๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara menyatakan keseriusan situasi dan kewajiban moral tingkat N2 secara mendalam. Kuasai tata bahasa formal Jepang untuk tingkatkan kemampuan komunikasi kamu.
Setelah memahami nilai keberadaan dan keadaan berlebih di Bab 20, sekarang saatnya kamu naik level. Di Bab 21 ini, kamu akan belajar mengekspresikan keseriusan situasi dan kewajiban moral tingkat N2 dengan tepat.
โข Kamu mampu mengungkapkan kewajiban moral menggunakan tata bahasa N2 secara tepat.
โข Kamu mampu menjelaskan situasi kritis atau serius secara formal dan terstruktur.
โข Kamu mampu menguasai kosakata dan kanji baru yang berkaitan dengan tanggung jawab dan kewajiban.
โข Kamu mampu menerapkan ekspresi formal N2 dalam percakapan atau tulisan bertema sosial.
Arti: Tergantung pada. Hasil akhir ditentukan oleh kondisi N. Ragam sangat formal. Tulis surat bisnis atau pidato resmi.
Contoh Kalimat (Examples)
Hatsubai no seihi wa, koukoku posutaa no dezain ikan de kimaru.
Sukses tidaknya penjualan ditentukan oleh desain poster iklan.
Chikasui osen no umu wa, kagaku busshitsu no noudo ikan desu.
Ada tidaknya pencemaran air tanah tergantung pada konsentrasi zat kimia.
Arti: Sambil, sekalian. Satu jalan dua aksi. Aksi kedua manfaatkan momentum aksi pertama. Fokus aksi utama tetap di awal.
Contoh Kalimat (Examples)
Ranningu gatera, chikaku no kouen de hirune wo suru.
Sambil lari santai, sekalian tidur siang di taman terdekat.
Ensoku gatera, touyou no furui gakki wo kai ni ikou.
Sekalian piknik, mari pergi membeli alat musik klasik timur.
Arti: Hingga mencapai situasi gawat. Situasi buruk terjadi dahulu, baru bertindak. Nada penyesalan atau terkejut.
Contoh Kalimat (Examples)
Tounan higai ga tahatsu suru ni oyonde, youyaku kaihouteki na bouhan taisaku wo hajimeta.
Begitu kasus pencurian merajalela, baru akhirnya memulai langkah pengamanan terbuka.
Kaisha no uriage ga kyuugeki na kakou wo tadoru ni oyonde, menyuu no henkou wo kimeta.
Setelah penjualan perusahaan turun drastis, baru memutuskan ubah menu.
Arti: Justru di saat, khusus untuk. Sial terjadi tepat waktu, atau keyakinan kuat subjek tidak salah.
Contoh Kalimat (Examples)
Rasshuawaa no jikan ni kagitte, densha ga okureru no wa oshii koto da.
Justru pada saat jam sibuk, kereta terlambat. Sangat disayangkan.
Ano namaiki na suekko ni kagitte, sonna warui koto wa shinai hazu da.
Khusus untuk anak bungsu lancang itu, dia tidak mungkin lakukan hal buruk.
Arti: Harus, seharusnya, tidak boleh. Moral sosial wajar. Bukan aturan hukum keras, tapi etika umum masyarakat.
Contoh Kalimat (Examples)
Shakajin toshite, eiwajiten no tsukaikata ya bunruihouhou wa kokoroeru beki da.
Sebagai anggota masyarakat, seharusnya memahami cara pakai kamus Inggris-Jepang dan metode klasifikasi.
Bushi taru mono, tanin no yowami wo nerau beki de wa nai.
Sebagai ksatria samurai, tidak seharusnya mengincar kelemahan orang lain.
Arti: Sudah sewajarnya, tidak boleh. Kebenaran umum alamiah atau nasihat moral masyarakat umum.
Contoh Kalimat (Examples)
Toshi wo toru to, dare demo shiraga ga haeru mono da.
Saat menua, uban tumbuh sudah sewajarnya bagi siapa saja.
Maido, fusuma wo aketa mama ni shite oku mono de wa nai. Tatamu no mo wasureru na.
Jangan setiap kali membiarkan pintu geser kertas terbuka. Jangan lupa melipat pakaian juga.
Arti: Sangat amat, tiada tara. Dipakai untuk kondisi negatif ekstrem. Batas maksimal ketidaknyamanan.
Contoh Kalimat (Examples)
Hitorigoto wo iinagara makkura na michi wo aruku no wa, bukimi kiwamarinai.
Berjalan di jalan gelap gulita sambil bicara sendiri sangat mengerikan tiada tara.
Shikiten no kaikaichuu ni, ribon wo togatta hasami de kiru koui wa kiken kiwamu.
Selama pembukaan acara, memotong pita dengan gunting runcing sangat berbahaya.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Konsep Tanggung Jawab Moral Jepang
Masyarakat Jepang tekankan kewajiban moral (giri & gimu). Pola 'beki' atau 'mono da' cerminkan norma sosial ini. Hormati etika umum di atas kebebasan pribadi.
Ahmad: Dalam proses berpindah-pindah tempat tinggal, aku menumpuk banyak CD lagu tradisional. Kenji: Wajahmu pucat. Apa semalaman menghitung keliling lingkaran atau merapikan tanda kurung? Ahmad: Tidak, aku bermimpi melihat sungai berhati bersih secara horizontal. Kurang tidur.