๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari tata bahasa JLPT N3 untuk mengungkapkan kabar dan dugaan dalam bahasa Jepang. Kuasai pola seperti 'ni kimatte iru' dan 'you da' agar percakapanmu makin natural.
Setelah di Bab 13 kamu jago mengevaluasi dan menyampaikan tingkat sesuatu, sekarang yuk kita naik level! Di Bab 14 ini, kamu akan belajar bagaimana menyampaikan kabar yang kamu dengar atau bahkan membuat dugaan cerdas berdasarkan situasi yang ada, layaknya penutur asli bahasa Jepang.
โข Kamu bisa mengungkapkan keyakinan atau kepastian kuat tentang suatu hal dalam percakapan.
โข Kamu mampu membandingkan suatu ekspektasi dengan kenyataan yang bertolak belakang menggunakan pola 'noni' dan 'wari ni'.
โข Kamu dapat menyampaikan dugaan atau perkiraan yang logis berdasarkan situasi yang kamu lihat atau dengar.
โข Kamu bisa menjelaskan tindakan berpura-pura dalam berbagai konteks sehari-hari.
Digunakan ketika pembicara merasa sangat yakin tentang suatu hal berdasarkan fakta objektif maupun subjektif. Berarti 'pasti', 'sudah sewajarnya', atau 'tidak salah lagi'. Bentuk kasual dari ใซ้ใใชใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa konya uisukii o nomu ni kimatte iru.
Dia pasti akan minum wiski malam ini (sudah menjadi kebiasaan mutlaknya).
Sonna ni hataraitara, byouki ni naru ni kimatte iru.
Jika kamu bekerja sekeras itu, kamu pasti akan sakit.
Berarti 'padahal' atau 'meskipun'. Digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang bertentangan dengan ekspektasi umum. Sering kali mengandung nuansa penyesalan, kekecewaan, kejengkelan, atau keterkejutan dari pembicara.
Contoh Kalimat (Examples)
Ofisu ni iru noni, shigoto no meeru o mattaku minai.
Padahal dia ada di kantor, tapi sama sekali tidak melihat email pekerjaan.
Isshoukenmei benkyou shita noni, fugoukaku ni natte shimatta.
Padahal sudah belajar sekuat tenaga, tetapi malah tidak lulus.
Digunakan saat seseorang berpura-pura atau membuat gestur seolah-olah dalam kondisi tertentu, padahal kenyataannya tidak demikian. Kata kerja menggunakan bentuk biasa (plain form), sedangkan kata sifat-na menggunakan 'na' dan kata benda menggunakan 'no'.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano kaiin wa kaikei no toki ni kaado o wasureta furi o shita.
Anggota itu berpura-pura lupa membawa kartu saat pembayaran kasir.
Kare wa subete o shitte iru furi o shite iru ga, jitsu wa nani hitotsu shiranai.
Dia berpura-pura tahu segalanya, padahal sebenarnya tidak tahu satu pun.
Menunjukkan dugaan subjektif pembicara berdasarkan bukti fisik yang langsung terlihat atau dirasakan oleh pancaindra. Berarti 'sepertinya', 'tampaknya', atau 'kelihatannya'.
Contoh Kalimat (Examples)
Sora ga kuraku natte, ima ni mo ame ga furidasu you da.
Langit menjadi gelap, sepertinya hujan akan turun kapan saja.
Ano ousama wa kashin tachi o fukaku shinrai shite iru you da.
Sang Raja tampaknya sangat mempercayai para pengikutnya.
Menyatakan ketidakseimbangan antara fakta dengan standar wajar yang diantisipasi. Berarti 'dibandingkan dengan...', 'mengingat...', atau 'meskipun... namun ternyata...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono ushi wa esa o takusan taberu wari ni wa, amari ookiku naranai.
Sapi ini makan banyak pakan, tetapi badannya tidak tumbuh menjadi begitu besar (tidak sebanding dengan jumlah makannya).
Amari benkyou shinakatta wari ni wa, ii tensuu o toru koto ga dekita.
Dibandingkan fakta bahwa dia tidak terlalu banyak belajar, dia berhasil mendapatkan nilai yang bagus.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Diplomasi & Tata Krama Jepang (ๅคไบค)
Di Jepang, diplomasi atau hubungan interpersonal sangat mengedepankan prinsip 'Wa' (Harmoni). Komunikasi tidak langsung (aimai) sering digunakan demi menjaga perasaan lawan bicara dan menghindari penolakan secara terang-terangan. Mempelajari cara meraba situasi (kuuki o yomu) adalah bagian penting dari kebudayaan sosial di Jepang.
A: Sebenarnya ada apa? Sepertinya hujan akan turun kapan saja. Apakah rapat hari ini ditunda? B: Ya. Karena ini rapat tentang penelitian luar angkasa, demi tidak membuang-buang energi semua orang juga, mari kita adakan di hari lain.