๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai cara menyatakan keyakinan dan alasan dalam bahasa Jepang N3 untuk percakapan sehari-hari. Tingkatkan kemampuan komunikasimu secara praktis bersama NihongoRoute.
Setelah menguasai batasan sesuatu di bab tingkat dan cakupan, sekarang kamu siap melangkah lebih jauh. Bab ini akan melatihmu menyatakan keyakinan dengan mantap dan menyampaikan alasan secara alami dalam komunikasi sehari-hari.
โข Menyatakan keyakinan kuat terhadap suatu hal menggunakan pola kalimat N3 yang tepat.
โข Menyampaikan alasan atau dalih secara luwes dalam berbagai situasi sosial.
โข Mengungkapkan keadaan yang dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian.
โข Memberikan penekanan pada fokus pembicaraan untuk meyakinkan lawan bicara secara efektif.
Pola ini digunakan untuk menyatakan keyakinan kuat pembicara bahwa tidak ada hal lain yang tingkatnya melebihi subjek yang dibicarakan. Ini adalah opini subjektif pembicara yang berarti 'Tidak ada yang se-... dibanding...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo no egao o miru shigoto no ato ni biiru o nomu koto kurai ureshii koto wa nai.
Tidak ada yang membahagiakan seperti minum bir setelah bekerja sambil melihat senyumnya.
Konna ni kaiteki na kankyou kurai subarashii mono wa nai.
Tidak ada hal yang lebih hebat daripada lingkungan yang senyaman ini.
Menunjukkan bahwa setiap kali hal pertama terjadi, hal kedua pasti selalu menyusul atau terjadi pula secara otomatis. Sering digunakan untuk menunjukkan kebiasaan atau respons emosional berulang.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kanja no kanzen na kaifuku o miru tabi ni, kare no tsuyosa o kanjiru.
Setiap kali melihat pemulihan total pasien ini, saya merasakan kekuatannya.
Doyoubi ni ryokou suru tabi ni, ame ga futte gyaku no kekka ni naru.
Setiap kali melakukan perjalanan pada hari Sabtu, hujan turun dan memberikan hasil yang sebaliknya.
Akhiran kalimat kasual yang digunakan saat pembicara mencoba mengingat kembali informasi yang samar atau ingin mengonfirmasi sesuatu kepada lawan bicara. Berarti '...kan ya?' atau '...bukan ya?'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono shorui ni kichou na deeta o tsumeru no wa, ashita dakke?
Menjejalkan data berharga ke dokumen ini, besok kan ya?
Ano kaigishitsu no mado o shimeta kke?
Apakah aku sudah menutup jendela ruang rapat itu ya?
Menyatakan suatu tindakan atau keadaan yang dibiarkan terus berjalan tanpa diubah kembali ke kondisi semula, biasanya mengandung nuansa kelalaian, ketidakpuasan, atau kritik.
Contoh Kalimat (Examples)
Mado o akeppanashi ni suru to, soto no kuuki ga haitte me ga sameru.
Jika membiarkan jendela terbuka terus, udara luar masuk dan membuat terbangun.
Mizu o dashippanashi ni suru no wa, kankyou ni yokunai eikyou o oyobosu.
Membiarkan air terus mengalir memberikan pengaruh buruk pada lingkungan.
Merupakan tiga bentuk pengandaian utama. 'Ba' berfokus pada kondisi logis, 'Tara' menekankan urutan waktu (setelah kejadian terjadi) atau kondisi kasual, sedangkan 'Nara' digunakan untuk memberi saran berdasarkan pernyataan lawan bicara.
Contoh Kalimat (Examples)
Minna ga kyouryoku sureba, mondai wa sugu ni tokeru darou.
Jika semuanya bekerja sama, masalahnya pasti akan segera terpecahkan.
Moshi kekkan ga mitsukattara, sugu ni watashi ni renraku shite tashikame te kudasai.
Jika ditemukan kecacatan/cacat produksi, segera hubungi saya untuk memastikannya.
Digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kegiatan, perhatian, atau objek berpusat utama pada hal tertentu. Berarti 'terutama...' atau 'berpusat pada...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kifukin wa, kodomotachi o chuushin ni kubaru yotei desu.
Uang donasi ini rencananya akan dibagikan dengan berfokus terutama kepada anak-anak.
Kyuusoku ni henka suru shakai dewa, wakamono o chuushin ni atarashii kachikan ga okoru.
Di masyarakat yang berubah pesat, nilai-nilai baru muncul berpusat terutama pada kaum muda.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Alasan dan Budaya 'Sumimasen' di Jepang
Di Jepang, saat mengajukan alasan atau dalih atas kesalahan, orang cenderung memulai dengan permintaan maaf yang tulus seperti 'Sumimasen' atau 'Moushiwake gozaimasen' sebelum menjelaskan situasi secara objektif. Menyalahkan keadaan secara terang-terangan tanpa meminta maaf terlebih dahulu dianggap kurang sopan dan tidak profesional.
Kenji: Hei, jendelanya dibiarkan terbuka terus lho. Anginnya kencang sekali, gelas hampir saja pecah. Budi: Ah, maaf! Saya lupa memastikannya. Akhir-akhir ini suasana hati saya sedang buruk, rasanya tidak bisa berkonsentrasi. Kenji: Kamu tidak apa-apa? Ada masalah yang terjadi? Jangan dipikirkan sendirian, bagaimana kalau kamu meminta bantuan kerja sama dari yang lain? Budi: Sebenarnya, saya sedang menyiapkan persiapan yang berfokus pada acara hari Sabtu, tetapi jadwalnya belum sepenuhnya matang. Kenji: Begitu ya. Kalau kamu khawatir, aku juga akan ikut membantumu.