๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara menyatakan kecenderungan sikap dan memprediksi hasil akhir alami di level JLPT N2. Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang secara praktis dan mendalam dengan NihongoRoute.
Setelah belajar cara mengungkapkan dasar pemikiran dan ketidakpedulian di Bab 25, sekarang saatnya kamu melangkah lebih jauh. Di Bab 26 ini, kamu akan mempelajari cara menunjukkan kecenderungan suatu hal serta memperkirakan hasil akhir yang tidak terhindarkan. Pemahaman ini akan membantu kamu membaca situasi dan berkomunikasi dengan lebih peka dalam bahasa Jepang.
โข Kamu bisa mengungkapkan kecenderungan buruk yang sering terjadi secara tidak sengaja.
โข Kamu mampu memprediksi risiko hasil akhir negatif dari suatu tindakan dengan tepat.
โข Kamu dapat menarik kesimpulan logis berdasarkan bukti awal yang terlihat jelas.
โข Kamu bisa menggunakan tata bahasa N2 seperti ~gachi dan ~kanenai secara akurat dalam percakapan.
Menunjukkan kecenderungan yang sering terjadi, biasanya untuk hal-hal yang bernuansa negatif, tidak diinginkan, atau kelemahan manusiawi.
Contoh Kalimat (Examples)
Hitorigurashi no seikatsu wa, yasai ga fusoku shigachi ni narimasu.
Hidup sendirian membuat kita cenderung kekurangan sayur.
Akhir-akhir ini sering mendung, perasaan pun cenderung menjadi murung.
Akhir-akhir ini sering mendung, perasaan pun cenderung menjadi murung.
Digunakan untuk menyatakan kekhawatiran bahwa suatu tindakan atau situasi buruk bisa saja terjadi akibat alasan tertentu. Berarti 'bisa-bisa' atau 'kemungkinan besar berujung buruk'.
Contoh Kalimat (Examples)
Sikap yang tidak jelas seperti itu bisa-bisa mengundang kesalahpahaman.
Sikap yang tidak jelas seperti itu bisa-bisa mengundang kesalahpahaman.
Jika terus-menerus menguras tenaga seperti ini, bisa-bisa jatuh sakit.
Jika terus-menerus menguras tenaga seperti ini, bisa-bisa jatuh sakit.
Digunakan untuk menilai sesuatu secara keseluruhan dengan mengambil satu contoh mendasar atau ekstrem. Artinya 'dari... saja sudah (apalagi yang lain)'.
Contoh Kalimat (Examples)
Pelayanan kantor dinas itu, dari cara menyapanya saja sudah tidak becus.
Pelayanan kantor dinas itu, dari cara menyapanya saja sudah tidak becus.
Buku ini, dari temanya saja sudah kelihatan sulit.
Buku ini, dari temanya saja sudah kelihatan sulit.
Pola bersyarat tunggal yang berarti 'asalkan...'. Selama syarat satu ini terpenuhi, maka hal lain tidak menjadi masalah.
Contoh Kalimat (Examples)
Asalkan ada ide yang menarik, bisnis pasti sukses.
Asalkan ada ide yang menarik, bisnis pasti sukses.
Asalkan bisa merekam suara, saya tidak peduli kualitas speakernya.
Asalkan bisa merekam suara, saya tidak peduli kualitas speakernya.
Digunakan saat menyebutkan beberapa contoh untuk menjelaskan kategori besar. Berarti 'seperti...' atau 'semacam...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Aksesori seperti kalung dan bros sangat disukai.
Aksesori seperti kalung dan bros sangat disukai.
Saya suka kebudayaan tradisional Jepang seperti pakaian tradisional dan mangkuk kayu.
Saya suka kebudayaan tradisional Jepang seperti pakaian tradisional dan mangkuk kayu.
Digunakan untuk membatasi atau mengoreksi asumsi pendengar agar tidak berlebihan. Berarti 'walaupun dibilang... (namun kenyataannya tidak sehebat itu)'.
Contoh Kalimat (Examples)
Walaupun dibilang bisa memasak, itu hanya sebatas menggoreng telur di teflon.
Walaupun dibilang bisa memasak, itu hanya sebatas menggoreng telur di teflon.
Walaupun dibilang ikut maraton, ini hanya hobi biasa jadi lari saya lambat.
Walaupun dibilang ikut maraton, ini hanya hobi biasa jadi lari saya lambat.
Menyatakan bahwa 'A sudah pasti, dan bahkan B yang tingkatannya lebih tinggi juga demikian'. Pola 'wa motoyori' lebih formal dan sering digunakan dalam teks tulisan.
Contoh Kalimat (Examples)
Rumah yang baru dibangun itu, luasnya sudah pasti (bagus), desainnya juga luar biasa.
Rumah yang baru dibangun itu, luasnya sudah pasti (bagus), desainnya juga luar biasa.
Kondisi sinyal tentu saja penting, performa perangkat itu sendiri juga krusial.
Kondisi sinyal tentu saja penting, performa perangkat itu sendiri juga krusial.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Nuansa Penggunaan Keigo dalam Konteks Kerja
Saat bekerja di kantor pemerintah (ๅฝนๆ) atau lingkungan bisnis Jepang, penyampaian instruksi yang samar (ๆๆง) sangat dihindari karena bisa berakibat fatal pada hasil kerja tim. Gunakan pola asalkan (~sae ~ba) secara jelas untuk menegaskan batasan tanggung jawab tanpa menyinggung rekan kerja.
Kenji: Budi, maaf ya memanggilmu subuh-subuh. Ayo cepat kita selesaikan persiapannya. Budi: Tidak apa-apa. Keponakan perempuan saya juga membantu jadi saya tenang. Kami memang sangat akrab. Kenji: Dia sudah pakai celemek dan kelihatan bersemangat ya. Tapi, kalau instruksiku tidak jelas, bisa-bisa menghabiskan energi kita dengan sia-sia, jadi aku akan mengatakannya dengan jelas. Budi: Siap. Asalkan kerjanya cepat, kita bisa segera menutup acaranya.