Menginisialisasi NihongoRoute
Sekalipun / bahkan jika (berasumsi demikian, hasil tetap sama/negatif)
Struktur ini mengekspresikan penilaian subjektif pembicara bahwa usaha atau pengandaian tersebut tidak memiliki arti atau kegunaan (sia-sia). Sering dipasangkan dengan kata keterangan seperti 仮に (karini) atau たとえ (tatoe).
Nuansa dan Perbedaan:
Tata bahasa ini sangat formal (kaku) dan sering digunakan dalam tulisan akademis, pidato, atau debat bisnis. Lebih formal dibandingkan dengan "としたって" (toshitatte) atau "にしたところで" (ni shita tokoro de).
Paling-paling atau sekitar (menunjukkan batas maksimal atau perkiraan jumlah yang tidak seberapa).
Menunjukkan titik waktu/situasi (sedang, baru akan, baru selesai dilakukan, atau ketika melakukan sesuatu).
Jangankan... (malah/justru sebaliknya)
Di saat/di tengah-tengah... (digunakan untuk menunjukkan empati, meminta maaf, atau berterima kasih atas kondisi lawan bicara)
Bukan saatnya untuk / Sama sekali tidak bisa melakukan (karena situasi sibuk/kritis)
Bahkan jika / walaupun (hasil tetap nihil/sia-sia)
Di saat, dalam keadaan (digunakan untuk meminta maaf atau berterima kasih ketika mengganggu seseorang dalam situasi tertentu).
Baru saja akan melakukan, sedang melakukan, atau baru saja selesai melakukan sesuatu.