๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara mengungkapkan alasan dan penyebab dalam bahasa Jepang N3. Kuasai tata bahasa, kosakata, dan kanji penting untuk komunikasi yang lebih kaya.
Setelah kemarin kamu jago mengungkapkan perubahan dan transisi di Bab 5, sekarang kamu akan melangkah lebih jauh! Di Bab 6 ini, kamu akan diajak menyelami dunia 'kenapa' dan 'karena' dalam bahasa Jepang, membuka pintu untuk menjelaskan berbagai alasan dan penyebab dengan lebih mendalam.
โข Kamu bisa menjelaskan alasan suatu kejadian dengan nuansa penyesalan atau ketidaktahuan pasti menggunakan tata bahasa N3.
โข Kamu bisa mengungkapkan penyebab atau tujuan suatu tindakan secara formal.
โข Kamu bisa menceritakan keinginan atau harapan pihak ketiga dalam bahasa Jepang.
โข Kamu bisa menggunakan kosakata N3 terkait kondisi jalan, sifat, dan aktivitas sehari-hari.
โข Kamu bisa mengenali dan menulis 13 kanji target Bab 6.
Digunakan untuk menyatakan alasan yang tidak pasti atau kecurigaan subjektif tentang penyebab sesuatu (biasanya membawa hasil yang negatif). Bentuk penghubung: KK/KS-i (Biasa) + ใใใ, KS-na + ใช + ใใใ, KB + ใฎ + ใใใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Nettai no kikou no sei ka, tsune ni nemui kanji ga suru.
Mungkin karena iklim tropis, saya senantiasa merasa mengantuk.
Douro ga konde iru sei ka, torakku no touchaku ga okurete iru.
Mungkin gara-gara jalanan macet, kedatangan truknya terlambat.
Menyatakan bahwa setelah suatu tindakan dilakukan sekali, keadaan tersebut terus berlanjut tanpa ada perubahan atau tindakan selanjutnya yang diharapkan terjadi. Sering diterjemahkan 'sejak saat itu tidak...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Douryou wa dokushin da to itta kiri, jibun no hanashi wo shinai.
Rekan kerja saya sejak bilang dia lajang, tidak pernah menceritakan tentang dirinya lagi.
Ano torakku wa tonneru ni haitta kiri, dete konai.
Truk itu sejak masuk ke terowongan, tidak keluar-keluar lagi.
Menunjukkan bahwa suatu tindakan baru saja selesai dilakukan berdasarkan perasaan subjektif si pembicara, meskipun waktu sebenarnya mungkin sudah agak lama berlalu.
Contoh Kalimat (Examples)
Nichiyoubi ni doraibu ni shuppatsu shita bakari na noni, mou tsukarete shimatta.
Padahal baru saja berangkat berkendara pada hari Minggu, tetapi saya sudah merasa lelah.
Repooto wo teishutsu shita bakari dakara, mada kekka wa wakaranai.
Karena saya baru saja mengumpulkan laporan, hasilnya belum diketahui.
Digunakan untuk menyatakan keinginan atau kecenderungan dari orang ketiga (dia/mereka), bukan pembicara. 'ใใใฃใฆใใ' menunjukkan kondisi keinginan yang sedang berlangsung saat ini.
Contoh Kalimat (Examples)
Kodomo wa doubutsuen de tora wo mitagatte iru.
Anak-anak ingin melihat harimau di kebun binatang.
Kare wa atarashii kuruma no tokuchou wo shiritagatte iru.
Dia ingin mengetahui ciri khas/karakteristik mobil baru tersebut.
Memiliki dua arti utama: (1) Menyatakan sebab atau alasan yang logis, objektif, dan formal (sering untuk berita/kejadian buruk). (2) Menyatakan tujuan (demi/untuk). Hubungan: KB + ใฎ + ใใใซ, KK (Kamus/Bentuk Lampau) + ใใใซ.
Contoh Kalimat (Examples)
Tsuyoi nikkou no tame ni, kono nuno no iro ga kiete shimatta.
Karena sinar matahari yang kuat, warna kain ini menjadi pudar (hilang).
Saiban no junbi wo suru tame ni, ooku no jikan wo kaketa.
Demi mempersiapkan persidangan, saya menghabiskan banyak waktu.
Menyatakan (1) penyelesaian suatu tindakan secara tuntas, atau (2) penyesalan atas suatu kejadian yang tidak sengaja dilakukan atau tidak diinginkan.
Contoh Kalimat (Examples)
Donna ni ki wo tsuketemo, taisetsu na negai wo wasurete shimau.
Bagaimanapun saya berhati-hati, saya akhirnya terlanjur melupakan permintaan/harapan penting itu.
Nedan no teido wo kakunin sezu ni, takai hon wo katte shimatta.
Tanpa memastikan kisaran harganya, saya terlanjur membeli buku yang mahal.
Digunakan ketika ingin mencoba melakukan suatu tindakan untuk melihat bagaimana hasilnya atau situasinya setelah dicoba.
Contoh Kalimat (Examples)
Ii nioi ga suru node, sono tabemono wo hitokuchi tabete mita.
Karena aromanya enak, saya mencoba memakan satu suap makanan itu.
Doutokuteki na mondai ni tsuite, douryou to hanashiatte miru.
Saya akan mencoba berdiskusi dengan rekan kerja mengenai masalah moral.
Berikut adalah kanji yang dipelajari pada bab ini: ๆถ (Padam/Hilang), ๆทฑ (Dalam), ๆธก (Menyeberang), ๆบ (Penuh), ๆผ (Pentas/Main), ็น (Titik/Nilai), ็ถ (Kondisi/Surat), ็ฑ (Alasan/Sebab), ็ณ (Mengatakan/Hormat), ็ (Tinggal/Menahan), ็ฒ (Lelah), ็ป (Mendaki), ็ด (Segera/Memperbaiki). Detail stroke order dan latihan menulis dapat dieksplorasi di halaman Kanji khusus.
Budaya Keigo dan Ungkapan Permintaan 'Choudai'
Kata '้ ๆด (ใกใใใ ใ - choudai)' secara harfiah berarti menerima sesuatu dengan hormat. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan wanita, anak-anak, atau situasi santai, kata ini sering digunakan sebagai bentuk kasual untuk meminta sesuatu, mirip dengan 'kudasai' tetapi dengan nuansa yang lebih ramah dan akrab.
Rekan A: Akhir-akhir ini kamu kelihatan lelah ya. Apakah ada pekerjaan yang berat? Rekan B: Iya, saya baru saja menulis laporan yang harus dikumpulkan hari Minggu, jadinya kurang tidur. Rekan A: Begitu ya. Proyek baru itu, semuanya memang ingin mengerjakannya, tapi jangan memaksakan diri ya. Rekan B: Terima kasih. Liburan besok saya akan mencoba makan makanan yang enak.