๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah menguasai cara memperkenalkan identitas manusia di Bab 1, fokus Bab 2 bergeser ke benda mati. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Setelah menguasai cara memperkenalkan identitas manusia di Bab 1, fokus Bab 2 bergeser ke benda mati. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
โข Mengidentifikasi dan menunjuk barang berdasarkan jarak (dekat, sedang, jauh).
โข Menanyakan nama barang asing dan mengonfirmasi siapa pemiliknya.
โข Menyerahkan atau menerima barang (seperti oleh-oleh atau dokumen) dengan etiket bahasa yang tepat.
Kata ganti untuk menunjuk benda mati. Kata ini bisa berdiri sendiri sebagai subjek dan langsung diikuti partikel ใฏ (wa).
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa hon desu.
Ini adalah buku.
Sore wa watashi no kasa desu.
Itu adalah payung saya.
Berbeda dengan Kore/Sore/Are, kata Kono/Sono/Ano tidak bisa berdiri sendiri. Kata ini bertindak sebagai penunjuk spesifik dan wajib diikuti langsung oleh kata benda.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kaban wa Tanaka-san no desu.
Tas ini milik Tuan Tanaka.
Ano jisho wa dare no desu ka.
Kamus di sana itu milik siapa?
Digunakan untuk menanyakan identitas atau nama benda yang tidak diketahui.
Contoh Kalimat (Examples)
Are wa nan desu ka.
Itu (di sana) apa?
Kore wa Nihongo de nan desu ka.
Ini dalam bahasa Jepang apa?
Menjawab pertanyaan Ya/Tidak tanpa harus mengulang seluruh kalimat.
Contoh Kalimat (Examples)
Sore wa shaapupenshiru desu ka.
Apakah itu pensil mekanik?
Iie, chigaimasu. Ocha desu.
Bukan, ini teh.
Menawarkan dua pilihan kemungkinan kepada lawan bicara. Tidak perlu menjawab dengan 'Hai/Iie', melainkan langsung sebutkan pilihan yang benar.
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa '9' desu ka, '7' desu ka.
Apakah ini angka 9, atau 7?
Sore wa pen desu ka, enpitsu desu ka.
Itu pena atau pensil?
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Tradisi Omiyage (ใๅ็ฃ)
Saat pulang dari liburan atau dinas, orang Jepang memiliki budaya membagikan omiyage (oleh-oleh) berbentuk makanan ringan kemasan kecil kepada rekan sekantor. Saat memberikannya, cukup ucapkan "ใฉใใ" (Douzo / Silakan).
Seni Aizuchi (ใใใงใใ)
Jika diucapkan dengan intonasi menurun, "Sou desu ka" bukanlah sebuah pertanyaan ("Apakah begitu?"), melainkan respons simpati yang berarti "Oh, begitu ya." Ini menunjukkan Anda mendengarkan lawan bicara dengan baik.
Satou: oleh. Silakan. Miraa: Terima kasih. Apakah ini cokelat? Satou: Bukan. Ini kopi. Miraa: Oh, begitu. Terima kasih banyak. Ah, Tuan Satou, apakah majalah itu milik Tuan Satou? Satou: Bukan, milik Tuan Yamada.