๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Setelah menguasai rutinitas, bab ini membawa Anda untuk menceritakan pengalaman hidup dan mengandaikan suatu kondisi. Anda ditargetkan mampu:
Setelah menguasai rutinitas, bab ini membawa Anda untuk menceritakan pengalaman hidup dan mengandaikan suatu kondisi. Anda ditargetkan mampu:
โข Mengubah kata kerja ke dalam Bentuk-Ta (Lampau Kasual).
โข Menyatakan pengalaman hidup (Pernah / Belum pernah).
โข Menceritakan aktivitas acak tanpa mempedulikan urutan waktu.
โข Memberikan petunjuk arah atau cara kerja mesin (Jika / Kalau).
โข Mengungkapkan pengandaian bersyarat (Kalau... / Meskipun...).
Format: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti
Bentuk-Ta adalah bentuk kasual lampau dari kata kerja. Aturan perubahannya persis sama seperti perubahan Bentuk-Te, hanya saja huruf 'Te' diganti menjadi 'Ta', dan 'De' diganti menjadi 'Da'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kinou wa takusan hon wo yonda.
Kemarin saya membaca banyak buku (kasual lampau).
Mou asagohan wo tabeta ka.
Apakah kamu sudah sarapan pagi? (kasual).
Pola [V-Ta] ใใจใใใใพใ (~koto ga arimasu) digunakan untuk mengekspresikan pengalaman masa lalu ('pernah melakukan sesuatu'). Pola ini tidak digunakan untuk aktivitas yang baru saja dilakukan.
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi wa sumou wo mita koto ga arimasu.
Saya pernah menonton pertandingan Sumo.
Fujisan ni nobotta koto ga arimasu ka.
Apakah Anda pernah mendaki Gunung Fuji?
Pola ~tari, ~tari shimasu digunakan untuk mendaftarkan beberapa aktivitas representatif dari berbagai kegiatan acak yang dilakukan. Tense kalimat ditentukan oleh bentuk akhir kata kerja SHIMASU/SHIMASHITA.
Contoh Kalimat (Examples)
Nichiyoubi wa souji wo shitari, sentaku wo shitari shimasu.
Hari Minggu saya membersihkan kamar, mencuci baju, dan sebagainya.
Kinou wa hon wo yondari, ongaku wo kiitari shimashita.
Kemarin saya membaca buku, mendengarkan musik, dan melakukan aktivitas lainnya.
Partikel ใจ (to) digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat alamiah atau pengandaian mutlak ('jika A terjadi, maka B pasti terjadi secara otomatis', seperti petunjuk jalan atau fenomena alam).
Contoh Kalimat (Examples)
Kono botan wo osu to, otsuri ga demasu.
Jika menekan tombol ini, kembalian koin akan keluar secara otomatis.
Migi he magaru to, eki ga arimasu.
Jika belok ke kanan, stasiun akan terlihat.
Pola ~tara dibentuk dari [Bentuk-Ta] + ใ untuk mengekspresikan pengandaian umum ('jika/kalau'). Sedangkan ~temo dibentuk dari [Bentuk-Te] + ใ untuk menyatakan pertentangan/konsesi ('meskipun/walaupun').
Contoh Kalimat (Examples)
Ame ga futtara, ikimasen.
Kalau hujan turun, saya tidak pergi.
Yasukutemo, kaimasen.
Meskipun murah, saya tidak membelinya.
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Aturan Onsen (ๆธฉๆณ)
Pemandian air panas alam Jepang melarang keras tamu memakai baju renang atau pakaian dalam saat masuk ke air. Anda juga tidak boleh mencelupkan handuk kecil ke dalam air (letakkan di atas kepala Anda).
Budi: Permisi, saya ingin ke stasiun, bisakah Anda memberitahu jalannya? Juumin: Ah, stasiun ya. Jika Anda jalan lurus di jalan ini, akan ada perempatan. Budi: Ya, perempatan ya. Juumin: Jika Anda belok kanan di perempatan itu, akan ada jembatan. Kalau Anda sudah menyeberangi jembatan, stasiunnya akan langsung terlihat lho. Budi: Mengerti. Terima kasih.