๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai cara menilai situasi dan mengekspresikannya dalam bahasa Jepang N2 secara tingkat lanjut. Pelajari puluhan kosakata, kanji, dan tata bahasa baru untuk menunjang komunikasi formal maupun kasualmu.
Setelah kamu menguasai hubungan sebab-akibat di Bab 33, sekarang saatnya melangkah lebih jauh untuk menilai situasi di sekitarmu secara tepat. Di Bab 34 ini, kamu akan mempelajari ekspresi tingkat N2 yang membantumu membaca keadaan dan menyampaikannya secara natural, baik dalam situasi formal maupun kasual.
โข Kamu mampu menilai situasi sekitar dan mengekspresikannya secara tepat menggunakan 7 pola tata bahasa N2 yang baru.
โข Kamu dapat menggunakan 42 kosakata penting terkait kondisi fisik dan tindakan tak terduga dalam percakapan sehari-hari maupun bisnis.
โข Kamu bisa menulis dan membaca 10 kanji dasar baru yang sering digunakan dalam penilaian situasi secara formal.
โข Kamu mampu memilih ekspresi formal yang sesuai untuk kebutuhan dokumen bisnis berdasarkan analisis kondisi yang akurat.
Dipakai dalam percakapan kasual untuk membela diri, memberi alasan, atau menyatakan 'bahkan/pun'. Sering berpasangan dengan akhiran 'mon' atau 'dattara'.
Contoh Kalimat (Examples)
Datte, Kansai no natsu wa hontou ni mushiatsui nda mon.
Habisnya, musim panas di Kansai itu sangat gerah.
Tanin no koudou o maneru no datte kantan de wa nai.
Meniru tindakan orang lain pun tidaklah mudah.
Menyatakan bahwa suatu tindakan atau keadaan sudah sepantasnya atau sewajarnya dilakukan berdasarkan norma atau moral.
Contoh Kalimat (Examples)
Puro no bando nara, motto renshuu o shite shikarubeki da.
Jika mereka band profesional, sudah selayaknya mereka berlatih lebih banyak.
Taichou ga warui nara, isha ni mite shikarubeki da.
Jika kondisi tubuh buruk, sudah sepantasnya diperiksa oleh dokter.
Digunakan ketika mengambil keputusan atau tindakan dengan merujuk pada aturan, hukum, norma, atau pengalaman masa lalu.
Contoh Kalimat (Examples)
Kako no keiken ni terashite, kono keikaku no tenkai o kangaeru.
Merujuk pada pengalaman masa lalu, mari kita pikirkan pengembangan rencana ini.
Houritsu ni terashite, kare no koui wa katsudou o samatageru mono to handan sareta.
Berdasarkan hukum, tindakannya dinilai menghambat aktivitas.
Bahasa formal untuk mempertimbangkan situasi, fakta, atau kondisi saat ini sebelum membuat keputusan.
Contoh Kalimat (Examples)
Shuui no kankyou ga iyagaru joukyou ni kangamite, atarashii koujou no kensetsu o chuushi suru.
Mengingat situasi yang tidak disukai lingkungan sekitar, pembangunan pabrik baru dibatalkan.
Shikichi no menseki ni kangamite, tatemono no kibo o kimeru hitsuyou ga aru.
Mempertimbangkan luas area lahan, kita perlu menentukan skala bangunan.
Menunjukkan bahwa sesuatu mulai memiliki tanda-tanda atau nuansa seperti kata benda yang mendahuluinya.
Contoh Kalimat (Examples)
Tsumetai kaze ga fuki, sukoshi fuyumeite kita.
Angin dingin berembus, suasana mulai terasa seperti musim dingin.
Kanojo no kotoba ni wa, dokoka hinikumeita hibiki ga atta.
Ada nada yang terdengar seperti sindiran dalam kata-katanya.
Menyatakan bahwa jika suatu keadaan buruk atau tindakan salah terus berlanjut, maka hasil akhirnya pasti akan buruk.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono teido no mondai de atama o hineru you de wa, shiken goukaku wa muzukashii.
Jika hanya dengan masalah tingkat ini saja sudah kesulitan/memutar otak, maka akan sulit untuk lulus ujian.
Aite o niramu you de wa, ii ningen kankei wa kizukenai.
Jika kamu terus melotot kepada lawan bicara, hubungan manusia yang baik tidak akan terbangun.
Bentuk formal dari 'toki'. Sering digunakan pada pengumuman resmi, dokumen bisnis, atau instruksi tertulis.
Contoh Kalimat (Examples)
Rainichi no sai, kuukou de massaki ni demukaemasu.
Saat Anda tiba di Jepang, saya akan menjemput Anda di bandara terlebih dahulu.
Shiryou o kubaru sai, mokuji o shikkarito kakunin shite kudasai.
Saat membagikan dokumen, harap periksa daftar isi dengan saksama.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Furoshiki (้ขจๅๆท) & Budaya Membuntal Jepang
Furoshiki adalah kain persegi tradisional Jepang untuk membungkus dan membawa barang. Awalnya dipakai di pemandian umum (onsen/sento) agar pakaian tidak tertukar. Kini menjadi alternatif ramah lingkungan untuk mengganti tas plastik.
Haiku (ไฟณๅฅ) dan Musim
Haiku adalah puisi pendek 17 suku kata (5-7-5). Wajib menyertakan kigo (kata penunjuk musim) seperti kedinginan (ๅใใ) untuk musim dingin atau gerah (่ธใๆใ) untuk musim panas.
Kenji: Saya baru saja tiba di Jepang, tapi musim panas di Kansai sangat gerah ya. Berjalan sedikit saja baju langsung lembap. Akira: Benar sekali. Paling pertama kita ingin masuk ke ruangan ber-AC. Namun, mempertimbangkan cuaca ini, aksi sukarelawan membagikan minuman dingin sedang digalakkan. Kenji: Bagus sekali ya. Karena malam hari lebih sejuk, saya berencana pergi ke acara Haiku dengan membawa Furoshiki tradisional. Akira: Bagus! Kudengar ada pertunjukan band juga di lokasi acara.