Menginisialisasi NihongoRoute
Menunjukkan titik waktu spesifik dari suatu aksi (baru saja akan, sedang, atau baru saja selesai dilakukan) serta momen tertentu saat sesuatu terjadi.
Sementara itu, '~tokoro wo' digunakan sebagai konjungsi untuk menghubungkan situasi tertentu (biasanya saat sibuk, istirahat, atau merepotkan) dengan aksi berikutnya. Pola ini sangat sering digunakan dalam ekspresi bisnis/formal untuk meminta maaf atau berterima kasih.
Banyak siswa Indonesia tertukar antara '~ta tokoro da' dengan '~ta bakari da'. Gunakan '~ta tokoro da' HANYA jika aksi tersebut benar-benar baru selesai beberapa detik atau menit yang lalu secara faktual (misal: baru meletakkan telepon, baru menapakkan kaki di stasiun). Jika aksi sudah selesai beberapa hari atau minggu lalu namun secara subjektif terasa masih baru, Anda wajib menggunakan '~ta bakari da'.
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Sekalipun / bahkan jika... (tetap saja percuma, sia-sia, atau tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Digunakan untuk menunjukkan tahapan waktu spesifik dari suatu tindakan (baru akan mulai, sedang dilakukan, atau baru saja selesai).
Paling-paling hanya sekitar, kurang lebih sekitar (menunjukkan batas maksimal suatu pencapaian, jumlah, atau tingkat yang dirasa tidak seberapa atau biasa saja).
Di tengah-tengah / pada saat (digunakan untuk meminta maaf, memohon bantuan, atau berterima kasih secara sopan ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Bahkan seandainya diasumsikan bahwa... (tetap saja tidak akan mengubah keadaan atau hasilnya akan sia-sia).
Jangankan... / Sama sekali bukan saatnya untuk... / Boro-boro... (Digunakan untuk menegaskan bahwa keadaan saat ini sangat mendesak, sibuk, atau buruk sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan hal lain).
Jangankan... (kenyataannya) justru / bahkan sebaliknya...
Sekalipun / bahkan jika... (tetap saja percuma, sia-sia, atau tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik).
Menunjukkan titik waktu atau fase spesifik dari suatu aksi: hampir/baru mau dilakukan, sedang dilakukan, atau baru saja selesai dilakukan.
Digunakan untuk menunjukkan tahapan waktu spesifik dari suatu tindakan (baru akan mulai, sedang dilakukan, atau baru saja selesai).