🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara menyatakan nilai keberadaan penting dan ekspresi kondisi berlebih dalam bahasa Jepang N2. Tingkatkan kemampuan komunikasimu dengan menguasai 10 kanji serta 42 kosakata bisnis baru di bab ini.
Setelah sukses menguasai konsep rute dan kondisi mutlak di Bab 19, sekarang saatnya kamu melangkah lebih jauh di Bab 20 untuk membahas seberapa berharganya kehadiran sesuatu. Di sini, kamu akan belajar mengekspresikan nilai keberadaan yang krusial serta cara mengungkapkan situasi yang sudah berjalan berlebihan dalam bahasa Jepang standar N2.
• Kamu mampu menyatakan pentingnya kehadiran seseorang atau sesuatu yang bernilai tinggi dengan tata bahasa N2 yang tepat.
• Kamu mampu mengungkapkan kondisi yang sudah terlalu berlebih hingga memicu dampak tertentu secara alami.
• Kamu mampu menjelaskan kemungkinan logis terjadinya suatu hal dalam komunikasi formal.
• Kamu mampu memahami dan menggunakan 10 kanji baru serta 42 kosakata tingkat menengah-atas untuk mendukung percakapan kerjamu.
Berarti 'B hanya bisa terwujud/ada karena adanya A'. Pola ini menekankan bahwa A adalah prasyarat mutlak atau fondasi yang tidak boleh hilang demi adanya B. Menunjukkan rasa penghargaan atau ketergantungan yang sangat besar terhadap eksistensi A.
Contoh Kalimat (Examples)
Okyakusama atte no shigoto dakara, seii o motte taiou shinakereba naranai.
Karena pekerjaan ini ada hanya berkat adanya pelanggan, kita harus melayani dengan ketulusan hati.
Kenkou atte no jinsei da. Muri o shite taichou o kuzushite wa imi ga nai.
Hidup ini hanya bermakna jika ada kesehatan. Tidak ada gunanya memaksakan diri hingga merusak kondisi tubuh.
Menunjukkan bahwa semua langkah utama atau persiapan besar telah selesai dikerjakan, dan yang tersisa sekarang hanyalah satu atau beberapa hal kecil/terakhir saja. Secara harfiah berarti 'sisanya tinggal...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Ryouri wa subete kansei shita. Ato wa suupu ga nieru no o matsu dake da.
Semua masakan sudah selesai dibuat. Sisanya tinggal menunggu supnya mendidih/matang.
Nizukuri wa owatta. Ato wa shuppatsu suru dake da.
Kemas-kemas barang sudah selesai. Sisanya tinggal berangkat saja.
Digunakan untuk menyatakan bahwa suatu keadaan atau perasaan terjadi secara berlebihan (sangat/terlalu), sehingga mengakibatkan terjadinya hal lain (biasanya berupa hasil yang kurang baik atau tidak wajar).
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo no shourai o shinpai suru amari, kibishiku iisugite shimatta.
Karena terlampau mengkhawatirkan masa depannya, saya malah berbicara terlalu keras padanya.
Kinchou no amari, supiichi no tochuu de atama ga masshiro ni natte shimatta.
Akibat terlalu gugup, di tengah-tengah pidato kepala saya tiba-tiba menjadi blank (kosong).
Artinya 'hanya karena...'. Pola ini biasanya diikuti oleh kalimat negatif di belakangnya seperti '~とは限らない' (tidak selalu/belum tentu) atau '~わけではない' (bukan berarti). Menyatakan penyangkalan atas kesimpulan umum dari alasan tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Nihon ni sunde iru kara to itte, nihongo ga perapera ni naru to wa kagiranai.
Hanya karena tinggal di Jepang, tidak selalu berarti bahasa Jepang seseorang akan otomatis lancar.
Ichido shippai shita kara to itte, akirameru hitsuyou wa nai.
Hanya karena gagal sekali, bukan berarti kamu harus menyerah.
Berarti 'Jangankan... malah...'. Digunakan untuk menyangkal perkiraan atau pernyataan awal secara kuat, lalu menunjukkan keadaan yang jauh berbeda atau bahkan bertolak belakang dari yang dibayangkan.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanji dokoro ka, hiragana sae matomo ni kakenai.
Jangankan kanji, menulis hiragana saja dia tidak bisa dengan benar.
Kaze wa naoru dokoro ka, masumasu akka shite kita.
Jangankan sembuh, flu saya malah semakin memburuk.
Artinya 'selain... juga / sudah... ditambah lagi'. Digunakan ketika ingin menambahkan hal baik di atas hal baik lainnya, atau hal buruk di atas hal buruk lainnya. Sifat dari kedua kalimat harus sejajar (sama-sama positif atau sama-sama negatif). Kata benda memerlukan [の/である] + 上に, kata sifat-na memerlukan [な/である] + 上に.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono apaato wa yachin ga yasui ue ni, eki kara chikakute benri da.
Apartemen ini selain harga sewanya murah, lokasinya juga dekat stasiun dan praktis.
Kyou wa shigoto ga kasanatta ue ni, shucchou no junbi mo shinakereba naranai.
Hari ini selain pekerjaan menumpuk, saya juga harus mempersiapkan perjalanan dinas.
Menyatakan kemungkinan terjadinya sesuatu berdasarkan keadaan objektif secara logis. '得る' berarti 'mungkin terjadi / bisa terjadi', sedangkan '得ない' berarti 'tidak mungkin terjadi'. Ingat bahwa pengucapan '得る' bisa 'uru' atau 'eru', tetapi bentuk negatifnya selalu 'enai' (tidak boleh 'unai').
Contoh Kalimat (Examples)
Kono you na daijiko wa, watashitachi no nichijou seikatsu demo juubun ni okoriuru.
Kecelakaan besar seperti ini bisa saja (mungkin) terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita.
Kare ga himitsu o morasu nado, arienai hanashi da.
Bahwa dia sampai membocorkan rahasia adalah hal yang tidak mungkin terjadi.
Berikut adalah kanji target untuk Bab 20. Kuasai bentuk penulisan, cara baca, beserta contoh gabungan katanya untuk memperluas pemahaman bacaan Anda:
1. 島 (Shima) - Pulau
2. 州 (Shuu) - Negara bagian / Benua
3. 巨 (Kyo) - Raksasa / Sangat besar
4. 帯 (Obi / Tai) - Sabuk / Zona / Pita
5. 干 (Hoshi / Kan) - Mengeringkan / Menjemur
6. 幼 (Osana / You) - Masa kecil / Balita / Kekanak-kanakan
7. 庁 (Chou) - Kantor pemerintah / Agensi
8. 床 (Yoka / Shou) - Lantai / Tempat tidur
9. 底 (Soko / Tei) - Dasar / Bagian paling bawah
10. 府 (Fu) - Prefektur perkotaan (seperti Osaka-fu / Kyoto-fu) / Pemerintahan
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Pentingnya Etiket dan Kenjougo dalam Bisnis
Di Jepang, pemakaian kata kerja merendahkan diri (kenjougo) seperti '承る' (uketamawaru - menerima pesanan/permohonan secara sopan) sangatlah krusial. Ini bukan sekadar tata bahasa biasa, melainkan cerminan dari budaya menghargai pelanggan. Tanpa kepatuhan pada etiket bahasa ini, reputasi bisnis Anda di mata klien Jepang bisa runtuh seketika.
Keberadaan Nilai Tim: 'Atte no' dalam Kerja Sama
Ungkapan 'あっての' (atte no) sering dipakai oleh atasan atau pimpinan proyek saat memberikan apresiasi. Contohnya, '部下あってのリーダー' (Pemimpin ada karena adanya bawahan). Mengakui kontribusi orang lain merupakan pondasi hubungan interpersonal yang harmonis di lingkungan kerja Jepang.
Tanaka: Budi, terima kasih atas kerja kerasnya saat perjalanan dinas. Cuaca sekarang terasa sekali perubahannya menjadi semakin dingin ya. Budi: Benar sekali. Karena terlampau dingin dan saya belum terbiasa, tubuh saya sempat agak drop. Tanaka: Yang penting Anda selamat. Kesuksesan proyek ini bisa terwujud berkat adanya kerja keras dari Anda. Budi: Tidak, ini adalah pekerjaan yang berhasil karena adanya dukungan dari Tanaka-san juga. Sisanya tinggal mengirimkan sampel produk ke klien saja. Tanaka: Begitu ya. Karena kemungkinan terjadinya kendala di tengah jalan itu tetap ada, mari kita jaga etiket dan periksa semuanya sampai akhir.