๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di bab ini, Anda akan mempelajari Bentuk-Nai (Bentuk Negatif Pendek). Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
Di bab ini, Anda akan mempelajari Bentuk-Nai (Bentuk Negatif Pendek). Setelah menyelesaikan bab ini, Anda ditargetkan mampu:
โข Mengubah kata kerja ke dalam Bentuk-Nai.
โข Meminta seseorang dengan sopan agar "Jangan / Tidak melakukan" sesuatu.
โข Menyatakan sebuah keharusan atau kewajiban absolut (Harus / Wajib).
โข Menyatakan ketiadaan kewajiban (Tidak perlu / Tidak usah repot-repot).
โข Membedakan penggunaan batas waktu (Sampai vs Selambat-lambatnya).
Format: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti
Bentuk-Nai merupakan bentuk negatif kasual dari kata kerja. Konjugasinya dilakukan dengan mengganti vokal akhir baris U menjadi baris A lalu ditambah NAI untuk Golongan 1, membuang RU dan menambah NAI untuk Golongan 2, serta bentuk khusus Kuru -> Konai & Suru -> Nanai/Shinai untuk Golongan 3.
Contoh Kalimat (Examples)
Kyou wa gakkou he ikanai.
Hari ini tidak pergi ke sekolah (kasual).
Asagohan wo tabenai.
Tidak makan sarapan pagi.
Meminta seseorang dengan sopan agar tidak melakukan sesuatu ("Tolong jangan...").
Contoh Kalimat (Examples)
Koko de shashin wo **toranaide kudasai**.
Tolong jangan mengambil foto di sini.
Menyatakan keharusan absolut. Buang 'i' terakhir dari Bentuk-Nai โ Tambahkan kereba narimasen.
Contoh Kalimat (Examples)
Kusuri wo **nomanakereba narimasen**.
Harus minum obat.
Menyatakan bahwa sesuatu tidak wajib dilakukan ("Tidak perlu / Tidak usah"). Buang 'i' terakhir dari Bentuk-Nai โ Tambah kute mo ii desu.
Contoh Kalimat (Examples)
Ashita wa **konakute mo ii desu**.
Besok tidak perlu datang.
Menandakan deadline (batas akhir). Aksi harus diselesaikan sebelum atau selambat-lambatnya pada waktu tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Kinyoubi **made ni** repooto wo dashite kudasai.
Tolong kumpulkan laporan selambat-lambatnya hari Jumat.
Detail urutan coretan (stroke order) dan gabungan kata dapat dilihat di rute halaman eksplorasi Kanji.
Budaya Menjenguk (Omimai)
Etiket di Jepang saat ada yang sakit adalah mengucapkan "ใๅคงไบใซ" (Odaiji ni - Semoga lekas sembuh). Saat keluar dari ruang periksa klinik, jangan mengucapkan "Sayounara" (Selamat tinggal) kepada dokter, melainkan ucapkan "Arigatou gozaimasu".
Isha: Keluhannya apa? Budi: Sejak kemarin tenggorokan saya sakit. Dan saya demam. Isha: Anda kena flu. Beristirahatlah 2-3 hari. Dan juga, hari ini tolong jangan berendam di bak mandi ya. Budi: Sebenarnya mulai besok saya harus dinas. Apakah tidak apa-apa? Isha: Minumlah obat dan cepat tidur. Saat dinas, tidak perlu memaksakan diri. Semoga cepat sembuh.