Menginisialisasi NihongoRoute
Meskipun / walaupun (menyatakan pertentangan antara fakta dan ekspektasi).
Struktur ini menunjukkan bahwa meskipun fakta pada klausa pertama benar adanya, situasi pada klausa kedua (kenyataan) tidak berjalan sesuai dengan asumsi, harapan, atau konsekuensi logis yang seharusnya terjadi. Penggunaannya sangat formal dan umum ditemukan dalam penulisan esai akademis, dokumen bisnis, laporan, atau pidato resmi.
Perbedaan dengan 'ga' / 'kedo':
'ものの' bernuansa lebih objektif, formal, dan berfokus pada kontradiksi fakta. Sementara 'ga' atau 'kedo' lebih kasual, subjektif, dan fleksibel.
今週、3日連続でカーアクションものの外国映画を字幕で見た。
彼女はあらゆるもののあるべき場所を寸分違わず知っていた。
東洋人はものの見方が我々とは違う。
最初のパラグラフでは、いわゆるサプライサイドの経済戦略というものの妥当性について疑問を呈する。
Mana mungkin / tidak akan pernah (menunjukkan penyangkalan atau tekad kuat untuk tidak melakukan sesuatu)
Padahal (digunakan untuk menyatakan penyesalan atau keluhan atas sesuatu yang tidak terjadi).
Sudah seharusnya atau tidak seharusnya melakukan sesuatu berdasarkan moral umum.
terasa ada sesuatu yang, memiliki unsur (menunjukkan perasaan atau kesan mendalam)
Sesuatu itu sendiri (digunakan untuk menekankan kata benda tersebut sebagai wujud asli atau perwakilan mutlak).
Dengan asumsi bahwa / Menganggap bahwa
Bukan berarti..., tidak selalu... (menyatakan penolakan terhadap kesimpulan umum).
Karena... / Habisnya... (alasan subjektif/manja/membela diri)
Karena, pasalnya (menyatakan alasan/alibi personal)
Benar-benar, memang, atau secara wajar dapat dikatakan sebagai (digunakan untuk menyatakan penilaian moral, kritik, atau keyakinan kuat pembicara).
Tanpa memedulikan / tidak gentar terhadap (hambatan, kesulitan, atau bahaya).
Kalau saja bisa... (digunakan untuk hal yang mustahil atau sangat sulit diwujudkan)
Karena sih, abisnya (dipakai di akhir kalimat untuk alasan kasual/manja)
Meskipun demikian / walaupun dikatakan bahwa...
Sudah sewajarnya / Memang begitulah (kebenaran umum) atau Dulu sering (mengingat masa lalu)
Sejak... (dan sejak saat itu keadaan terus berlanjut atau berubah)