Menginisialisasi NihongoRoute
Karena... / Habisnya... (alasan subjektif/manja/membela diri)
Pola tata bahasa ini diletakkan di akhir kalimat untuk mengutarakan alasan personal yang bersifat subjektif. "もの" (mono) memberikan kesan yang lebih lembut, feminin, atau manja sehingga sering digunakan oleh wanita dan anak-anak. Sementara itu, "もん" (mon) adalah varian lisan (colloquial) yang sangat kasual, santai, dan umum digunakan dalam percakapan sehari-hari baik oleh pria maupun wanita.
Pola ini sangat sering diawali dengan kata keterangan "だって" (datte) yang berarti "habisnya" atau "soalnya" untuk lebih memperkuat kesan pembelaan diri atau alasan emosional tersebut.
Mana mungkin / tidak akan pernah (menunjukkan penyangkalan atau tekad kuat untuk tidak melakukan sesuatu)
Padahal (digunakan untuk menyatakan penyesalan atau keluhan atas sesuatu yang tidak terjadi).
Sudah seharusnya atau tidak seharusnya melakukan sesuatu berdasarkan moral umum.
terasa ada sesuatu yang, memiliki unsur (menunjukkan perasaan atau kesan mendalam)
Sesuatu itu sendiri (digunakan untuk menekankan kata benda tersebut sebagai wujud asli atau perwakilan mutlak).
Dengan asumsi bahwa / Menganggap bahwa
Bukan berarti..., tidak selalu... (menyatakan penolakan terhadap kesimpulan umum).
Karena, pasalnya (menyatakan alasan/alibi personal)
Benar-benar, memang, atau secara wajar dapat dikatakan sebagai (digunakan untuk menyatakan penilaian moral, kritik, atau keyakinan kuat pembicara).
Tanpa memedulikan / tidak gentar terhadap (hambatan, kesulitan, atau bahaya).
Kalau saja bisa... (digunakan untuk hal yang mustahil atau sangat sulit diwujudkan)
Karena sih, abisnya (dipakai di akhir kalimat untuk alasan kasual/manja)
Meskipun demikian / walaupun dikatakan bahwa...
Meskipun / walaupun (menyatakan pertentangan antara fakta dan ekspektasi).
Sudah sewajarnya / Memang begitulah (kebenaran umum) atau Dulu sering (mengingat masa lalu)
Sejak... (dan sejak saat itu keadaan terus berlanjut atau berubah)