๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang N2 kamu dengan menguasai pola kalimat tindakan paralel dan contoh ekstrem. Pelajari juga 11 kanji serta 42 kosakata penting untuk persiapan ujian dan komunikasi bisnis.
Setelah sukses menguasai cara mengungkapkan pengecualian dan hasil akhir di bab sebelumnya, sekarang saatnya kamu melangkah lebih jauh. Di bab ini, kamu akan mempelajari cara menyatakan tindakan yang berjalan bersamaan serta mengekspresikan contoh ekstrem dalam bahasa Jepang standar N2. Kuasai materi ini agar komunikasi bisnis dan tulisan formalmu terasa makin natural!
โข Kamu mampu mengungkapkan dua tindakan yang terjadi secara paralel dalam situasi bisnis formal.
โข Kamu dapat menggunakan ekspresi contoh ekstrem untuk memperkuat argumen dalam percakapan tingkat lanjut.
โข Kamu bisa mengenali dan menulis 11 kanji baru yang sering muncul di ujian JLPT N2.
โข Kamu mampu memahami serta menggunakan 42 kosakata baru untuk mendukung kelancaran komunikasimu.
Dipakai untuk menyebutkan contoh ekstrem atau daftar hal yang dikeluhkan atau dikomentari. Mengandung nuansa ketidakpuasan atau kejengkelan pembicara terhadap pilihan-pilihan tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa shinya ni pan da no keeki da no tabechirakashite iru.
Dia makan roti, kue, dan macam-macam di larut malam lalu membiarkannya berantakan.
Otoko da no onna da no seibetsu wa kankeinaku, nouryoku de hyouka subeki da.
Tidak peduli pria atau wanita atau masalah jenis kelamin, harus dinilai berdasarkan kemampuan.
Menyatakan dua pekerjaan atau peran yang dijalankan secara bersamaan dalam kurun waktu yang lama. Biasanya menunjukkan pekerjaan utama dan aktivitas sampingan (misal: kuliah sambil bekerja).
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo wa suchuwaadesu to shite hataraku katawara, zuihitsu o kaite iru.
Di samping bekerja sebagai pramugari, dia juga menulis esai bebas.
Daigaku de jinbun kagaku o manabu katawara, shodou kyoushitsu ni mo kayotte iru.
Sambil belajar ilmu kemanusiaan di universitas, dia juga menghadiri kelas kaligrafi.
Menyatakan bahwa hanya karena suatu alasan yang disebutkan di awal, kesimpulan atau kondisi yang ada di bagian akhir tidak selalu benar terjadi. Sering diikuti oleh ungkapan negatif seperti ใใใงใฏใชใ atau ใจใฏ้ใใชใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Joukyuu kurasu da kara to itte, zen'in ga sunnari goukaku dekiru wake de wa nai.
Hanya karena kelas tingkat lanjut, bukan berarti semuanya bisa lulus dengan mudah.
Shinya da kara to itte, suibun o toranai no wa kenkou ni yokunai.
Hanya karena sudah larut malam, tidak mengonsumsi air itu tidak baik bagi kesehatan.
Menunjukkan bahwa setelah suatu tindakan dilakukan sekali, situasi tersebut terus berlanjut tanpa ada perubahan atau tindakan berikutnya lagi (biasanya bermakna negatif: tidak pernah terjadi lagi).
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa sengetsu suitou o wasurete kaetta kiri, ichido mo shouten ni kite inai.
Sejak dia pulang dengan melupakan botol minumnya bulan lalu, dia tidak pernah datang ke toko sekali pun.
Gogatsu ni shin shiriizu ga sutaato shita kiri, tsugi no jouhou ga denai.
Sejak seri baru dimulai pada bulan Mei, informasi berikutnya belum keluar lagi.
Ungkapan formal/sopan yang menyatakan alasan atau penyebab dari suatu situasi yang kurang menyenangkan atau memerlukan pemakluman. Digunakan dalam surat bisnis atau percakapan formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Funarena shinjin no koto to te, douzo goyousha kudasai.
Karena dia adalah pendatang baru yang belum terbiasa, mohon kiranya dimaafkan.
Renkyuuchuu no koto to te, shinsei no shori ga osoku nari taihen shitsurei itashimashita.
Karena sedang masa libur panjang, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan pemrosesan aplikasi pendaftaran Anda.
Menyatakan bahwa jangankan hal ekstrem yang disebutkan di awal (yang sewajarnya sudah terpenuhi/mudah), hal yang lebih mendasar atau lebih mudah sekalipun tidak terwujud. Diikuti kalimat bernuansa negatif.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa jinmei o sukuu shoukin wa oroka, orei no kotoba sura uketoranai.
Jangankan menerima uang hadiah atas penyelamatan nyawa manusia, kata terima kasih pun tidak dia terima.
Shinya no yama no naka, suzu no ne wa oroka, monooto hitotsu kikoenai.
Di dalam gunung larut malam, jangankan suara lonceng kecil, satu bunyi pun tidak terdengar.
Menyatakan bahwa hal yang disebutkan pertama sudah pasti/tentu saja termasuk, dan hal lain yang sejenis pun juga demikian. Lebih formal daripada ใฏใใกใใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono tabi no seisaku ni wa, seireki de no touroku wa mochiron no koto, wareki mo hitsuyou desu.
Untuk pembuatan kali ini, pendaftaran dengan tahun masehi sudah tentu perlu, dan tahun kekaisaran Jepang juga dibutuhkan.
Shinrin o hogo suru koto wa, soko ni seizon suru doubutsu wa mochiron no koto, ningen ni totte mo juuyou da.
Melindungi hutan lebat bukan hanya penting bagi hewan yang hidup di sana, melainkan juga bagi manusia.
Target kanji: ไน , ไนฑ, ไนณ, ไนพ, ไบ, ไป, ไปฒ, ไฝ, ไพ, ๅ, ๅ. Pelajari coretan dan detailnya lewat menu kanji.
Etiket Keigo dan Alasan Sopan
Pola 'ใฎใใจใจใฆ' sering dipakai pada komunikasi bisnis tertulis. Pola ini memperhalus alasan kesalahan atau keterlambatan pelayanan. Menggunakan tata bahasa ini menunjukkan rasa hormat dan pemahaman tata krama bisnis tingkat tinggi.
A: Suzuki-san, belakangan ini sepertinya sibuk ya. Larut malam lah, pagi buta lah, kapan waktu istirahatnya? B: Sebenarnya di samping belajar sains di pascasarjana, saya juga bekerja paruh waktu di toko. Ujian juga sudah dekat jadi saya sedang belajar. A: Begitu ya. Tapi kalau memaksakan diri lalu tumbang, tidak ada gunanya. Kesehatan sudah tentu, tolong pentingkan waktu tidur juga. B: Benar juga ya. Karena awal bulan ini saya sudah menerima hasil diagnosis medis, saya akan berhati-hati dalam menjaga kondisi fisik. Saya akan rutin minum air dari botol minum!