Menginisialisasi NihongoRoute
Digunakan untuk menunjukkan tahapan waktu spesifik dari suatu tindakan (baru akan mulai, sedang dilakukan, atau baru saja selesai).
Tergantung bentuk kata kerja sebelum ~tokoro, artinya berubah menjadi:
Jangan tertukar antara ~ta tokoro da (baru saja selesai secara fisik/waktu nyata beberapa detik atau menit yang lalu) dengan ~ta bakari da (baru saja selesai menurut sudut pandang subjektif pembicara, bisa saja sudah berlalu berhari-hari). Hindari juga menggabungkan kata sifat langsung dengan pola ini jika ingin menyatakan tahapan aksi.
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Sekalipun / bahkan jika... (tetap saja percuma, sia-sia, atau tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Menunjukkan titik waktu spesifik dari suatu aksi (baru saja akan, sedang, atau baru saja selesai dilakukan) serta momen tertentu saat sesuatu terjadi.
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Sekalipun / bahkan jika... (tetap saja percuma, sia-sia, atau tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik).
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Menunjukkan titik waktu spesifik dari suatu aksi (baru saja akan, sedang, atau baru saja selesai dilakukan) serta momen tertentu saat sesuatu terjadi.