๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah menguasai identitas (Bab 1) dan benda (Bab 2), kini saatnya Anda belajar bernavigasi di ruang fisik. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Setelah menguasai identitas (Bab 1) dan benda (Bab 2), kini saatnya Anda belajar bernavigasi di ruang fisik. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
โข Bertanya dan menunjukkan lokasi suatu ruangan atau bangunan.
โข Menggunakan ragam bahasa halus (sopan) untuk menunjukkan arah kepada tamu atau atasan.
โข Menanyakan asal produksi sebuah barang dan harganya saat berbelanja.
Menginformasikan identitas dari tempat pembicara berada (Koko), tempat lawan bicara berada (Soko), atau tempat yang jauh dari keduanya (Asoko).
Contoh Kalimat (Examples)
Koko wa shokudou desu.
Di sini adalah kantin.
Asoko wa ginkou desu.
Di sana adalah bank.
Digunakan untuk menjelaskan di mana sebuah benda, orang, atau fasilitas berada.
Contoh Kalimat (Examples)
Toire wa doko desu ka.
Toilet ada di mana?
Erebeetaa wa asoko desu.
Lift ada di sana.
Aslinya digunakan untuk menunjuk arah (Sebelah sini/situ/sana), namun sangat sering digunakan sebagai pengganti Koko/Soko/Asoko di dunia kerja untuk memberikan kesan elegan dan sangat sopan.
Contoh Kalimat (Examples)
Erebeetaa wa dochira desu ka.
Lift ada di sebelah mana?
Hai, kauntaa wa kochira de gozaimasu.
Baik, konter ada di sebelah sini.
Kata tanya "Doko" jika digabung dengan partikel "no" bermakna "Buatan mana" atau "Dari perusahaan mana".
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa doko no kutsu desu ka.
Ini sepatu buatan mana?
Itaria no kutsu desu.
Ini sepatu buatan Italia.
Digunakan untuk menanyakan harga. Perhatikan bahwa orang Jepang menghitung uang menggunakan basis satuan Man (10.000), bukan ribuan seperti di Indonesia.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono nekutai wa ikura desu ka.
Dasi ini harganya berapa?
Kono kaban wa ikura desu ka. โ Sanzen gohyaku en desu.
Tas ini harganya berapa? โ Harganya 3.500 Yen.
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Menunjuk dengan Tangan Terbuka
Di Jepang, menunjuk arah, benda, atau ruangan menggunakan jari telunjuk dianggap kasar (terutama kepada pelanggan atau atasan). Saat Anda mengatakan "ใใกใใงใ" (Achira desu - Di sebelah sana), gunakan kelima jari yang dirapatkan dengan telapak tangan menghadap ke atas.
Sumimasen (ใใฟใพใใ)
Selain bermakna "Maaf" atas sebuah kesalahan, kata ini adalah "senjata utama" untuk memanggil pelayan di restoran, memanggil staf toko, atau permisi bertanya jalan kepada orang asing.
Yamada: Permisi, konter penjualan sepatu ada di mana? Ten'in: Konter sepatu? Ada di sebelah sana, Tuan. Yamada: Permisi, tolong perlihatkan sepatu hitam itu. Ten'in: Baik, silakan. Yamada: Ini sepatu buatan mana? Ten'in: Sepatu buatan Italia. Yamada: Berapa harganya? Ten'in: 12.000 Yen. Yamada: Kalau begitu, tolong berikan saya yang ini / Saya beli yang ini.