๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara menyatakan dasar pemikiran dan ketidakpedulian formal untuk JLPT N2. Tingkatkan kemampuan komunikasi bisnis Jepang kamu ke tingkat menengah atas di bab ini.
Setelah sukses menguasai kesetaraan kondisi di Bab 24, sekarang kamu akan melangkah lebih jauh di Bab 25 untuk memperkuat argumenmu. Di sini, kamu akan belajar cara menyatakan dasar pemikiran dari suatu keputusan serta menunjukkan sikap profesional yang tidak terpengaruh oleh faktor luar.
โข Menyatakan dasar atau landasan dari sebuah karya dan keputusan penting dalam situasi bisnis formal.
โข Mengungkapkan tindakan yang tetap berjalan tanpa memedulikan syarat atau kondisi luar tertentu.
โข Membuat kalimat penyangkalan tertulis yang tepat untuk komunikasi profesional.
โข Mengutarakan maksud ganda secara elegan menggunakan tata bahasa JLPT N2.
Digunakan untuk melakukan tindakan dengan dua tujuan sekaligus. Pola ini sangat formal dan sering digunakan dalam surat bisnis atau percakapan resmi (keigo). Arti harfiahnya mirip dengan 'sekalian' atau 'sambil'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kinou no hirei o wabikatagata, kongo no keikaku ni tsuite gosoudan ni maimashita.
Sekalian meminta maaf (่ฉซใณใ) atas ketidaksopanan kemarin, saya datang untuk berdiskusi mengenai rencana ke depan.
Orei katagata, atarashii jimusho e no iten no gohoukoku o moushiagemasu.
Sekaligus berterima kasih, saya ingin menyampaikan laporan kepindahan ke kantor baru.
Penyangkalan kuno yang masih aktif dipakai dalam bahasa tulis maupun frasa baku modern. 'ใ' biasanya berfungsi sebagai kata sambung 'tanpa melakukan' (seperti ใชใใง), sedangkan 'ใฌ' ditaruh di akhir atau sebelum kata benda.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa nagareru ase mo fukazu, isshinfuran ni hashirituzuketa.
Tanpa mengelap (ๆญใ) keringat yang mengalir, dia terus berlari dengan fokus penuh.
Kaigi ga nagabiku to iu, daremo ga yosou senu tenkai ni natta.
Rapatnya berjalan berlarut-larut (้ทๅผใ), menjadi sebuah perkembangan yang tidak disangka-sangka (tidak diprediksi) oleh siapa pun.
Berarti 'di bawah bimbingan', 'di bawah kepemimpinan', atau 'di bawah pengaruh/kondisi' tertentu. Biasa digunakan untuk menyatakan perkembangan diri di bawah arahan figur otoritas atau lingkungan tertentu.
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi wa kibishii hanji no moto de, houritsuka to shite no kunren o tsunda.
Saya menumpuk pelatihan sebagai ahli hukum di bawah bimbingan hakim (ๅคไบ) yang disiplin.
Kodomotachi wa yasashii youchien no sensei no moto de, genki ni asondeiru.
Anak-anak bermain dengan ceria di bawah bimbingan guru TK (ๅนผ็จๅ) yang ramah.
Menunjukkan bahwa suatu karya, sistem, atau keputusan diciptakan berdasarkan atau berlandaskan pada data, fakta, sejarah, atau materi mentah tertentu.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono shousetsu wa, jitsuzai shita jinbutsu no denki o moto ni shite kakareta mono desu.
Novel ini ditulis berdasarkan biografi (ไผ่จ) dari tokoh nyata yang pernah ada.
Tesuto no tensuu o moto ni shite, gakushuu kurasu no reberuwake ga okonawamasu.
Pembagian tingkat kelas belajar dilakukan berdasarkan nilai/skor (็นๆฐ) ujian.
Memiliki arti 'tanpa memandang' atau 'tidak memedulikan'. Digunakan ketika suatu hal berlaku untuk semua orang/kondisi tanpa terpengaruh oleh perbedaan kategori (usia, gender, kebangsaan, jarak, dll).
Contoh Kalimat (Examples)
Kono shigoto wa keiken o towazu, iyoku no aru kata o hiroku boshuu shiteimasu.
Pekerjaan ini merekrut (ๅ้) orang-orang yang bersemangat secara luas tanpa memandang pengalaman.
Souryou wa kokunaigai o towazu ichiritsu ryoukin desu. Tadashi, ichibu no chiiki o nozokimasu.
Ongkos kirim (้ๆ) dikenakan tarif flat tanpa memandang dalam maupun luar negeri. Namun (ไฝใ), tidak termasuk wilayah tertentu.
Menggunakan suatu kejadian atau momentum sebagai titik balik untuk memulai hal baru atau merubah keadaan yang ada.
Contoh Kalimat (Examples)
Konkai no shippai o ki ni, shigoto ni taisuru taido o aratameru koto ni kimeshita.
Menjadikan kegagalan kali ini sebagai momentum, saya memutuskan untuk memperbaiki (ๆนใใ) sikap terhadap pekerjaan.
Hikkoshi o ki ni, furui nichiyouhin o subete kaikaeru koto ni shita.
Menggunakan kepindahan rumah sebagai momentum, saya memutuskan mengganti semua kebutuhan sehari-hari (ๆฅ็จๅ) yang usang.
Berarti 'tanpa adanya...', atau 'kalau meniadakan...'. Biasanya diikuti dengan klausa negatif yang menyatakan kemustahilan atau ketidaklancaran suatu urusan.
Contoh Kalimat (Examples)
Nannen mo no doryoku o kasaneru nuki ni wa, kono nankan shiken no toppa wa arienaee.
Tanpa mengulang-ulang (้ใญใ) usaha keras selama bertahun-tahun, kelulusan ujian sulit ini tidak akan mungkin terjadi.
Yuushuu na zunou o motsu kare no kyouryoku nuki ni wa, keikaku o kansei saseru no wa muzukashii.
Tanpa bantuan darinya yang memiliki kecerdasan/otak (้ ญ่ณ) unggul, akan sulit untuk menyelesaikan rencana ini.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Konsep 'Nuki' dalam Kebiasaan Jepang
Pola '๏ฝๆใใซ' (tanpa) tidak hanya berguna untuk tata bahasa saja. Di Jepang, dalam ranah kuliner sehari-hari, Anda sering mendengar istilah seperti 'Wasabi-nuki' (tanpa wasabi) atau 'Sabi-nuki' saat memesan sushi. Ini membuktikan bahwa tata bahasa tingkat tinggi sekalipun memiliki akar yang sangat kuat pada kebiasaan praktis masyarakat Jepang sehari-hari.
Kenji: Maaf, tapi bisakah kamu melihat apakah ada bohlam cadangan? Seharusnya ada di kotak sudut ruangan tempat pakaian dalam dan bantal yang dibeli saat obral disimpan. Ayu: Ada kok. Tapi kamarnya tersumbat bau minyak tanah ya. Buka jendela. Lihat, uap air hangatnya mengepul. Kenji: Terima kasih. Mengikuti contoh sebelumnya, persiapan mengirim barang lewat pos laut sudah rapi. Hanya saja, pendapat kita terbagi dua ya. Ayu: Benar ya. Aku bingung apakah harus memakai pos darurat. Tapi kota tepi laut ini diberkahi alam yang indah. Melihat laut lepas yang disinari mercusuar membuat kenangan masa lalu bangkit kembali. Kenji: Meskipun pemandangan yang terbiasa dilihat, selalu terasa segar. Di sana tidak ada toko dalam radius 5 kilometer. Mari membagi rata roti dan menjalani hari-hari dengan berharga bagai menyisipkan pembatas buku. Ayu: Mendengarmu bicara, aku agak mual karena gugup, tapi aku akan menggigit bibir dan bersikap kuat. Begitu rencana perjalanan selesai tersusun, jadwalnya akan dimuat di pamflet. Kenji: Bagus, mari berkumpul dengan patokan pohon besar itu.