๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di Bab 15 ini, kamu akan menguasai pola tata bahasa JLPT N3 untuk menyatakan target, arah perubahan, dan kondisi. Tingkatkan kemampuanmu dalam mengekspresikan tujuan, tren, serta keputusan penting dalam bahasa Jepang.
Di Bab 14, kamu sudah berhasil menguasai cara menyampaikan kabar dan dugaan. Nah, sekarang di Bab 15: 'Target dan Arah' (ๅฏพ่ฑกใจๆนๅๆง), kamu akan belajar bagaimana mengungkapkan tujuan, arah tindakan, dan perubahan kondisi dengan lebih jelas, membuat percakapanmu makin detail dan hidup!
โข Kamu bisa mengungkapkan tujuan atau target dari suatu tindakan dengan jelas.
โข Kamu bisa menjelaskan arah perubahan atau tren suatu kondisi, baik yang terus meningkat maupun menurun.
โข Kamu bisa menyatakan keputusan tegas atau tekad bulat yang sudah kamu ambil.
โข Kamu bisa memahami dan menggunakan pola kalimat untuk pengandaian arah dalam percakapan sehari-hari.
Digunakan untuk menyatakan dugaan yang kuat berdasarkan apa yang dilihat atau didengar secara langsung. Selain itu, pola ini juga dipakai untuk perumpamaan (seolah-olah mirip dengan sesuatu). Pola ini sangat kasual jika dibandingkan dengan '๏ฝใใใ ' (you da) yang bernuansa lebih formal dan tertulis.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano hito wa boushi o kabutte iru kara, marude tantei mitai da.
Orang itu memakai topi, jadi dia tampak seperti seorang detektif.
Kanojo wa tesuto no kekka o mite, gakkari shita mitai desu.
Sepertinya dia kecewa setelah melihat hasil ujiannya.
Menyatakan tujuan atau target tindakan ('agar...' atau 'supaya...'). Berbeda dengan '~tame ni' yang digunakan untuk aksi dengan kemauan penuh (volitional), '~you ni' dipasangkan dengan kata kerja non-volitional (seperti bentuk potensial atau negatif) untuk menunjukkan keadaan akhir yang diharapkan terwujud.
Contoh Kalimat (Examples)
Kikai ga koshou shinai you ni, mainichi shikkarito kansatsu shite kudasai.
Amati dengan baik setiap hari agar mesin tidak mengalami kerusakan.
Kankyaku no minasama ga kyougi o tanoshimeru you ni, isshoukenmei junbi shimasu.
Kami bersiap dengan giat agar para penonton dapat menikmati pertandingan.
Jika digunakan dalam bentuk pengandaian negatif/positif lampau (~eba/tara yokatta), tata bahasa ini menyatakan penyesalan terhadap sesuatu yang tidak dilakukan atau dilakukan di masa lalu (artinya: 'seharusnya...'). Jika digunakan langsung dengan kata kerja bentuk -te (~te yokatta), artinya menyatakan kelegaan/rasa syukur atas sesuatu yang telah terjadi.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano toki ni sono kigyou no kabu o katte okeba yokatta.
Seharusnya saat itu aku membeli saham perusahaan tersebut (nyatanya tidak membeli).
Chokusetsu osewa ni natta kyoushi ni kansha o tsutaerarete yokatta.
Syukurlah saya bisa menyampaikan rasa terima kasih langsung kepada guru yang telah membimbing saya.
Digunakan untuk mengambil satu contoh utama yang paling mewakili kelompoknya, kemudian diikuti oleh contoh-contoh lain yang setara. Sering digunakan pada situasi formal seperti pidato, berita, atau tulisan bisnis.
Contoh Kalimat (Examples)
Gichou o hajime to shite, kaigi ni shusseki shita katagata wa mina sono iken ni sansei shita.
Dimulai dari ketua sidang, orang-orang yang menghadiri rapat semuanya menyetujui opini tersebut.
Kono chiiki ni wa, kankouchi o hajime to suru ooku no yuumei na basho ga arimasu.
Di wilayah ini, ada banyak tempat terkenal yang dimulai dari tempat pariwisatanya.
Menyatakan bahwa suatu kondisi terus-menerus berubah ke satu arah tanpa henti. Kebanyakan digunakan untuk perubahan yang mengarah ke hal buruk atau penurunan, meskipun kadang bisa netral atau positif. Kata kerja yang biasa dipasangkan adalah kata kerja perubahan seperti fueru (bertambah), heru (berkurang), waruku naru (memburuk).
Contoh Kalimat (Examples)
Kono jiken ni kanren suru nyuusu no sei de, watashi no kioku wa konran suru ippou da.
Gara-gara berita yang berkaitan dengan kasus itu, ingatan saya terus-menerus menjadi kacau.
Nani mo shinaide houchi shite iru to, kizu wa akka suru ippou desu.
Jika dibiarkan tanpa melakukan apa pun, luka itu akan terus memburuk.
Artinya 'karena...' atau 'kini setelah...'. Digunakan untuk menunjukkan tekad kuat, kewajiban moral, atau keputusan mutlak pembicara setelah suatu syarat terpenuhi atau keputusan telah diambil. Nuansanya sangat formal dan tegas, mirip dengan pola '๏ฝใใใซใฏ' (kara ni wa).
Contoh Kalimat (Examples)
Kono shigoto no junbi ga kanryou shita ue wa, watashitachi wa zenryoku o tsukushite jikkou suru nomi da.
Kini setelah persiapan pekerjaan ini rampung, kita hanya perlu mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjalankannya.
Minna kara kitai sarete iru ue wa, tochuu de akirameru wake ni wa ikanai.
Karna sudah diharapkan oleh semua orang, saya tidak boleh menyerah di tengah jalan.
Berikut adalah kanji target untuk bab ini. Detail urutan goresan (stroke order) dan detail bacaan onyomi/kunyomi dapat dieksplorasi di modul Kanji utama:
1. ๅช (Berusaha)
2. ๅด (Kerja keras)
3. ๅ (Tugas / kewajiban)
4. ๅ (Menang)
5. ๅค (Bekerja / tugas)
6. ๅ (Sederhana / tunggal)
7. ๅฑ (Bahaya)
8. ๅ (Asal / padang rumput)
9. ๅ (Ikut serta / berkunjung)
10. ๅ (Menentang / berbalik)
11. ๅ (Memperoleh / menyimpan)
12. ๅ (Menerima)
Etiket Mengucapkan Terima Kasih (Kansha) dalam Dunia Bisnis Jepang
Di lingkungan korporasi atau perusahaan (ไผๆฅญ - kigyou) Jepang, menyampaikan apresiasi atau rasa syukur (ๆ่ฌ - kansha) bukan sekadar basa-basi sosial, melainkan bagian krusial dari etiket bisnis. Kata seperti 'Arigatou gozaimasu' sering kali dimodifikasi menjadi ungkapan yang lebih formal seperti 'Kansha itashimasu' atau 'Orei็ณใไธใใพใ' (Orei moushiagemasu) saat berbicara dengan pihak eksternal atau atasan. Memahami arah hierarki dan target lawan bicara sangat penting agar pesan kita dinilai sopan dan tidak menyinggung perasaan para hadirin atau orang-orang (ๆนใ - katagata) yang dihormati.
Kenji (Teknisi): Yuka-san, sepertinya persiapan pengembangan robot baru sudah rampung, ya. Yuka (Guru/Instruktur): Iya. Tapi, setelah membaca artikel terkait cara pemanfaatan mesin ini, firasat saya mengatakan masih ada celah untuk perbaikan. Kenji (Teknisi): Begitu ya. Dokumen yang berhubungan dengan proyek ini ada banyak sekali sampai-sampai sulit menghitungnya. Mari kita terus lakukan penyesuaian agar memenuhi ekspektasi para jajaran direksi, dimulai dari presiden direktur. Yuka (Guru/Instruktur): Ya, karena kita sudah menyanggupinya, saya ingin menyelesaikan model yang sempurna. Saya tidak ingin gagal lalu membuat para penonton kecewa.