidak masuk akal, tidak realistis, atau terlalu dipaksakan untuk dilakukan.
- Sering digunakan untuk mengkritik atau mengevaluasi suatu situasi yang dipaksakan.
- Kata "無理" (muri) sendiri berarti tidak mungkin atau tidak masuk akal.
| Bentuk | Contoh |
|---|---|
| Positif | には無理がある (Ada ketidakmungkinan) |
| Negatif | には無理がない (Bukan tidak mungkin) |
~てはばからない
Tanpa ragu-ragu untuk... / Berani terang-terangan...
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa jibun ga sekai de ichiban kashikoi to itte habakaranai.
Dia tanpa ragu mengatakan bahwa dirinya adalah orang terpintar di dunia.
Kanojo wa hitomae de joushi no waruguchi o itte habakaranai.
Dia berani terang-terangan menjelek-jelekkan atasannya di depan umum.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Menyatakan tindakan seseorang yang melakukan atau mengatakan sesuatu dengan berani tanpa rasa ragu atau malu, meskipun hal tersebut biasanya dianggap tidak sopan.
- Sering digunakan untuk memberikan kritik atau penilaian negatif terhadap sikap seseorang yang terlalu percaya diri.
- Kata kerja yang sering digunakan adalah kata kerja yang berhubungan dengan berbicara seperti 言う (mengatakan) atau 主張する (mengklaim).
- Berasal dari kata kerja はばかる (ragu-ragu/sungkan) yang dinegatifkan.
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| ~てはばからない | 言ってはばからない | Tanpa ragu mengatakan |
| ~をはばからず | 人目をはばからず | Tanpa memedulikan pandangan orang |
~まじき
tidak boleh / tidak pantas dilakukan oleh seseorang dengan posisi atau profesi tertentu
Contoh Kalimat (Examples)
Puro to shite arumajiki koui da.
Ini adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang profesional.
Isha ni arumajiki bougen o haita.
Dia melontarkan kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dokter.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Menyatakan hal yang tidak boleh atau sangat tidak pantas dilakukan dilihat dari sudut pandang moral, posisi, atau profesi seseorang.
- Merupakan bentuk klasik/sastra (kogo) yang bernuansa sangat kaku.
- Selalu diikuti oleh kata benda (berfungsi sebagai modifier).
- Sering digunakan dalam bentuk set
あるまじき(tidak boleh ada) atauすまじき(tidak boleh dilakukan).
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| ある + まじき | あるまじき行為 | Tindakan yang tidak pantas ada |
| する + まじき | すまじきこと | Hal yang tidak pantas dilakukan |
~とも / あろうとも
Padahal seorang... / Padahal berstatus...
Contoh Kalimat (Examples)
Isha tomo arou mono ga, kanja no puraibashii o morasu to wa yurusenai.
Padahal seorang dokter, membocorkan privasi pasien sungguh tidak bisa dimaafkan.
Ikkoku no shushou tomo arou hito ga, sono you na keisotsu na hatsugen o suru beki de wa nai.
Padahal seorang perdana menteri suatu negara, tidak seharusnya membuat pernyataan yang ceroboh seperti itu.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan kekecewaan, kemarahan, atau keterkejutan terhadap seseorang yang memiliki status atau reputasi tinggi tetapi melakukan tindakan yang tidak pantas.
- Subjek sebelum "ともあろう" harus berupa posisi atau status yang dihormati (seperti dokter, guru, pemimpin).
- Diikuti oleh ungkapan yang mengekspresikan kritik, celaan, atau keheranan.
- Memiliki nuansa formal dan tertulis.
| Pola | Contoh Penggunaan | Nuansa |
|---|---|---|
| N + ともあろう者 | 医者ともあろう者が... | Menekankan kekecewaan terhadap perilaku dokter |
| N + ともあろう人 | 先生ともあろう人が... | Menekankan ketidakpantasan tindakan seorang guru |
🖌️ 4. Daftar Kanji Dasar (Bab 12)
Ingin mahir menulis aksara Jepang? Pelajari detail urutan goresan (stroke order), cara baca Onyomi dan Kunyomi, serta contoh kosakata praktis di modul Kanji khusus NihongoRoute.
漢字 Kanji Pelajaran
⛩️ 5. Catatan Budaya
Catatan Budaya: Nuansa Kritik dan Ungkapan Kelayakan N1
Dalam bahasa Jepang, mengkritik seseorang yang memiliki jabatan atau posisi tertentu membutuhkan tata bahasa khusus. Penggunaan 「としたことが」 menyatakan keheranan atas kesalahan yang tidak biasa dilakukan oleh orang hebat atau yang dipercaya. Untuk menekankan status sosial pelaku yang seharusnya tidak bertindak buruk, digunakan 「~とも」 atau 「~あろうとも」 (contoh: 医者ともあろう者が - orang yang berstatus dokter sekalipun). Jika ingin melarang keras perbuatan yang melanggar moral profesi atau posisi, gunakan 「~まじき」 (contoh: プロとしてあるまじき行為 - tindakan yang tidak boleh dilakukan sebagai profesional). Sementara itu, 「~てはばからない」 digunakan untuk mengkritik orang yang berbuat lancang tanpa memedulikan pandangan orang sekitar.
💬 6. Praktik Membaca Nyata (Dialog)
Kobayashi: Hayashi-san, mengenai berkas audit saya yang hilang, saya terpaksa mencurigai keterlibatan Anda. Hayashi: Kobayashi-san, menuduh saya itu ada batasnya. Kritik tidak berdasar terhadap rekan kerja hanyalah sebuah fitnah. Kobayashi: Apakah Anda berniat berpura-pura tidak tahu setelah melakukan tindakan yang mengkhianati kepercayaan perusahaan? Tindakan yang sama saja dengan mencuri data tidak bisa diselesaikan hanya dengan meminta maaf. Hayashi: Melontarkan kata-kata yang patut dihina tanpa bukti. Orang sehebat Anda bisa sampai kehilangan ketenangan seperti ini, saya tidak menyangkanya. Kobayashi: Saya heran dengan sikap Anda yang hanya mencari-cari kesalahan orang lain padahal kelalaian manajemen Anda sendiri ditutupi. Anda harus jera dan merenungkannya sekali-kali. Lebih dari ini, saya akan mempertimbangkan tuntutan hukum. Hayashi: Lakukan sesuka Anda. Saya tidak peduli apa yang terjadi pada Anda nanti akibat asumsi bodoh Anda itu. Klaim Anda itu terlalu dipaksakan.