Menginisialisasi NihongoRoute
Sekalipun / bahkan jika... (tetap saja percuma, sia-sia, atau tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik).
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan kondisi konsesif hipotetis. Penutur menegaskan bahwa meskipun tindakan di klausa pertama dilakukan dengan maksimal, hal tersebut tidak akan membuahkan hasil positif atau mengubah situasi saat ini. Oleh karena itu, klausa kedua (utama) wajib diikuti oleh evaluasi negatif, ungkapan skeptis, keputusasaan, atau hasil yang tidak memuaskan (seperti 無駄だ, 意味がない, atau bentuk negatif ~nai).
Perbandingan Nuansa:
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Digunakan untuk menunjukkan tahapan waktu spesifik dari suatu tindakan (baru akan mulai, sedang dilakukan, atau baru saja selesai).
Menunjukkan titik waktu spesifik dari suatu aksi (baru saja akan, sedang, atau baru saja selesai dilakukan) serta momen tertentu saat sesuatu terjadi.
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Menunjukkan titik waktu spesifik dari suatu aksi (baru saja akan, sedang, atau baru saja selesai dilakukan) serta momen tertentu saat sesuatu terjadi.
Digunakan untuk menunjukkan tahapan waktu spesifik dari suatu tindakan (baru akan mulai, sedang dilakukan, atau baru saja selesai).