Menginisialisasi NihongoRoute
Karena (menyatakan alasan untuk memohon permakluman, bernada formal)
Pola ini hampir eksklusif digunakan dalam komunikasi tertulis formal (surat, e-mail bisnis) atau pidato resmi saat pembicara ingin memohon pengertian (許しを請う - yurushi o kou) atas kesalahan atau keterbatasan yang terjadi akibat suatu kondisi yang objektif dan sulit dihindari.
Aturan Penggunaan & Nuansa:
Jangan sekali-kali menggunakan pola ini dalam percakapan sehari-hari dengan teman atau kolega setara karena akan terdengar sangat aneh dan kaku. Hindari juga menggunakannya untuk menuntut tindakan aktif dari lawan bicara (misal: ~こととて、早く来てください - SALAH). Gunakan hanya ketika Anda memosisikan diri meminta maaf atau pengertian.
Bisa / Dapat melakukan...
Artinya... / kabarnya... (menjelaskan arti atau menyampaikan informasi)
Jika tidak melakukan sesuatu, maka hal lain tidak akan terwujud (syarat mutlak).
Kalau tidak... (maka tidak akan...)
Tentu saja/sudah sewajarnya bagi (untuk menekankan karakteristik atau kebiasaan seseorang).
Yang membuat (perasaan) adalah... (menyatakan perasaan pembicara terhadap suatu kenyataan).
Bukan hal yang perlu dirisaukan / tidak seistimewa itu / tidak sampai perlu...
Hal yang... (menyatakan perasaan/penilaian subjektif pembicara)
Tidak perlu / tidak usah
Memberikan saran atau nasihat (sebaiknya / harus).
Bisa-bisanya... / Padahal ada banyak hal lain, tapi malah...
Tidak perlu / tidak usah
Bukan hanya... tetapi juga...
Pantas saja / tidak heran (sepadan dengan usaha/status)
Pernah melakukan sesuatu (menyatakan pengalaman masa lalu).
tidak hanya... (tapi juga...)
Hanya perlu..., jalan satu-satunya adalah... (tinggal melakukan tindakan tersebut jika tidak ada pilihan lain)
Karena (sifat khas/kebiasaan seseorang), biasanya diikuti perkiraan atau penilaian.
Diputuskan bahwa / Berarti / Akhirnya... (keputusan dari luar atau konsekuensi logis).
Tanpa melakukan... (bentuk tulisan formal).
Memutuskan untuk / Membiasakan diri untuk (keputusan sendiri)
Karena... / Berdasarkan fakta bahwa... (menyatakan asal-usul atau alasan penamaan/keputusan)
Hanya sekadar... (menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan tidak memiliki maksud lain atau bukan masalah besar)
Sungguh tak diduga / keterlaluan (menunjukkan rasa terkejut atau sesal atas tindakan buruk yang terjadi)
Memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu (berdasarkan keinginan/keputusan sendiri).
Itu berarti... / Dengan kata lain... (digunakan untuk menarik kesimpulan dari pernyataan sebelumnya).
Sudah diputuskan bahwa... / Peraturannya adalah... / Sudah dijadwalkan untuk...