๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai cara menyatakan prioritas dan menganalisis kecenderungan dalam bahasa Jepang N2. Tingkatkan kemampuan komunikasi profesional kamu dengan materi praktis dan terstruktur.
Setelah menguasai cara menyatakan tindakan paralel dan contoh ekstrim di Bab 14, sekarang saatnya kamu belajar menentukan prioritas dan menganalisis kecenderungan situasi. Bab 15 ini akan membantu kamu memahami perubahan kondisi dan menyampaikan argumen logis dengan tata bahasa N2 yang alami. Yuk, tingkatkan kemampuan komunikasimu ke tingkat yang lebih profesional!
โข Menyatakan prioritas dan mengesampingkan hal sekunder dalam situasi bisnis secara tepat.
โข Menjelaskan tren atau proses perubahan situasi yang sedang berlangsung menggunakan pola kalimat N2.
โข Membuat asumsi logis dan negasi yang kuat dalam percakapan formal maupun informal.
โข Menggunakan kosakata dan kanji tingkat menengah-atas untuk menganalisis kondisi di sekitar kamu.
Berarti 'berdasarkan fakta bahwa...', 'karena...', atau 'dari kenyataan bahwa...'. Digunakan untuk menjelaskan asal-usul nama tempat, alasan penarikan kesimpulan, atau penyebab suatu peristiwa secara objektif dan formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono chiiki wa mukashi kara oishii soba ga toreru koto kara, 'soba no sato' to yobarete iru.
Karena dari dulu daerah ini menghasilkan soba yang lezat, daerah ini disebut sebagai 'Kampung Soba'.
Ashiato ga genba ni nokotte ita koto kara, kare ga hannin da to tokutei sareta.
Berdasarkan fakta bahwa jejak kaki tertinggal di TKP, dia diidentifikasi sebagai pelakunya.
1. 'ใคใค' memiliki arti yang mirip dengan 'ใชใใ' (sambil melakukan dua hal bersamaan), namun lebih formal dan sering digunakan dalam tulisan. 2. 'ใคใคใใ' berarti 'sedang berada dalam proses perubahan...' (menunjukkan tren atau kecenderungan yang terus berjalan ke suatu arah).
Contoh Kalimat (Examples)
Kankyou osen ni yotte, kono kawa no tansuigyo wa genshou shi-tsutsu aru.
Akibat pencemaran lingkungan, ikan air tawar di sungai ini sedang terus berkurang.
Karada ni yokunai to shiri-tsutsu, shinya ni raamen o tabete shimau.
Sembari tahu bahwa itu tidak baik untuk tubuh, saya malah makan ramen di larut malam.
Menunjukkan sifat yang menyerupai sesuatu, atau kecenderungan yang mudah terjadi (sering kali bernuansa negatif atau kasual). Misalnya, 'mudah marah', 'tampak murah', atau 'seperti anak-anak'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa okorippoi seikaku nano de, hanasu toki wa kotoba o eranda hou ga ii.
Karena dia memiliki kepribadian yang mudah marah, lebih baik berhati-hati dalam memilih kata saat berbicara.
Kono setomono wa koukyuu ni mieru ga, jitsu wa yasuppoi purasuchikku sei da.
Keramik ini terlihat mewah, tapi sebenarnya berbahan plastik yang tampak murah.
Digunakan untuk menegaskan penilaian atau pendapat pembicara terhadap suatu situasi secara umum ('memang begitulah halnya', 'bisa dibilang...', 'tentu saja...'). Memberikan kesan kesimpulan yang wajar menurut akal sehat.
Contoh Kalimat (Examples)
Nan no junbi mo shinai de shiken o ukeru no wa, mubou to iu mono da.
Mengikuti ujian tanpa persiapan apa pun memang benar-benar tindakan yang nekat.
Komatte iru hito o misutete jibun dake tasukarou to suru no wa, migatte to iu mono da.
Membiarkan orang yang kesusahan dan hanya menyelamatkan diri sendiri memang bisa dibilang sangat egois.
Berarti 'kesampingkan dulu...', 'terlepas dari...'. Pola ini digunakan ketika kita ingin mengabaikan suatu hal untuk sementara waktu demi memprioritaskan masalah lain yang jauh lebih penting saat ini.
Contoh Kalimat (Examples)
Sontoku wa sateoki, kono jigyou wa shakai no tame ni keizoku surubeki da.
Kesampingkan dulu urusan untung rugi, proyek ini harus tetap dilanjutkan demi masyarakat.
Komakai tetsuzuki wa sateoki, mazu wa kyuukan no inochi o sukuu koto ga saiyuusen da.
Kesampingkan dulu prosedur yang rumit, menyelamatkan nyawa pasien darurat adalah prioritas paling utama saat ini.
Berarti 'terlepas dari...', 'tidak mempermasalahkan...'. Pola ini menekankan bahwa meskipun hal pertama penting atau patut dipertanyakan, fokus utama pembicara saat ini adalah hal setelahnya.
Contoh Kalimat (Examples)
Dezain wa tomakaku to shite, kono senpuuki wa seinou ga subarashii.
Terlepas dari desainnya (entah bagus atau tidak), kipas angin ini memiliki performa yang luar biasa.
Kekka wa tomakaku to shite, zenryoku o tsukushita koto ni kachi ga aru.
Terlepas dari bagaimana hasilnya nanti, mengerahkan seluruh kemampuan adalah hal yang bernilai.
Menunjukkan tekad kuat pembicara untuk 'tidak akan melakukan...' (1st person), atau dugaan kuat bahwa 'pasti tidak akan...' (3rd person). Merupakan ekspresi tertulis dan formal.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano you na fushouji o nido to okosu mai to, shain zen'in de chikaiautta.
Seluruh karyawan saling berjanji bahwa mereka pasti tidak akan membiarkan skandal seperti itu terjadi lagi.
Kore hodo taisaku o tettei shite iru no da kara, keikaku ga chuuto de tsubureru koto wa aru mai.
Karena langkah antisipasi telah dilakukan secara menyeluruh seperti ini, rencana tersebut pasti tidak akan hancur di tengah jalan.
Nuansa Prioritas dalam Budaya Bisnis Jepang
Dalam dunia kerja di Jepang, saat dihadapkan pada masalah mendesak, penggunaan tata bahasa seperti 'ใฏใใฆใใ' (wa sateoki) sangat membantu untuk menyinkronkan prioritas tim tanpa terkesan mengabaikan pendapat orang lain secara kasar. Ini menunjukkan kemampuan pragmatik tingkat menengah atas dalam mengelola alur komunikasi bisnis.
Sakura: Ken, dalam waktu dekat kita perlu meninjau kembali prosedur pengelolaan gudang yang baru. Ken: Ya. Sistem saat ini fungsinya sudah tua, dan pekerjaan kita sedang terus melenceng dari jalur. Kesampingkan dulu untung rugi, bisa dibilang kita sudah masuk pada tahap untuk meningkatkan efisiensi kerja. Sakura: Betul sekali. Terlepas dari masalah anggaran yang detail, mari pertama-tama ukur alur kerja secara keseluruhan dan tentukan titik lokasi yang bermasalah. Ken: Baik. Agar rencana tidak hancur di tengah jalan, saya akan mempersiapkan segalanya dengan matang.