๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di Bab 14 ini, kamu akan belajar cara menceritakan masa lalu dan membandingkan berbagai hal dalam Bahasa Jepang. Kuasai kata sifat bentuk lampau serta ekspresi perbandingan untuk percakapan N5 yang lebih kaya!
Di Bab 13, kamu sudah berhasil menguasai cara menghitung dan menyatakan durasi, hebat banget! Nah, sekarang saatnya kita naik level lagi. Yuk, kita belajar bagaimana menceritakan pengalaman seru di masa lalu dan membandingkan hal-hal menarik di sekitarmu!
โข Menceritakan cuaca atau keadaan yang kamu alami di masa lalu (misalnya, 'kemarin hujan' atau 'minggu lalu sibuk').
โข Mengubah kata sifat-Na dan kata sifat-I ke bentuk lampau dengan mudah.
โข Membandingkan dua hal dengan jelas (misalnya, 'A lebih ... daripada B').
โข Menanyakan dan menjawab preferensi pilihanmu (contoh: 'Mana yang lebih kamu suka?').
โข Menyatakan mana yang paling unggul atau terbaik di antara banyak pilihan.
Format daftar kata: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia. Yuk, hafalkan kosakata baru ini agar pemahaman tata bahasamu semakin maksimal!
Gunakan pola ini untuk menyatakan kondisi masa lalu (lampau) dari Kata Benda atau Kata Sifat-Na. Formulas: 1. Positif Lampau: Ganti akhiran 'desu' menjadi 'deshita'. Contoh: ame desu (hujan) -> ame deshita (kemarin hujan). 2. Negatif Lampau: Ganti akhiran 'desu' menjadi 'ja arimasen deshita' (kasual/sopan) atau 'de wa arimasen deshita' (formal). Contoh: shizuka desu (sepi) -> shizuka ja arimasen deshita (dulu tidak sepi).
Contoh Kalimat (Examples)
Kinou wa ame deshita.
Kemarin hujan.
Kodomo no toki, kono machi wa totemo shizuka deshita.
Waktu anak-anak, kota ini sangat tenang.
Gunakan aturan ini untuk mengubah Kata Sifat-I ke bentuk lampau. Formulas: 1. Positif Lampau: Hapus akhiran 'i' paling belakang, lalu tambahkan 'katta desu'. Contoh: samui (dingin) -> samukatta desu (kemarin dingin). 2. Negatif Lampau: Hapus akhiran 'i' paling belakang, lalu tambahkan 'kunakatta desu' atau 'ku arimasen deshita'. Contoh: samui -> samukunakatta desu / samuku arimasen deshita (dulu tidak dingin). *Pengecualian khusus: Kata 'ii' (bagus/baik) berubah secara tidak beraturan menjadi 'yokatta desu' (positif lampau) dan 'yokunakatta desu' / 'yoku arimasen deshita' (negatif lampau).
Contoh Kalimat (Examples)
Kinou no shiken wa muzukashikatta desu.
Ujian kemarin sulit.
Kono eiga wa amari omoshirokunatta desu.
Film ini tidak begitu menarik.
Pola kalimat untuk membandingkan dua hal. Menyatakan bahwa subjek A memiliki tingkat sifat yang lebih tinggi dibandingkan objek B. Partikel ใใ (yori) memiliki arti "daripada", diletakkan langsung di belakang pembandingnya (B).
Contoh Kalimat (Examples)
Shinkansen wa basu **yori** hayai desu.
Shinkansen lebih cepat daripada bus.
Gunakan rumus ini untuk menanyakan pilihan atau opini di antara DUA opsi saja. Kata tanya ใฉใกใ (dochira) berarti "yang mana". Untuk menjawabnya, gunakan pola '[Pilihan] no hou ga [Sifat] desu' (Bagian ... yang lebih).
Contoh Kalimat (Examples)
Sakkaa to tenisu to **dochira ga** omoshiroi desu ka.
Antara sepak bola dan tenis, mana yang lebih menarik?
Gunakan pola ini saat membandingkan tiga hal atau lebih di dalam satu lingkup kelompok besar. Kata ไธ็ช (ichiban) berarti "paling" atau "nomor satu". Batasan kelompok atau ruang lingkup kategori tersebut ditandai dengan menggunakan partikel ใง (de).
Contoh Kalimat (Examples)
Kisetsu **de** haru **ga ichiban** suki desu.
Di dalam kategori musim, saya paling suka musim semi.
Ingin melihat detail urutan coretan (stroke order) dan kombinasi kata lainnya? Silakan akses menu eksplorasi Kanji untuk panduan interaktif lengkap!
Obrolan Cuaca (Tenki no Hanashi)
Di Jepang, mengawali percakapan dengan membahas cuaca atau perubahan musim adalah etiket penting (aisatsu) untuk mencairkan suasana dengan lawan bicara. Contoh sapaan akrab sehari-hari: "Kyou wa atsui desu ne!" (Hari ini panas ya!) atau "Samuku narimashita ne" (Sudah mulai dingin ya). Topik netral ini sangat ampuh untuk membangun keakraban.
Yokatta (ใใใฃใ)
Kata 'yokatta' merupakan bentuk lampau dari kata 'ii' (bagus/baik). Di luar fungsi tata bahasanya, kata ini sangat sering diucapkan secara mandiri sebagai ungkapan kelegaan yang berarti "Syukurlah!" atau "Untung saja!". Ucapkan kalimat ini saat mendengar kabar baik dari temanmu!
Tanaka: Budi, bagaimana kemarin di Kyoto? Budi: Seru banget! Tapi, ramainya luar biasa. Tanaka: Festivalnya bagaimana? Budi: Meriah sekali. Terus, agak capek juga sih. Tanaka: Cuaca di Kyoto bagaimana? Budi: Hujan. Untungnya tidak begitu panas. Tanaka: Oh, begitu ya. Antara Tokyo dan Kyoto, kamu lebih suka yang mana? Budi: Aku jauh lebih suka Kyoto. Soalnya kotanya klasik dan bersejarah.