🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang N2 kamu dengan menguasai konsep sebab-akibat dan ekspresi pasrah di Bab 33 NihongoRoute. Nikmati pembelajaran praktis lengkap dengan kosakata baru, kanji, dan kuis evaluasi mandiri.
Setelah sukses menguasai cara bertahan dengan berbagai alasan di Bab 32, kini kamu siap melangkah lebih jauh di Bab 33 untuk memahami hubungan sebab-akibat yang lebih mendalam. Di bab ini, kamu akan mempelajari cara menganalisis logika sebab-akibat sekaligus mengungkapkan rasa pasrah saat menghadapi situasi tertentu menggunakan pola bahasa N2.
• Menyatakan kesimpulan logis berdasarkan sudut pandang tertentu memakai tata bahasa からいうと.
• Mengungkapkan tindakan yang tetap berjalan tanpa memedulikan sekitar menggunakan pola をよそに.
• Menggunakan 42 kosakata baru tingkat N2 secara tepat dalam percakapan kerja maupun simulasi ujian.
• Menganalisis nuansa sebab-akibat dan ekspresi pasrah melalui latihan dialog dan kuis interaktif.
Digunakan untuk menarik kesimpulan atau menyatakan penilaian berdasarkan sudut pandang tertentu atau bukti yang ada. Berarti 'dilihat dari...', 'menilai dari...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare no kore made no kōseki kara iu to, konkai no shōshin wa tōzen no koto da.
Dilihat dari prestasinya selama ini, promosi kali ini adalah hal yang wajar.
Shasetsu no kakikata kara itte, kono hissha wa seifu ni bihanteki da.
Menilai dari cara penulisan tajuk rencana, penulis ini bersikap kritis terhadap pemerintah.
Menunjukkan situasi di mana seseorang berniat melakukan sesuatu, tetapi akhirnya kesempatan itu lewat begitu saja dan berakhir tanpa pernah melakukannya. Menyiratkan nuansa penyesalan.
Contoh Kalimat (Examples)
Ryūgaku-chū ni kakuchi o ryokō shitakatta ga, kekkyoku isogashikute dokoko ni mo ikazujimai datta.
Saya ingin bepergian ke berbagai daerah selama belajar di luar negeri, tetapi pada akhirnya berakhir tanpa pergi ke mana pun karena sibuk.
Akogare no sakusha ni intabyū suru kikai ga atta noni, kinchō shite nani mo kikezujimai ni owatta.
Padahal ada kesempatan mewawancarai penulis idola saya, tetapi berakhir dengan tidak sempat bertanya apa-apa karena gugup.
Menyatakan sebab-akibat khusus. Berarti 'karena situasi istimewa/kondisi luar biasa berupa X, maka terjadilah Y'. Sering digunakan pada berita atau pengumuman resmi.
Contoh Kalimat (Examples)
Ninki kashu ga kakuchi o mawaru to atte, doko no kaijō mo chiketto wa kanbai da.
Karena penyanyi populer akan berkeliling ke berbagai daerah, tiket di semua lokasi pertunjukan pun terjual habis.
Natsu no yūdachi to atte, hitobito wa awateru tatemono no sukima ni tobikonda.
Karena ada hujan badai sore hari musim panas, orang-orang bergegas melompat masuk ke celah-celah bangunan.
Menyatakan bahwa suatu hasil sepenuhnya ditentukan oleh faktor X. Berarti 'bergantung pada X'.
Contoh Kalimat (Examples)
Atarashii taisei no seihi wa, rīdā ga menbā no iken o dō tōitsu suru ka ni kakatte iru.
Berhasil atau tidaknya sistem baru ini bergantung pada bagaimana pemimpin menyatukan pendapat para anggota.
Jisshū no shitsu o takamerareru ka dō ka wa, shidōin no shidō hōhō ni kakatte iru.
Bisa tidaknya meningkatkan kualitas praktik lapangan bergantung pada metode pengajaran dari instruktur.
Bentuk bahasa tulis klasik yang berarti 'seperti...' atau 'bagaikan...'. Setara dengan '~noyou ni' (のように).
Contoh Kalimat (Examples)
Hinoiri no taiyō ga moeru ga gotoku, nishi no sora o akaku somete itta.
Matahari terbenam mewarnai langit barat menjadi merah bagaikan membara.
Zatsuon no aranami no gotoki tokai no kensō o hanare, shizuka na mori he itta.
Meninggalkan hiruk-pikuk kota yang bagaikan ombak besar suara bising, saya pergi ke hutan yang tenang.
Menyatakan bahwa subjek melakukan suatu tindakan dengan mengabaikan atau tanpa memedulikan situasi di sekitarnya (seperti kritik, saran, kekhawatiran orang lain).
Contoh Kalimat (Examples)
Shūi no hantai o yoso ni, kare wa kurashikku kā no kaizō ni taisō na jikan to okane o tsuiyashite iru.
Tanpa memedulikan penolakan orang-orang di sekitarnya, dia menghabiskan sangat banyak waktu dan uang untuk memodifikasi mobil klasik.
Oya no shinpai o yoso ni, kodomo wa kizutsuta tori o nigasō to niwa e hashitte itta.
Tanpa memedulikan kekhawatiran orang tuanya, anak itu berlari ke halaman untuk melepaskan burung yang terluka.
Berarti 'tergantung pada X'. Bentuk '次第では' digunakan ketika hasil di belakangnya merujuk pada kemungkinan tertentu yang cukup ekstrem atau spesifik.
Contoh Kalimat (Examples)
Nichijō no hitsujuhin de atte mo, tsukaikata no aidea shidai de jitsuyōsei ga sara ni takamarimasu.
Meskipun barang kebutuhan sehari-hari, kepraktisannya akan semakin meningkat tergantung pada ide penggunaannya.
Dekoboko no dōro jijō shidai dewa, kuruma no handoru no jumyō ga mijikaku naru koto mo aru.
Tergantung pada kondisi jalanan yang bergelombang, masa pakai setir mobil bisa saja menjadi lebih pendek.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Konsep Kan'nen (観念) dan Kepasrahan Jepang
Kata '観念' (kan'nen) selain berarti ide atau konsep, dalam percakapan sehari-hari sering digunakan dalam frasa '観念する' (kan'nen suru) yang berarti 'menyerah' atau 'pasrah terhadap keadaan'. Hal ini mencerminkan filosofi berserah diri ketika situasi sudah di luar kendali kita, sebuah nilai kultural yang sering muncul dalam hubungan sebab-akibat kehidupan.
A: Mengenai penyusunan sistem baru, bagaimana sebaiknya kita mengevaluasi anak magang? B: Saya rasa standar evaluasi bergantung pada seberapa baik mereka menyatu dengan lingkungan setempat. A: Begitu ya. Namun, tampaknya beberapa anak magang mengabaikan peringatan di sekitar mereka dan membuat suara bising yang besar saat bekerja, sehingga menyulitkan instruktur. B: Benar ya. Padahal pertama-tama kita sudah menjelaskan aturan yang cukup mengikat. Tergantung pada pembinaan ke depannya, mari pertimbangkan juga untuk menghentikan magang mereka.