๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari tata bahasa N2 untuk standar penilaian dan ungkapan formal bahasa Jepang. Tingkatkan kemampuan komunikasimu ke level profesional dengan materi praktis ini.
Setelah sukses menguasai pengandaian di Bab 5, sekarang kamu akan belajar cara menetapkan standar dan memakai istilah penyebutan formal. Bab ini dirancang agar kamu makin percaya diri saat mengevaluasi sesuatu serta berbicara di situasi bisnis resmi.
โข Kamu mampu membandingkan dan menilai sesuatu berdasarkan standar formal N2.
โข Kamu mampu menyatakan pengecualian dalam situasi resmi secara tepat.
โข Kamu mampu menggunakan variasi kata atau istilah penyebutan alternatif untuk memperhalus maksud.
โข Kamu mampu menyesuaikan ekspresi bahasa Jepang sesuai dengan tingkat formalitas keadaan.
Berarti 'sesuai dengan kapasitas/gaya tersendiri'. Mengindikasikan bahwa subjek melakukan sesuatu semaksimal mungkin dalam batas kemampuan atau kondisi yang dimilikinya. Meskipun standarnya tidak ideal bagi orang lain, hal itu sudah cukup sebanding dengan kondisinya.
Contoh Kalimat (Examples)
Kodomo wa kodomo nari ni, isshoukenmei kangaete koudou shite imasu.
Anak-anak pun berpikir dan bertindak sekuat tenaga dengan caranya sendiri.
Watashi wa watashi nari ni konkai no iten keikaku ni tsuite kangaemashita.
Saya telah memikirkan rencana relokasi kali ini dengan cara saya sendiri.
Mirip dengan bentuk di atas, tetapi 'ใชใใฎ' berfungsi memodifikasi kata benda langsung di belakangnya. Menyatakan 'porsi/cara khas yang sesuai dengan keterbatasan atau posisi yang dimiliki'.
Contoh Kalimat (Examples)
Keiken ga asai nara asai nari no yarikata ga aru hazu desu.
Jika pengalaman Anda masih dangkal, pasti ada metode kerja yang sesuai dengan keterbatasan tersebut.
Ano hito wa kare nari no kotobadzukai de kansha o tsutaeyou to shite ita.
Orang itu mencoba menyampaikan rasa terima kasihnya dengan cara berbicara khas dirinya sendiri.
Digunakan ketika menghadapi peristiwa penting atau formal. 'ใซใใใฃใฆ' bermakna 'menjelang/saat melakukan persiapan', sedangkan 'ใซ้ใใฆ' bermakna 'pada momen terjadinya'. Keduanya merupakan bentuk formal yang sering digunakan dalam pidato atau penulisan dokumen resmi.
Contoh Kalimat (Examples)
Shin jigyou o kaishi suru ni atatte, juubun na shikin o youi shinakereba naranai.
Saat akan memulai bisnis baru, kita harus menyiapkan modal yang cukup.
Yuukoukoku no daihyou o omukae suru ni saishite, shitsurei no nai you junbi shita.
Saat menyambut perwakilan negara sahabat, kami bersiap agar tidak melakukan ketidaksopanan.
Menunjukkan tempat, waktu, bidang, atau situasi di mana suatu peristiwa terjadi. Merupakan bentuk formal dari partikel 'ใง' (di/pada) dan 'ใซใใใ' digunakan sebelum kata benda (di dalam/pada).
Contoh Kalimat (Examples)
Kenkyuu happyou wa, daiichi ousetsushitsu ni oite okonawaremasu.
Presentasi penelitian akan diadakan di ruang tamu pertama.
Gendai no nihon ni okeru saidai no mondaiten ni tsuite hanashiatta.
Kami berdiskusi mengenai poin permasalahan terbesar di Jepang zaman modern.
Berarti 'menjawab/memenuhi'. Digunakan dengan kata benda seperti harapan (ๆๅพ ), permintaan (่ฆๆ), tuntutan (่ฆๆฑ), atau suara masyarakat untuk menunjukkan bahwa subjek mengambil tindakan demi memenuhi hal tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Kokumin no youbou ni kotaete, seifu wa yakan patorooru o kyouka shita.
Menjawab tuntutan rakyat, pemerintah memperkuat patroli malam hari.
Dokusha no atsui kitai ni kotaete, sono koramu ga shosekika sareta.
Memenuhi harapan hangat para pembaca, kolom tersebut akhirnya dibukukan.
Bentuk formal dari 'ใ ใใงใชใ'. Menyatakan 'tidak hanya X, tetapi juga Y'. Y biasanya merupakan hal yang memiliki intensitas atau cakupan yang setara atau bahkan lebih luas dari X.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono yuuryou shisetsu wa, kodomotachi no rika kyouiku nomi narazu, otona mo tanoshimeru.
Fasilitas berbayar ini tidak hanya untuk edukasi sains anak-anak, tetapi juga dapat dinikmati oleh orang dewasa.
Kono yakuhin wa kokunai nomi narazu, kaigai demo hiroku shiyou sainte iru.
Obat/bahan kimia ini tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga dipakai secara luas di luar negeri.
Menyatakan 'tanpa menyertakan / kesampingkan saja'. Digunakan saat ingin mengeluarkan suatu elemen (seperti basa-basi, formalitas, atau kekhawatiran tertentu) agar fokus pada kegiatan inti.
Contoh Kalimat (Examples)
Maeoki wa nuki ni shite, mazu wa kono shorui no youshi o oshiete kudasai.
Singkirkan basa-basinya, pertama-tama tolong beri tahu saya garis besar dokumen ini.
Shigoto no muzukashii mondou wa nuki ni shite, konya wa kingyo no iru izakaya de tanoshimou.
Kesampingkan debat pekerjaan yang sulit, malam ini mari bersenang-senang di kedai minum yang ada ikan mas kokinya.
Menyatakan hal yang sama sekali 'tidak boleh / tidak pantas dilakukan' dilihat dari sudut pandang moral, posisi sosial, atau profesi seseorang. Biasanya melekat pada bentuk kamus kata kerja seperti 'ใใใพใใ' (tidak boleh ada) atau 'ใใใพใใ' (tidak boleh dilakukan).
Contoh Kalimat (Examples)
Shimin no anzen o mamorubeki yakunin toshite, aru majiki bougen da.
Sebagai pejabat pemerintah yang bertugas menjaga keselamatan warga, perkataan kasar itu sungguh tidak pantas diucapkan.
Shikenchuu ni kanningu suru to wa, gakusei ni aru majiki koui de ari rakudai subeki da.
Menyontek saat ujian adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang siswa dan sudah sepantasnya untuk tidak lulus.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Standardisasi Pilihan Kata (Kotobadzukai)
Di Jepang, pilihan kata (่จ่้ฃใ) mencerminkan kepribadian dan martabat seseorang. Penggunaan frasa yang kurang tepat dalam bisnis dianggap sebagai 'ใใใพใใ่ก็บ' (tindakan tidak pantas). Penggunaan tata bahasa seperti 'ใซใใใฃใฆ' atau 'ใซ้ใใฆ' sangat lumrah saat memberikan pidato resmi di depan para mitra bisnis untuk menunjukkan rasa hormat.
Budi: Kenji-san, saat bersiap pindah ke kantor baru, kita harus lebih memperhatikan pemilihan kata kita ya. Kenji: Betul sekali. Saat bertemu dengan pejabat dari mitra bisnis kita, pilihan kata yang kasar adalah tindakan yang tidak pantas sebagai anggota masyarakat profesional. Budi: Baik. Saya telah merangkum poin-poin penting di buku saku saya. Saya akan membagikannya ke semua orang tanpa pengecualian. Kenji: Terima kasih. Mari kesampingkan aturan yang terlalu detail, mari kita konfirmasi alur keseluruhannya terlebih dahulu.