๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai tata bahasa N2 untuk menekankan kondisi dan menyampaikan alasan secara natural di bab ini. Tingkatkan kelancaran komunikasi bahasa Jepang kamu dengan kosakata tingkat menengah-atas pilihan.
Setelah sukses menguasai cara menyatakan dua kejadian yang terjadi bersamaan di Bab 9, sekarang saatnya kamu naik kelas. Di Bab 10 ini, kamu akan belajar cara menekankan suatu kondisi ekstrem dan menyampaikan alasan atau pembelaan diri secara natural. Yuk, buat kemampuan bicaramu terdengar lebih meyakinkan dan ekspresif!
โข Kamu dapat menggunakan tata bahasa N2 untuk menekankan kondisi ekstrem dalam percakapan.
โข Kamu dapat menyampaikan alasan atau pembelaan diri secara halus dan berterima dalam situasi formal maupun kasual.
โข Kamu dapat mengintegrasikan kata serapan asing tingkat menengah-atas ke dalam kalimat dengan tepat.
โข Kamu dapat mengekspresikan detail situasi menggunakan kosakata deskriptif N2 baru.
Digunakan untuk menyatakan situasi yang netral atau berada di tengah-tengah. Berarti 'tidak... dan juga tidak...'. Pola ini menekankan bahwa kondisinya biasa saja atau tidak ekstrem ke salah satu sisi.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono sลซpu wa atatsuku mo nai shi, tsumetaku mo nai. Mฤ-mฤ no aji da.
Sup ini hangat tidak, dingin pun tidak. Rasanya biasa saja.
Shiken no kekka wa yoku mo nai ga waruku mo nai.
Hasil ujiannya tidak bagus, tetapi tidak buruk juga.
Memiliki arti 'seperti...' atau 'seolah-olah...'. Bila digunakan untuk merujuk pada diri sendiri, ini berfungsi merendahkan diri (humble). Bila digunakan untuk orang lain, bisa bermakna meremehkan atau menyindir.
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi gotoki mijukumono ni, kono yล na taiyaku wa tsutomarimasen.
Bagi orang yang belum berpengalaman seperti saya, tugas besar ini tidak akan sanggup saya jalankan.
Omae gotoki shoshinsha ni makeru hazu ga nai.
Tidak mungkin aku kalah dari pemula sepertimu.
Berarti 'asalkan... saja' atau 'hanya dengan...'. Menunjukkan satu-satunya syarat minimum yang diperlukan agar suatu kondisi atau hasil dapat terwujud.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kusuri o nomi sae sureba, zutsลซ wa sugu ni naorimasu.
Asalkan meminum obat ini saja, sakit kepala akan segera sembuh.
Jikan sae areba, motto jishลซ ga dekitano ni.
Asalkan ada waktu saja, padahal aku bisa belajar mandiri lebih banyak.
Berarti 'kan bukan...' atau 'karena bukan...'. Digunakan untuk memberikan nasihat, sindiran, atau peringatan kepada seseorang agar tidak bertingkah laku tidak pantas karena mereka bukan berada di posisi tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Kodomo ja aru mai shi, sore kurai no koto de naku no wa yamenasai.
Kan bukan anak kecil lagi, berhentilah menangis karena hal sepele seperti itu.
ลjo ja aru mai shi, sonna ni wagamama o iwanaide kudasai.
Kan bukan putri raja, tolong jangan bersikap egois seperti itu.
Menyatakan situasi di mana segera setelah suatu tindakan dilakukan, hal lain yang berlawanan atau merusak tindakan tersebut langsung terjadi kembali secara berulang-ulang.
Contoh Kalimat (Examples)
Heya o katazukeru soba kara, kodomo ga chirakashite shimau.
Baru saja selesai membereskan kamar, anak langsung mengacak-acaknya kembali.
Atarashii tango o oboeru soba kara wasurete iku.
Baru saja menghafal kosakata baru, langsung lupa lagi.
Menyatakan hasil akhir yang diperoleh dari suatu tindakan, usaha, atau kejadian tertentu sebelumnya. Sering digunakan dalam laporan formal atau presentasi.
Contoh Kalimat (Examples)
Ankฤto o ลyล shi chลsa shita kekka, kokyaku no manzokudo ga ichidan to agatta.
Sebagai hasil dari survei yang menerapkan kuesioner, tingkat kepuasan pelanggan naik selangkah lebih maju.
Hanashiai no kekka, ibento no enchล ga kimatta.
Sebagai hasil dari diskusi, perpanjangan durasi acara telah diputuskan.
Berarti 'begitu... langsung...' atau 'seketika setelah...'. Menunjukkan tindakan kedua yang terjadi hampir bersamaan dengan tindakan pertama secara spontan dan tidak terduga.
Contoh Kalimat (Examples)
Mise no doa ga aku ya inaya, kyaku ga gisshiri haitte kita.
Begitu pintu toko terbuka, para pelanggan langsung masuk hingga penuh sesak.
Chaimu ga naru ya inaya, seitotachi wa jishลซ o yamete kyลshitsu o deta.
Begitu bel berbunyi, para siswa langsung menghentikan belajar mandiri dan keluar dari kelas.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji. Target kanji bab ini adalah: ่งฆ (sentuh), ่จ (instruksi), ่จญ (mendirikan), ่ฉ (kata), ่ฉฐ (menyumbat/mengisi), ่ฌ (kuliah), ่ฐท (lembah), ่ฒจ (kargo/mata uang), ่ฒฉ (pemasaran), ่ด (hadiah), ่ธ (menari).
Nuansa Alasan (่จใ่จณ) dalam Budaya Jepang
Di Jepang, membuat alasan langsung (่จใ่จณ) saat terjadi kesalahan sering kali dianggap tidak sopan. Ekspresi seperti '~ja aru mai shi' (bukan anak kecil) sering digunakan secara internal atau antarteman dekat untuk menegur sikap kekanak-kanakan. Saat meminta maaf secara profesional, sebaiknya gunakan ekspresi hasil '~ta kekka' untuk menjelaskan fakta secara objektif, alih-alih mencari pembenaran atas kelalaian Anda.
Yamada: Karena ada kecelakaan tabrakan mobil di jalan raya utama, busnya berjalan sangat lambat. Tanaka: Itu alasan karena terlambat? Kan bukan anak kecil lagi, kalau memang akan terlambat harusnya kamu berinisiatif menggeser sedikit waktumu. Yamada: Iya sih, asalkan aku melihat informasi kemacetan di ponsel saja sebenarnya bisa dihindari. Tapi aku malah keasyikan dengan kamera berlensa baru. Tanaka: Hadeh. Baru saja aku mendengar alasanmu yang ini, langsung keluar lagi alasan berikutnya.