🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah bisa menyebutkan benda dan tempat, bab ini akan membawa Anda ke dalam percakapan yang lebih dinamis. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Setelah bisa menyebutkan benda dan tempat, bab ini akan membawa Anda ke dalam percakapan yang lebih dinamis. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
• Menyebutkan jam dan menit saat ini (Waktu).
• Menyebutkan hari dalam seminggu dan pembagian waktu (Pagi/Siang/Malam).
• Menceritakan jadwal rutinitas sehari-hari menggunakan kata kerja dasar (Bangun, Tidur, Bekerja, Belajar).
• Mengatakan dari jam berapa sampai jam berapa sebuah aktivitas dilakukan.
Format: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti
Menyatakan jam saat ini. Untuk AM/PM, letakkan kata Gozen atau Gogo sebelum angka jam.
Contoh Kalimat (Examples)
Ima, nanji desu ka.
Sekarang jam berapa?
Kata kerja berakhiran ~ます (~masu) menunjukkan aksi kebiasaan (rutinitas) atau aksi di masa depan. Bentuk ini memiliki 4 konjugasi waktu:
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi wa mainichi hatarakimasu.
Saya bekerja setiap hari.
Partikel に (ni) ditambahkan di belakang penunjuk waktu yang memiliki angka spesifik (seperti jam, tanggal, tahun) untuk menandakan kapan aksi tersebut terjadi. Kata waktu relatif (besok, kemarin, hari ini) tidak menggunakan partikel 'ni'.
Contoh Kalimat (Examples)
ji ni okimasu.
Saya bangun pada jam 6.
Kara berarti "Dari", dan Made berarti "Sampai". Bisa digunakan bersamaan atau terpisah.
Contoh Kalimat (Examples)
ji kara go-ji made desu.
Rapatnya dari jam 9 sampai jam 5.
Diletakkan di akhir kalimat untuk mencari persetujuan dari lawan bicara, mirip dengan "..., ya?" atau "..., kan?" dalam bahasa Indonesia.
Contoh Kalimat (Examples)
ji made desu ne.
Bank tutup jam 3, kan?
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Ketepatan Waktu (Punctuality)
Di Jepang, datang tepat waktu berarti datang 5 hingga 10 menit sebelum waktu yang dijanjikan. Datang tepat pada jam yang ditentukan sering dianggap sebagai keterlambatan.
Taihen desu ne (大変ですね)
Budaya kerja Jepang sangat menghargai kerja keras. Jika rekan Anda menceritakan bahwa ia bekerja sampai larut malam atau harus belajar seharian, respons paling natural adalah mengangguk sambil berkata "Taihen desu ne" (Pasti berat ya / Pasti melelahkan). Ini adalah bentuk empati sosial yang wajib dikuasai.
Budi: Tuan Tanaka, permisi. Perpustakaan buka dari jam berapa sampai jam berapa? Tanaka: Dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam. Budi: Oh, begitu. Apakah hari liburnya hari Minggu? Tanaka: Bukan, hari Senin. Budi: Terima kasih banyak. Besok saya akan belajar di perpustakaan. Tanaka: Budi, setiap hari belajar sampai jam berapa? Budi: Saya belajar sampai jam 11 malam. Tanaka: Jam 11? Wah, perjuangan sekali ya.