๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah menguasai kata benda dan kata kerja, sekarang Anda membutuhkan kata sifat untuk mengekspresikan opini dan mendeskripsikan dunia di sekitar Anda. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Setelah menguasai kata benda dan kata kerja, sekarang Anda membutuhkan kata sifat untuk mengekspresikan opini dan mendeskripsikan dunia di sekitar Anda. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
โข Membedakan penggunaan Kata Sifat-Na dan Kata Sifat-I.
โข Mendeskripsikan sifat seseorang, benda, pemandangan, atau sebuah kota.
โข Memberikan opini tentang bagaimana perasaan Anda terhadap suatu pengalaman (misalnya: menyenangkan, sulit, atau enak).
โข Menghubungkan kata benda dengan kata sifat secara tepat.
Format: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti
Kata sifat dalam bahasa Jepang dibagi menjadi 2 golongan utama: Kata Sifat-i (i-keiyoushi) yang selalu berakhir dengan huruf 'i' (seperti atarashii, takai), dan Kata Sifat-na (na-keiyoushi) yang secara tata bahasa membutuhkan partikel 'na' sebelum menghubungkannya ke kata benda (seperti shizuka, kirei).
Contoh Kalimat (Examples)
Fujisan wa takai desu.
Gunung Fuji tinggi (Kata Sifat-i).
Kono machi wa shizuka desu.
Kota ini tenang (Kata Sifat-na).
Pola kalimat dasar untuk mendeskripsikan sifat suatu topik. Baik Kata Sifat-i maupun Kata Sifat-na langsung diikuti oleh 'desu' di akhir kalimat dalam bentuk positif masa kini formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano kamera wa atarashii desu.
Kamera itu baru.
Ano kata wa shinsetsu desu.
Orang itu ramah.
Bentuk negatif kata sifat-i dibentuk dengan membuang akhiran 'i' menjadi 'kunai desu' (atau 'ku arimasen'). Sedangkan kata sifat-na dibentuk dengan menambahkan 'de wa arimasen' (atau 'ja arimasen').
Contoh Kalimat (Examples)
Kono ocha wa atsukunai desu.
Teh ini tidak panas.
Kono heya wa kirei ja arimasen.
Kamar ini tidak bersih/rapi.
Saat menerangkan kata benda secara langsung di depannya, Kata Sifat-i langsung ditempelkan ke kata benda. Sedangkan Kata Sifat-na wajib ditambahkan partikel 'na' sebelum menghubungkannya ke kata benda.
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa omoshiroi hon desu.
Ini adalah buku yang menarik.
Koko wa shizukana kouen desu.
Ini adalah taman yang tenang.
Kata 'totemo' (sangat) digunakan bersama predikat positif. Kata 'amari' (tidak begitu/tidak terlalu) wajib dipadukan dengan predikat negatif.
Contoh Kalimat (Examples)
Nihongo wa totemo omoshiroi desu.
Bahasa Jepang sangat menarik.
Kono ryouri wa amari karakunai desu.
Masakan ini tidak begitu pedas.
Meminta pendapat seseorang tentang suatu hal ("Bagaimana... / Seperti apa...").
Contoh Kalimat (Examples)
Nihon no seikatsu wa dou desu ka.
Kehidupan di Jepang bagaimana?
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Kirei (ใใใ)
Memiliki dua arti yang sama kuatnya, yaitu "Cantik/Indah" dan "Bersih". Jika Anda memuji kamar seseorang dengan sebutan Kirei desu ne, itu bisa berarti kamarnya tertata indah atau sangat bersih.
Menghindari Kritik Langsung (Amari)
Orang Jepang jarang sekali berkata "Makanan ini tidak enak (Oishikunai desu)". Mereka akan memperhalusnya dengan menggunakan pola Amari + Negatif, seperti "Amari oishikunai desu" (Rasanya tidak begitu enak) untuk menjaga perasaan lawan bicara.
Yamada: Budi, bagaimana kehidupan di Jepang? Budi: Setiap hari sangat sibuk. Tetapi, menyenangkan. Yamada: Oh, begitu. Bagaimana asrama perusahaannya? Budi: Sedikit tua/lama. Tetapi, tenang dan bersih. Yamada: Makanan Jepang bagaimana? Budi: Enak. Tapi mahal ya. Yamada: Iya, saya setuju.