🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara membandingkan objek dan membuat pilihan tegas dalam bahasa Jepang. Kamu juga akan menguasai kosakata penting untuk percakapan sehari-hari.
Setelah kamu berhasil mengungkapkan tujuan dan alasan di Bab 8, kini saatnya melangkah lebih jauh! Di Bab 9 ini, kamu akan belajar cara membandingkan berbagai hal dan membuat pilihan yang tepat, agar percakapanmu makin kaya dan mendalam.
• Menyatakan pilihan antara dua atau lebih objek/situasi menggunakan pola perbandingan yang tepat.
• Mengungkapkan keputusan mutlak atau pilihan tunggal yang tidak bisa ditawar lagi.
• Mendeskripsikan tindakan yang dilakukan dalam rentang waktu tertentu atau kondisi spesifik.
• Menggunakan kosakata penting untuk mendeskripsikan perbandingan dan pilihan dalam konteks sehari-hari.
Digunakan ketika ucapan seseorang memicu ingatan atau asosiasi spontan di kepala kita mengenai hal tersebut. Mirip seperti ungkapan 'Ngomong-ngomong soal...' atau 'Kalau bicara tentang...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Nihon no yuumei na kashu to ieba, dare wo omoikabemasu ka.
Kalau bicara tentang penyanyi terkenal Jepang, siapa yang langsung terlintas di pikiranmu?
Atarashii kagu to ieba, kono mise wa shinpuru de yasui desu.
Ngomong-ngomong soal furnitur baru, toko ini furniturnya sederhana dan murah.
Digunakan untuk menyatakan tindakan yang dilakukan selagi kondisi (dalam hal ini berkarakter Kata Sifat-Na) masih berlangsung atau sebelum kondisi tersebut berubah.
Contoh Kalimat (Examples)
Karada ga kenkou na uchi ni, iroiro na kuni wo ryokou shitai desu.
Selagi tubuh masih sehat (sehat = kenkou, na-adj), saya ingin jalan-jalan ke berbagai negara.
Shuui ga shizuka na uchi ni, youten dake wo shuuchuu shite oboemashou.
Selagi keadaan sekitar masih sepi (sepi = shizuka, na-adj), mari kita konsentrasi menghafal poin pentingnya saja.
Memiliki beberapa fungsi penting: menunjukkan penyebab suatu peristiwa (sering di kalimat pasif), menunjukkan sarana/alat, atau menyatakan arti 'tergantung pada (masing-masing)'.
Contoh Kalimat (Examples)
Hito ni yotte, kaiteki da to kanjiru heya no ondo wa chigaimu.
Tergantung orangnya, suhu ruangan yang dirasa nyaman itu berbeda-beda.
Ruuru ihan ni yoru toraburu wo kaiketsu suru tame ni, hiyou ga kakarimasu.
Untuk menyelesaikan masalah akibat (oleh karena) pelanggaran aturan, memerlukan biaya.
Memiliki dua arti utama: (1) Menunjukkan sikap yang ditujukan langsung 'kepada/terhadap' sesuatu, atau (2) Menunjukkan perbandingan kontras yang kuat antara dua hal ('berbeda dengan... / sementara...').
Contoh Kalimat (Examples)
Ano otoko no hito ni taishite, watashi wa shoushou fushinkan wo motte imasu.
Terhadap laki-laki itu, saya menyimpan sedikit rasa tidak percaya.
Ani ga oyogi ga tokui na no ni taishite, otouto wa mizu ni hairu no mo iyagarimasu.
Berbeda dengan sang kakak yang pandai berenang, sang adik bahkan benci untuk masuk ke dalam air.
Digunakan untuk menegaskan keyakinan subjektif pembicara yang sangat kuat. Rasanya seperti berkata 'pasti...', 'sudah tentu...', atau 'nggak mungkin salah lagi'.
Contoh Kalimat (Examples)
Sonna tanjun na shigoto, dare demo sugu ni akiru ni kimatte iru yo.
Pekerjaan yang sesederhana itu, sudah pasti siapa pun bakal cepat bosan.
Isshoukenmei ni junbi shita no dakara, subete umaku kaiketsu suru ni kimatte iru.
Karena sudah dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, sudah pasti semuanya akan beres dengan baik.
Memiliki arti 'sepanjang...' (jalan, sungai) atau 'mengikuti/sesuai dengan...' (rencana, pedoman, garis kebijakan).
Contoh Kalimat (Examples)
Manyuaru ni sotte, tsuchi ni ine wo ueru sagyou wo susumete kudasai.
Tolong lakukan proses menanam padi di tanah ini dengan mengikuti panduan manual.
Kawa ni sotte aruite idou sureba, maigo ni narimasen.
Jika kamu berpindah tempat dengan berjalan kaki menyusuri sungai, kamu tidak akan tersesat.
Digunakan untuk menyatakan melakukan sesuatu tanpa menyertakan hal yang biasanya ada atau esensial. Arti harfiahnya 'tanpa...', 'tidak memakai...', atau 'di luar dari...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Abura nuki no ifuku wa arimasen ga, abura nuki no shokuji nara i ni yasashii desu.
Tentu tidak ada pakaian tanpa minyak, tapi kalau makanan tanpa minyak, itu ramah bagi lambung.
Joudan wa nuki ni shite, kongo no katsudou no iji ni tsuite shinken ni kangaemashou.
Di luar bercanda (mari serius), mari kita pikirkan matang-matang soal mempertahankan kegiatan kita ke depan.
Target kanji minggu ini adalah kanji yang sering berkaitan dengan aturan, pemikiran, pergerakan, dan kepemilikan. Berikut adalah daftar kanjinya:
1. 規 (Aturan / Standar)
2. 覚 (Mengingat / Sadar)
3. 観 (Pandangan / Menonton)
4. 記 (Menulis / Catatan)
5. 訪 (Mengunjungi)
6. 許 (Mengizinkan)
7. 論 (Teori / Argumen)
8. 貧 (Miskin)
9. 資 (Modal / Aset)
10. 退 (Mundur / Keluar)
11. 進 (Maju)
12. 達 (Mencapai / Plural)
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Budaya 'Wasabi-nuki' dan Kustomisasi Makanan di Jepang
Di Jepang, makanan sering disajikan secara standar tanpa banyak modifikasi karena koki sangat menghargai keutuhan rasa yang sudah dirancang. Namun, penggunaan kata 'nuki' (ぬき) sangat lazim di kedai sushi. Jika kamu tidak menyukai rasa pedas menyengat dari pasta wasabi, kamu bisa memesan dengan berkata 'Wasabi-nuki de' (Tolong tanpa wasabi). Ini adalah salah satu modifikasi yang paling diterima secara sosial tanpa menyinggung perasaan sang koki!
Fokus pada Esensi: 'Youten' dalam Rapat Bisnis
Orang Jepang sangat menghargai efisiensi waktu saat rapat formal. Ungkapan 'Youten wo shiboru' (mempersempit fokus pada poin penting saja) sering digunakan agar pembicaraan tidak melantur. Ketika seseorang berkata 'Joudan wa nuki ni shite' (di luar bercanda/mari serius), itu adalah sinyal sosial yang kuat bahwa suasana harus segera berubah menjadi formal dan fokus.
Hana: Hei Kenji, kalau bicara tentang furnitur populer belakangan ini, desain yang seperti apa ya? Kenji: Hmm, sudah pasti desain yang minimalis dan sederhana. Kenapa memangnya? Hana: Sebenarnya, pas lagi belanja kemarin, lampu tokonya padam sekejap, dan aku sempat tersesat di kegelapan. Kenji: Eh, itu masalah yang tak disangka-sangka ya. Bisa teratasi? Hana: Iya. Begitu aku berpindah tempat dengan mengikuti lampu darurat di lantai, aku langsung bisa ke luar. Tapi bau di saat itu anehnya kok bau busuk ya, cuma bagian itu saja yang bikin aku penasaran. Kenji: Bau busuk? Well, di luar bercanda, syukurlah kamu selamat.