๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Bab ini mengajarkan cara mengungkapkan tujuan dan alasan dalam bahasa Jepang level JLPT N3. Pelajari juga pola tata bahasa untuk menyatakan emosi dan merespons situasi sosial secara alami.
Hebat sekali! Setelah kamu berhasil menguasai cara mengungkapkan 'Kondisi dan Hasil' di Bab 7, kini saatnya kamu naik level lagi. Di Bab 8 ini, kamu akan belajar bagaimana menyampaikan 'Tujuan dan Alasan' dengan lebih luwes, mulai dari menjelaskan motifmu hingga mengungkapkan perasaanmu yang mendalam.
โข Kamu bisa menjelaskan alasan atau tujuanmu melakukan sesuatu menggunakan tata bahasa yang sesuai.
โข Kamu bisa menyampaikan larangan atau penyesalan yang kuat dengan pola ~te wa.
โข Kamu bisa mengungkapkan perasaan atau emosi yang sangat mendalam secara alami menggunakan ~te shikata ga nai.
โข Kamu bisa merespons berbagai situasi sosial di Jepang dengan lebih luwes, terutama saat perlu menyampaikan alasan.
Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu kondisi pengandaian yang jika terjadi, maka akan menimbulkan konsekuensi negatif atau hasil yang tidak diinginkan di bagian belakang kalimat. Sering digunakan ketika memberikan peringatan atau kritik.
Contoh Kalimat (Examples)
Konnani sooon ga atte wa, benkyou ni shuuchuu dekinai.
Kalau berisik begini, tidak bisa konsentrasi belajar.
Mainichi sake wo nonde ite wa, karada ni warui yo.
Kalau setiap hari minum sake, itu buruk bagi tubuh.
Menyatakan perasaan, emosi, atau kondisi fisik yang sangat kuat sehingga pembicara merasa tidak bisa menahannya lagi. Biasanya digunakan untuk diri sendiri (orang pertama), atau orang ketiga jika ditambahkan penanda sudut pandang orang ketiga (seperti ~garu).
Contoh Kalimat (Examples)
Yuujin no kekkonshiki ni ikenakute, zannen de shikata ga nai.
Sangat disayangkan sekali aku tidak bisa pergi ke pernikahan temanku.
Onaka ga suite shikata ga nai kara, hayaku meshi wo tabeyou.
Karena lapar tidak tertahankan, ayo cepat makan nasi.
Digunakan untuk menyatakan pandangan umum, akal sehat, atau kesimpulan logis pembicara terhadap suatu situasi. Ini bukan pendapat pribadi yang bersifat subjektif semata, melainkan sesuatu yang dinilai sewajarnya demikian oleh masyarakat umum.
Contoh Kalimat (Examples)
Komatta toki ni tasukeau no ga, hontou no yuujin to iu mono da.
Saling membantu di saat susah, itulah yang benar-benar disebut teman sejati.
Tanin no hanashi wo mushi shite monku bakari iu no wa, wagamama to iu mono da.
Mengabaikan perkataan orang lain dan hanya mengeluh saja, itu benar-benar namanya egois.
Digunakan ketika pembicara melakukan suatu tindakan, dan tindakan tersebut menghasilkan temuan baru, menyadari sesuatu, atau memicu respons langsung dari pihak lain.
Contoh Kalimat (Examples)
Yosan ni tsuite shirabete mita tokoro, izen no keikaku yori takaku natte iru koto ga wakatta.
Begitu saya mencoba memeriksa anggaran, saya mendapati bahwa biayanya menjadi lebih mahal dari rencana sebelumnya.
Tenki yohou wo mita tokoro, ashita wa ame ga furu sou da.
Ketika saya melihat prakiraan cuaca, kabarnya besok akan turun hujan.
Pola ใจใใใ menunjukkan titik waktu dari suatu aksi (akan mulai, sedang berlangsung, baru selesai). Sedangkan ใจใใใ digunakan sebagai ungkapan penghubung untuk menyatakan maaf atau terima kasih ketika menyela/mengganggu aktivitas seseorang di kondisi tertentu.
Contoh Kalimat (Examples)
Ima kara ressha ni noru tokoro na node, ato de denwa shimasu.
Karena saya baru mau naik kereta sekarang, saya akan telepon nanti.
Oisogashii tokoro wo ojama shite, moushiwake arisen.
Mohon maaf karena telah mengganggu Anda di saat sedang sibuk.
Digunakan untuk menyatakan dua perubahan yang terjadi secara bersamaan atau seiring waktu. Selain itu, juga bisa berarti 'bersama dengan seseorang/sesuatu' dalam gaya formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Nenrei ga agaru to tomo ni, yo no naka no shikumi ga wakatte kuru.
Seiring bertambahnya usia, kita jadi memahami cara kerja dunia ini.
Byouki no yobou to tomo ni, kenkouteki na shokuji ga taisetsu desu.
Bersamaan dengan pencegahan penyakit, pola makan sehat juga sangat penting.
Menekankan perasaan atau emosi subjektif pembicara terlebih dahulu terhadap suatu peristiwa sebelum menjelaskan peristiwa nyata tersebut. Kata sifat yang biasa digunakan adalah kata sifat emosi seperti ureshii, zannen, odoroita, dll.
Contoh Kalimat (Examples)
Odoroita koto ni, kono furui yado ni wa mada mukashi no yuka ya isu ga nokotte ita.
Sungguh mengejutkan, di penginapan tua ini masih tersisa lantai dan kursi zaman dahulu.
Zannen na koto ni, seifu ga teian shita an wa jouken ga awazu ni kyakka sareta.
Sayang sekali, draf ide yang diajukan pemerintah ditolak karena syaratnya tidak cocok.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Etiket Meminta Maaf dan Menyampaikan Alasan (่จใ่จณ)
Di Jepang, ketika membuat kesalahan atau mengalami keterlambatan, langsung menyodorkan alasan (่จใ่จณ - iiwake) dianggap kurang sopan dan defensif. Etiket yang benar adalah meminta maaf dengan tulus terlebih dahulu (misalnya menggunakan ungkapan penyesalan seperti 'Moushiwake arimasen' atau 'O-isogashii tokoro wo...'), baru kemudian menjelaskan kondisi objektif penyebab masalah tersebut secara ringkas dan lugas.
Kenji: Dibandingkan dulu, pesona kota ini rasanya berkurang sekali sampai tidak tertahankan. Sakura: Jangan mengeluh terus-menerus. Lihat, di depan stasiun sekarang sudah bisa menukar uang, dan kondisinya semakin membaik. Kenji: Memang benar, tapi repot juga kalau tempat penginapan ketika pergi menjenguk orang sakit jadi berkurang.