๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Bab 7 ini akan membantumu menguasai tata bahasa N3 untuk menyatakan kondisi dan hasil dalam bahasa Jepang. Kamu juga akan memperkaya percakapan dengan kosakata dan kanji baru yang esensial.
Di Bab 6 kemarin, kamu sudah jago menjelaskan alasan dan penyebab berbagai hal. Sekarang, di Bab 7 ini, yuk kita melangkah lebih jauh untuk memahami bagaimana satu kondisi bisa membawa hasil tertentu, dan juga cara mengungkapkan kemungkinan atau ketidakmungkinan dalam bahasa Jepang!
โข Menjelaskan tujuan atau alasan dari suatu tindakan dengan jelas menggunakan pola tata bahasa N3.
โข Mengungkapkan kegiatan sampingan yang kamu lakukan bersamaan dengan kegiatan utama sehari-hari.
โข Mengekspresikan ketidakmungkinan yang kuat atau keyakinanmu tentang sesuatu dalam percakapan.
โข Memahami dan menggunakan ungkapan untuk menyatakan berbagai kondisi dan hasil dalam bahasa Jepang.
โข Menguasai 13 kanji baru dan 34 kosakata esensial untuk memperkaya ekspresimu.
Pola ini memiliki dua arti utama. Pertama, menyatakan 'tujuan' (demi/untuk) ketika diikuti oleh kata kerja aktif dengan subjek yang sama. Kedua, menyatakan 'sebab-akibat' (karena/dikarenakan) yang bersifat formal, objektif, dan sering digunakan dalam berita atau laporan tertulis.
Contoh Kalimat (Examples)
Haiyuu ni naru tame ni, mainichi butai no renshuu o shite imasu.
Demi menjadi aktor, saya berlatih di panggung setiap hari.
Bukka ga kyuugeki ni agatta tame da.
Ini dikarenakan harga barang-barang naik secara drastis.
Digunakan ketika kamu ingin melakukan tindakan kedua di sela-sela atau bersamaan dengan tindakan pertama karena lokasinya searah atau situasinya memudahkanmu untuk melakukannya sekalian.
Contoh Kalimat (Examples)
Ohakamairi ni iku tsuide ni, nonbiri pikunikku o shiyou.
Sekalian pergi berziarah ke makam, mari kita piknik santai.
Shinbun o haitatsu suru tsuide ni, kono tegami o dashite kurenai?
Sekalian mengantar koran, maukah kamu mengirimkan surat ini?
Ungkapan percakapan kasual yang digunakan untuk menyatakan penolakan atau keyakinan kuat bahwa sesuatu tidak mungkin terjadi atau tidak mungkin bisa dilakukan.
Contoh Kalimat (Examples)
Fudan renshuu shinai kare ga, puro no shiai de kachikkonai.
Dia yang biasanya tidak berlatih, tidak mungkin menang di pertandingan profesional.
Konna ni futoi himo wa, hasami de wa kirekkonai.
Tali setebal ini tidak mungkin bisa dipotong menggunakan gunting.
Menyatakan tindakan yang dilakukan lebih awal sebagai persiapan untuk masa depan, atau membiarkan suatu kondisi tetap berjalan sebagaimana adanya (dalam percakapan sehari-hari sering dipersingkat menjadi ~toku).
Contoh Kalimat (Examples)
Ryokou no puran o tateru mae ni, hizuke o kakunin shite okimasu.
Sebelum membuat rencana perjalanan, saya akan memastikan tanggalnya terlebih dahulu.
Sakamichi de kuruma ga ugokanai you ni, bureeki o kakete oku.
Agar mobil tidak bergerak di tanjakan, saya akan memasang rem terlebih dahulu.
Digunakan untuk mengekspresikan perasaan emosional, kondisi fisik, atau keinginan kuat yang muncul secara alami dan tidak bisa ditahan oleh pembicara.
Contoh Kalimat (Examples)
Hiza o kegashite shimatte, itakute shouganai.
Lutut saya terluka, rasanya sakit sekali sampai tidak tertahankan.
Higeki no ketsumatsu o eiga de mite, nakete shouganakatta.
Menonton akhir tragedi di film itu, saya tidak bisa menahan tangis.
Menunjukkan bahwa setelah mengalami atau melakukan tindakan tertentu, barulah pembicara menyadari, memahami, atau mengalami perubahan pandangan mengenai sesuatu yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Contoh Kalimat (Examples)
Jibun no hada ga arete hajimete, fudan no sukinkea no taisetsusa ni kizuita.
Baru setelah kulit saya menjadi kasar, saya menyadari pentingnya perawatan kulit sehari-hari.
Oyamoto o hanarete hajimete, mama no ryouri no arigatami ga wakatta.
Baru setelah tinggal jauh dari orang tua, saya mengerti betapa berharganya masakan Mama.
Digunakan untuk menyatakan syarat mutlak. Kalimat setelah pola ini biasanya merupakan kalimat bernuansa negatif atau ketidakmampuan, menunjukkan bahwa tindakan pertama harus diselesaikan sebelum tindakan berikutnya dapat dilakukan.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kowareta bubun o shuuri shite kara de nai to, kikai o ukasennai.
Jika tidak memperbaiki bagian yang rusak ini terlebih dahulu, mesin tidak akan bisa dijalankan.
Nenkan puran o yoku kentou shite kara de nai to, keiyaku wa dekinai.
Jika tidak mempertimbangkan rencana tahunan dengan baik terlebih dahulu, kontrak tidak dapat ditandatangani.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Kegiatan Ziarah Makam (Ohakamairi) di Jepang
Berziarah ke makam (ใๅขๅใ - ohakamairi) adalah bagian penting dari budaya Jepang untuk mendoakan leluhur. Kegiatan ini paling sering dilakukan saat musim festival Obon di musim panas atau pada waktu pergantian musim semi/gugur (Higan). Anggota keluarga membersihkan makam, menyiram batu nisan dengan air bersih, mempersembahkan dupa, bunga segar, serta makanan kesukaan leluhur semasa hidup.
Nuansa Penggunaan Shouganai dalam Kehidupan Sehari-hari
Pola '~teใใใใใชใ' atau '~teใใใใใชใ' tidak hanya berarti menyusahkan, melainkan mengekspresikan dorongan emosi atau keadaan alami yang tidak bisa dikontrol oleh akal sehat. Misalnya, rasa ngantuk (็ ใใฆใใใใใชใ) atau kerinduan mendalam kepada seseorang yang membuat kita tidak fokus melakukan hal lain.
Kenji: Aku biasa datang ke taman ini demi berlatih akting panggung. Aimi: Heh, kamu menargetkan jadi aktor profesional? Tapi, waktu kamu melamun menatap langit juga lama ya. Kenji: Haha, ya begitulah. Sekalian bersantai, aku sedang memikirkan rencana baru yang kuharapkan. Tanggalnya juga harus aku tentukan dulu. Aimi: Tapi, kalau tidak dipersiapkan dengan matang dulu, kamu bisa gagal lho saat pertunjukan asli!