๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah bisa berpindah tempat di Bab 5, kini Anda akan belajar beraktivitas di tempat tersebut. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Setelah bisa berpindah tempat di Bab 5, kini Anda akan belajar beraktivitas di tempat tersebut. Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
โข Menyatakan aktivitas yang melibatkan objek (Makan nasi, minum teh, membeli sepatu).
โข Menyatakan di tempat mana Anda melakukan aktivitas tersebut.
โข Mengajak teman untuk melakukan sesuatu bersama-sama.
โข Menerima atau menolak tawaran ajakan dengan sopan.
Format: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti
Partikel ใ (ditulis 'wo', dibaca 'o') diletakkan tepat di belakang benda yang menjadi target (objek) dari sebuah tindakan/kata kerja.
Contoh Kalimat (Examples)
Mizu wo nomimasu.
Saya minum air.
Ingat, di Bab 5 kita menggunakan partikel ใธ (e) untuk menunjuk arah (Pergi/Datang/Pulang). Namun, jika Anda melakukan kegiatan di suatu tempat (seperti makan di restoran, membeli tas di toko), Anda WAJIB menggunakan partikel ใง (de).
Contoh Kalimat (Examples)
Kissaten de koohii wo nomimasu.
Saya minum kopi di kafe.
"Shimasu" (Melakukan/Mengerjakan) memiliki jangkauan yang sangat luas. Ia digunakan untuk olahraga, permainan, hingga acara/pekerjaan.
Contoh Kalimat (Examples)
Sakkaa wo shimasu.
Bermain sepak bola.
Bentuk negatif dari kata kerja ditambah 'ka'. Secara harfiah berarti "Tidakkah Anda ingin...?", namun digunakan sebagai bentuk ajakan yang sangat sopan karena memberikan pilihan kepada lawan bicara untuk menolak.
Contoh Kalimat (Examples)
Issho ni Kyouto e ikimasen ka.
Maukah/Tidakkah Anda ingin pergi ke Kyoto bersama-sama?
Bentuk ini berarti "Ayo..." atau "Mari...". Sangat sering digunakan untuk merespons (menyetujui) ajakan dari ~masen ka.
Contoh Kalimat (Examples)
Ii desu ne. Ikimashou.
Bagus ya. Ayo pergi!
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Itadakimasu & Gochisousama
Di Jepang, sebelum makan Anda diwajibkan menyatukan kedua tangan di depan dada sambil menunduk sedikit dan berkata Itadakimasu (Secara harfiah: "Saya menerima makanan ini dengan rasa syukur"). Setelah selesai makan, ucapkan Gochisousama deshita ("Terima kasih atas hidangannya").
Seni Menolak (Chotto)
Menolak ajakan secara langsung ("Iie, ikimasen") terdengar sangat kasar di Jepang. Cara menolak yang sopan adalah dengan berkata "Sumimasen, [Hari/Kegiatan] wa chotto..." (Maaf, kalau hari/kegiatan itu agak...). Lawan bicara akan langsung mengerti bahwa Anda menolak tanpa kehilangan muka.
Satou: Tuan Miller, maukah makan siang bersama-sama? Miraa: Ya, boleh juga. Kita makan apa? Satou: Ayo makan daging. Miraa: Maaf, kalau daging agak... Satou: Begitu ya. Kalau begitu, bagaimana kalau ikan? Miraa: Boleh juga. Kita makan di mana? Satou: Ayo makan di restoran sebelah sana. Miraa: Saya mengerti. Ayo pergi.