๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai cara mengungkapkan perasaan mendalam dan penyebab kejadian di Bab 29 NihongoRoute. Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang N3 kamu lewat pemahaman tata bahasa psikologis yang praktis.
Kemarin kamu sudah sukses menggambarkan tampilan fisik dan sensasi sensorik di Bab 28. Sekarang, mari melangkah lebih jauh di Bab 29 untuk memahami alasan di balik emosi serta kondisi psikologismu. Kamu akan belajar mengungkapkan perasaan terdalam dan penyebab suatu kejadian secara alami.
โข Kamu bisa mengungkapkan emosi atau sensasi fisik yang sangat kuat dan tidak tertahankan menggunakan pola ~shikata ga nai dan ~tamaranai.
โข Kamu bisa menjelaskan penyebab atau latar belakang dari suatu kondisi psikologis dan sosial secara logis.
โข Kamu bisa menggunakan kosakata N3 bertema psikis, alam, dan sosial dalam percakapan sehari-hari.
โข Kamu bisa mengenali serta menulis kanji N3 bertema pergerakan dan kondisi fisik.
Digunakan untuk mengekspresikan perasaan, emosi, atau kondisi fisik alami yang sangat kuat dan tidak bisa ditahan atau dikendalikan oleh pembicara. Sering digunakan dengan kata sifat yang mengekspresikan emosi atau kondisi fisik. Subjek umumnya adalah orang pertama.
Contoh Kalimat (Examples)
Goukaku dekite, ureshikute shikata ga nai.
Sangat gembira karena bisa lulus.
Nankagetsu mo ame ga furanai node, noumin-tachi wa tenkou wo shinpai shite shikata ga nai.
Karena hujan tidak turun berbulan-bulan, para petani sangat mencemaskan cuaca.
Mirip dengan ~shikata ga nai, pola ini menunjukkan bahwa pembicara merasakan sesuatu (emosi, keinginan, sensasi fisik) yang sangat kuat hingga tidak tertahankan lagi. Nuansanya cenderung lebih subjektif dan emosional.
Contoh Kalimat (Examples)
Mushiba ga itakute tamaranai node, nantoka hayaku haisha ni ikitai.
Karena sakit gigi tidak tertahankan, bagaimanapun juga saya ingin segera pergi ke dokter gigi.
Kanojo ga kureta subarashii houseki wo nakushite shimai, kuyashikute tamaranai.
Saya kehilangan permata indah yang dia berikan, rasanya sangat menyesal sampai tidak tahan.
Digunakan untuk memberikan beberapa contoh (N1, N2) yang mewakili kategori umum yang lebih besar (N3). Setara dengan 'seperti' atau 'misalnya'.
Contoh Kalimat (Examples)
Ume ya sakura to itta nihon no hana wa, ooku no hito ni aisarete imasu.
Bunga Jepang seperti plum (ume) dan sakura dicintai oleh banyak orang.
Nisankatanso ya haikigasu to itta osen busshitsu ga, chikyuu ondanka no gen'in da.
Zat pencemar seperti karbon dioksida dan gas buang adalah penyebab pemanasan global.
Digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu hal diciptakan, ditulis, atau dikembangkan dari bahan dasar, fakta, data, atau pengalaman nyata tertentu. 'Moto' di sini berarti dasar/pondasi.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono eiga wa, touji no noumin-tachi no seikatsu wo moto ni tsukurareta.
Film ini dibuat berdasarkan kehidupan para petani pada saat itu.
Kagaku no kenkyuu deeta wo moto ni, sono genshou wo kaishaku shita.
Menafsirkan fenomena tersebut berdasarkan data penelitian kimia.
Partikel akhir percakapan kasual yang digunakan untuk menyatakan alasan atau pembenaran diri, sering kali dengan nuansa merajuk, manja, atau mencari simpati. Sangat umum digunakan oleh anak-anak atau wanita.
Contoh Kalimat (Examples)
Datte, ano mise no keeki no kakaku ga takasugiru ndamon.
Soalnya, harga kue di toko itu kemahalan sih!
Shoujiki ni hanashitaku nakatta ndamon. Okorareru no ga kowakatta kara.
Soalnya sejujurnya aku nggak mau cerita sih. Habisnya aku takut dimarahi.
Menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu berada dalam kondisi yang agak condong ke arah negatif, meskipun belum sepenuhnya parah. Sering digunakan untuk kondisi fisik atau mental.
Contoh Kalimat (Examples)
Saikin, doksho busoku gimi na node, hon wo takusan kau koto ni shita.
Belakangan ini karena saya agak kurang membaca buku, saya memutuskan untuk membeli banyak buku.
Netsu ga aru no ka, hitai ni te wo ateru to sukoshi atsui gimi ga suru.
Apakah demam ya, begitu menempelkan tangan di dahi rasanya agak hangat.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Mengenal 'ๆ็บ' (ใใ) dan Cara Meminta Maaf
Di Jepang, ketika kesalahan terjadi, menyalahkan orang lain dengan kata ๆ็บ (ใใ - gara-gara) dianggap kurang sopan jika diucapkan langsung secara kasar. Sebaliknya, orang Jepang sering ่จดใใ (ใใฃใใใ - mengeluhkan/mengadu) ketidaknyamanan secara halus untuk menjaga keharmonisan kelompok.
Keramahan di Pedesaan Jepang
Di daerah terpencil, kehidupan mungkin terlihat ็ฒๆซ (ใใพใค - sederhana/bersahaja). Namun, setiap kali (ๅบฆ - ใใณ) ada pendatang baru, mereka menyambutnya dengan hangat. Daerah yang awalnya sepi bisa ๆใ (ใชใ - bertransformasi/terwujud) menjadi penuh ๆดปๆฐ (ใใฃใ - semangat/kegairahan) berkat interaksi sosial yang erat.
Kenji: Lewat tahun dan bulan yang panjang, akhirnya data dari satelit tiba! Aoi: Benarkah? Begitu mendengar kabar itu, badanku gemetar karena senang. Dengan ini, hipotesis kita terbukti secara resmi ya. Kenji: Benar. Hanya saja, bagian tepi di pesisir sungai mengalami masalah akibat polusi yang parah. Aoi: Setiap orang harus peduli pada masalah lingkungan. Tapi, bagaimanapun juga masih ada harapan untuk menyelesaikannya.