🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara mengekspresikan tampilan fisik dan sensorik bahasa Jepang N3 di Bab 28. Kuasai tata bahasa penting dan kosakata baru untuk percakapan yang lebih natural.
Setelah sukses menguasai cara menyatakan keadaan dan perkembangannya di Bab 27, sekarang saatnya kamu belajar menggambarkan tampilan luar serta apa yang kamu rasakan di Bab 28. Di bab ini, kamu akan melatih kepekaan bahasa untuk mengekspresikan detail kondisi fisik, sosial, dan keputusan matang dengan lebih alami.
• Kamu dapat mengenali dan menggunakan 12 Kanji baru serta 34 kosakata terkait kondisi fisik dan sosial.
• Kamu dapat mengekspresikan sifat atau tampilan yang menyerupai sesuatu menggunakan akhiran '~ppoi'.
• Kamu dapat menyatakan keputusan yang diambil setelah pertimbangan matang menggunakan pola 'ta/no ue de'.
• Kamu dapat menggambarkan kesan sensorik dan tampilan luar suatu hal secara mendetail dalam komunikasi sehari-hari.
Digunakan ketika ingin menyatakan bahwa tindakan kedua dilakukan setelah tindakan pertama diselesaikan dengan matang atau setelah melakukan pertimbangan/persiapan terlebih dahulu. Ini adalah pola formal yang sering digunakan dalam dunia kerja atau situasi serius.
Contoh Kalimat (Examples)
Kazoku to soudan shita ue de, moushikomu kadouka kimemasu.
Setelah berdiskusi dengan keluarga, saya baru akan memutuskan apakah akan mendaftar atau tidak.
Chousa no kekka no ue de, kongo no keikaku wo tatemashou.
Setelah (melihat) hasil investigasi, mari kita susun rencana ke depan.
Menyatakan sifat atau karakteristik yang menyerupai sesuatu, atau kecenderungan untuk mudah melakukan sesuatu. Sering kali memiliki nuansa negatif atau tidak diinginkan (misalnya: kekanak-kanakan, mudah lupa).
Contoh Kalimat (Examples)
Kare no taido wa itsumo kodomoppoi.
Sikapnya selalu kekanak-kanakan (seperti anak kecil).
Kono shinsen na juusu wa sukoshi mizuppoi desu ne.
Jus segar ini agak encer (seperti kebanyakan air) ya.
Digunakan untuk menyatakan pengandaian situasi yang cukup serius atau khusus. Artinya 'jika situasinya menjadi...' atau 'apabila sudah saatnya...'. Biasanya diikuti oleh konsekuensi atau tindakan penting.
Contoh Kalimat (Examples)
Dantai de booto ni noru to nareba, koochi no shiji ni shitagawanakereba naranai.
Jika naik perahu secara berkelompok, maka kita harus mematuhi instruksi pelatih.
Ikka wo tasukeru to nareba, kanari no hiyou ga hitsuyou da.
Jika harus membantu satu keluarga penuh, maka biaya yang cukup besar akan diperlukan.
Menunjukkan keadaan pasrah di mana pembicara tidak memiliki alternatif cara atau pilihan lain selain melakukan tindakan yang disebutkan tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Yotto no sousa houhou ga wakaranai node, puro ni yuzuru yori hoka wa nai.
Karena tidak tahu cara mengoperasikan yacht, tidak ada pilihan lain selain menyerahkannya kepada profesional.
Itami ga hikanai nara, byouin he iku yori hoka wa nai.
Jika rasa sakitnya tidak kunjung reda, tidak ada pilihan lain selain pergi ke rumah sakit.
Digunakan untuk menumpuk dua informasi yang bernada setara (sama-sama positif atau sama-sama negatif). Berarti 'bukan hanya..., tetapi ditambah lagi dengan...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo wa majime na ue ni, yuumoa no sensu mo aru.
Selain serius/sungguh-sungguh, dia juga memiliki selera humor.
Kono gurando wa hiroi ue ni, setsubi mo atarashii.
Lapangan ini selain luas, fasilitasnya juga baru.
Pola akhiran (sufiks) kata kerja yang menunjukkan gerakan masuk secara fisik ke dalam sesuatu (misal: melompat masuk, menulis ke dalam), atau tindakan yang dilakukan secara mendalam/sungguh-sungguh (misal: berpikir keras, percaya penuh).
Contoh Kalimat (Examples)
Nayamigoto ni tsuite, hitori de kangaekonde shimatta.
Saya malah merenung/berpikir dalam-dalam sendirian mengenai masalah yang dihadapi.
Moushikomisho ni juusho to namae wo kakikomimasu.
Saya menuliskan (memasukkan tulisan) nama dan alamat pada formulir pendaftaran.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Etiket Kursi Prioritas di Jepang (譲る - Yuzuru)
Di Jepang, tindakan mengalah atau memberikan kursi (譲る - yuzuru) kepada yang lebih membutuhkan di kereta sangat dihargai. Namun, beberapa orang lanjut usia terkadang menolak karena merasa masih cukup bertenaga. Oleh karena itu, menawarkan dengan sopan tanpa membuat mereka merasa 'tua' adalah seni komunikasi tersendiri di Jepang.
Budaya Makeup (化粧 - Keshou) di Jepang
Makeup bagi wanita, bahkan kini sebagian pria di kota besar Jepang, dianggap sebagai bagian dari etiket bersosialisasi yang menunjukkan profesionalitas. Pergi ke kantor atau acara formal tanpa merias wajah (ノーメイク - no meiku) terkadang dipandang kurang sopan dalam dunia kerja Jepang.
Sari: Sikapnya akhir-akhir ini agak tidak wajar ya? Ken: Iya, selain dandanannya tebal, entah kenapa dia jadi kelihatan agak dewasa ya. Sari: Katanya dia dan saudara perempuannya kerja jadi model. Tapi kalau menyentuh topik itu dia marah. Ken: Benarkah? Kita harus bicara setelah menyelidikinya secara hati-hati ya. Sebaliknya, mungkin itu cuma rumor belaka.