๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di Bab 4 ini, kamu akan menguasai ekspresi untuk menggambarkan rutinitas dan kebiasaan harianmu dalam bahasa Jepang N3. Pelajari cara menceritakan frekuensi aktivitas dan memberikan saran praktis dengan mudah.
Setelah di Bab 3 kamu sudah mahir mengungkapkan berbagai kemungkinan dan batasan, sekarang kamu akan melangkah lebih jauh lagi! Di Bab 4 ini, kamu bakal belajar cara asyik untuk menggambarkan rutinitas harianmu, kebiasaan pribadi, hingga frekuensi aktivitasmu dalam bahasa Jepang. Siap bikin cerita keseharianmu jadi lebih hidup dan detail?
โข Kamu bisa menggambarkan rutinitas harianmu dengan detail, seperti apa yang kamu lakukan dari pagi sampai malam.
โข Kamu bisa menceritakan kebiasaan pribadi dan frekuensi aktivitasmu dalam bahasa Jepang.
โข Kamu bisa memberikan saran atau nasihat praktis kepada orang lain.
โข Kamu bisa menjelaskan suatu kondisi atau kegiatan yang kamu lakukan tanpa melakukan hal tertentu.
Menunjukkan perkiraan jumlah, derajat, atau tingkat ekstrem suatu kondisi hingga mencapai batas tertentu.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo no shinchou wa watashi kurai desu.
Tinggi badannya kira-kira sama dengan saya.
Nodo ga itakute, koe ga denai kurai da.
Tenggorokanku sakit, sampai-sampai suara tidak bisa keluar.
Digunakan untuk memberikan saran kuat, instruksi, atau nasihat kepada orang lain (berarti 'sebaiknya' atau 'harus melakukan').
Contoh Kalimat (Examples)
Nihongo ga jouzu ni naritakereba, mainichi renshuu suru koto da.
Jika ingin pandai bahasa Jepang, sebaiknya berlatih setiap hari.
Shinzou ni warui kara, tabako o yameru koto da.
Karena buruk untuk jantung, sebaiknya berhenti merokok.
Menyatakan interval waktu, jarak, atau situasi di mana sesuatu selalu terjadi secara berulang ('setiap / tiap-tiap').
Contoh Kalimat (Examples)
Kono shokubutsu wa futsuka goto ni mizu o yatte kudasai.
Siramlah tanaman ini setiap dua hari sekali.
Eki ni iku goto ni, atarashii hakken ga aru.
Setiap kali pergi ke stasiun, ada penemuan baru.
Menyatakan kebiasaan pribadi yang diputuskan atas kemauan sendiri dan terus dijalankan secara disiplin.
Contoh Kalimat (Examples)
Mainichi, shougo ni hirugohan o taberu koto ni shite iru.
Saya membiasakan diri untuk makan siang pada tengah hari setiap harinya.
Kenkou no tame ni, amai shokuhin o tabenai koto ni shite iru.
Untuk kesehatan, saya memutuskan untuk membiasakan tidak makan makanan manis.
Berarti 'tanpa melakukan...'. Merupakan bentuk tertulis formal yang setara dengan pola 'ใชใใง'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa jibun no shuchou o kaezuni hanashi tsuzuke ta.
Dia terus berbicara tanpa mengubah argumennya.
Choushoku o tabezuni shigoto ni iku no wa karada ni yoku nai.
Pergi bekerja tanpa sarapan itu tidak baik bagi tubuh.
Menyatakan pengandaian ekstrem: 'bahkan jika diumpamakan sebagai...' atau 'sekalipun diibaratkan...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Jinsei o tabi ni tatoete mo, mokutekichi wa hito sorezore chigau.
Bahkan jika kehidupan diumpamakan sebagai perjalanan, tujuannya berbeda bagi tiap orang.
Kanojo no utsukushisa o hana ni tatoete mo, arawashi kirenai.
Bahkan jika kecantikannya diibaratkan seperti bunga, tidak akan cukup untuk menggambarkannya.
Menunjukkan keadaan batas: 'hanya' (untuk kata benda), atau 'semenjak kejadian terakhir itu, tidak terjadi perkembangan lain' (untuk KK bentuk Ta).
Contoh Kalimat (Examples)
Kare to wa kyonen atta kiri, ichido mo renraku ga nai.
Sejak bertemu dengannya tahun lalu (terakhir kali), tidak ada kontak sekali pun.
Heya ni wa futari kiri datta.
Di dalam kamar hanya ada kami berdua saja.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Kebiasaan Disiplin 'Koto ni shite iru'
Masyarakat Jepang sangat menghargai rutinitas yang teratur (Kisekutadashii seikatsu). Menggunakan tata bahasa 'koto ni shite iru' mencerminkan tekad dan kontrol diri yang kuat atas hidup harian mereka, seperti menjaga asupan makanan demi kesehatan.
Konsep Kelompok (Shuudan Seikatsu)
Kehidupan masyarakat Jepang sangat berorientasi pada kelompok (้ๅฃ - shuudan). Harmoni kelompok dijaga ketat dengan meminimalkan argumen pribadi secara frontal agar tidak memicu keributan (้จใ - sawagi).
Riko: Ken, apa kamu membuat dokumen itu tanpa makan siang? Ken: Ya, karena aku membiasakan diri mengumpulkannya sebelum tengah hari. Tapi, setelah ini selesai, pekerjaan hari ini beres kok. Riko: Syukurlah. Kalau sudah selesai, mari kita pergi ke area perumahan di bukit yang landai itu untuk membeli makanan yang lezat.