Menginisialisasi NihongoRoute
Dengan asumsi bahwa / Menganggap bahwa
Penggunaannya sangat umum dalam dokumen legal, instruksi kerja, dokumen bisnis, serta penulisan akademis.
Perbedaan Nuansa:
Tata bahasa ini berbeda dengan "~として" (toshite) yang menyatakan kapasitas atau identitas asli subjek (misalnya: "sebagai direktur"). Sebaliknya, "~mono toshite" menciptakan skenario buatan atau asumsi logis ("menganggap seolah-olah").
Banyak pembelajar lupa menyisipkan "である" ketika menggunakan Kata Benda atau Kata Sifat-na sebelum "ものとして".
❌ Salah: この計画は秘密ものとして (Kono keikaku wa himitsu mono toshite)
⭕ Benar: この計画は秘密であるものとして (Kono keikaku wa himitsu de aru mono toshite)
Mana mungkin / tidak akan pernah (menunjukkan penyangkalan atau tekad kuat untuk tidak melakukan sesuatu)
Padahal (digunakan untuk menyatakan penyesalan atau keluhan atas sesuatu yang tidak terjadi).
Sudah seharusnya atau tidak seharusnya melakukan sesuatu berdasarkan moral umum.
terasa ada sesuatu yang, memiliki unsur (menunjukkan perasaan atau kesan mendalam)
Sesuatu itu sendiri (digunakan untuk menekankan kata benda tersebut sebagai wujud asli atau perwakilan mutlak).
Bukan berarti..., tidak selalu... (menyatakan penolakan terhadap kesimpulan umum).
Karena... / Habisnya... (alasan subjektif/manja/membela diri)
Karena, pasalnya (menyatakan alasan/alibi personal)
Benar-benar, memang, atau secara wajar dapat dikatakan sebagai (digunakan untuk menyatakan penilaian moral, kritik, atau keyakinan kuat pembicara).
Tanpa memedulikan / tidak gentar terhadap (hambatan, kesulitan, atau bahaya).
Kalau saja bisa... (digunakan untuk hal yang mustahil atau sangat sulit diwujudkan)
Karena sih, abisnya (dipakai di akhir kalimat untuk alasan kasual/manja)
Meskipun demikian / walaupun dikatakan bahwa...
Meskipun / walaupun (menyatakan pertentangan antara fakta dan ekspektasi).
Sudah sewajarnya / Memang begitulah (kebenaran umum) atau Dulu sering (mengingat masa lalu)
Sejak... (dan sejak saat itu keadaan terus berlanjut atau berubah)