๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Bab ini fokus mengajarkanmu mengekspresikan emosi, perasaan, dan kondisi fisik dalam bahasa Jepang level N3. Pelajari pola tata bahasa penting seperti ~hodo, ~ni chigainai, dan ~wake ni wa ikanai untuk komunikasi yang lebih kaya.
Selamat datang di Bab 2! Setelah kemarin kamu berhasil mengambil langkah pertamamu menuju level menengah di Bab 1, sekarang saatnya kamu memperkaya ekspresi diri. Di bab ini, kamu akan belajar cara mengekspresikan segala jenis perasaan dan kondisi, bikin percakapanmu makin hidup dan natural!
โข Kamu bisa mengekspresikan perbandingan atau tingkat intensitas perasaanmu menggunakan pola ~hodo.
โข Kamu bisa menyatakan dugaan kuat atau keyakinan mutlak tentang suatu kondisi atau kejadian dengan ~ni chigainai.
โข Kamu bisa menjelaskan batasan moral atau alasan kuat yang membuatmu tidak bisa melakukan sesuatu menggunakan ~wake ni wa ikanai.
โข Kamu bisa mendeskripsikan tren atau perubahan kondisi fisik dan mental secara bertahap.
Pola ini digunakan untuk menyatakan hubungan sebab-akibat yang bertingkat: semakin tinggi derajat suatu hal, semakin tinggi pula derajat hal yang mengikutinya. Sering dikombinasikan dengan bentuk pengandaian (~ba ~hodo).
Contoh Kalimat (Examples)
Nihongo wa gakushuu sureba suru hodo omashiroku narimasu.
Bahasa Jepang semakin dipelajari akan semakin menarik.
Kyuuryou ga takakereba takai hodo, shigoto no gimu mo omoku narimasu.
Semakin tinggi gajinya, semakin berat pula kewajiban pekerjaannya.
Menunjukkan rentang waktu atau wilayah dari satu titik ke titik lain secara kasar atau tidak terlalu spesifik batasannya. Berbeda dengan 'kara ~ made' yang memiliki batas awal dan akhir yang sangat jelas.
Contoh Kalimat (Examples)
Kinou kara kyou ni kakete, kono chiiki de kasai ga hassei shimashitah.
Sejak kemarin hingga hari ini, kebakaran telah terjadi di wilayah ini.
Raishuu no getsuyoubi kara suiyoubi ni kakete, atarashii gakki ga kaishi saremasu.
Dari hari Senin hingga Rabu minggu depan, semester baru akan dimulai.
Merupakan ekspresi idiomatik yang berarti 'apa boleh buat' atau 'tidak ada jalan lain'. Digunakan ketika pembicara menghadapi situasi sulit yang berada di luar kendalinya dan terpaksa menerimanya.
Contoh Kalimat (Examples)
Ame ga futte kita kara, kyou no kyanpu wa chuushi da. Shouganai ne.
Karena hujan turun, berkemah hari ini dibatalkan. Mau bagaimana lagi ya.
Kuruma wo nakushite shimatta. Gaishutsu dekinai shi, shiyouganai.
Saya kehilangan mobil. Tidak bisa pergi keluar, mau bagaimana lagi.
Memiliki dua fungsi utama tergantung konteks: 1) Menyampaikan informasi dari sumber lain (artinya 'katanya...' atau 'kabarnya...'). 2) Menarik kesimpulan logis dari suatu situasi (artinya 'itu berarti...').
Contoh Kalimat (Examples)
Kantoku no hanashi ni yoru to, ashita no satsuei wa junchou ni kaishi sareru to iu koto da.
Menurut sutradara, syuting besok katanya akan dimulai dengan lancar.
Taichou ga kaifuku shita to iu koto wa, gaishutsu mo kanou da to iu koto da.
Bahwa kondisi tubuh telah pulih, itu artinya pergi keluar pun sudah memungkinkan.
Digunakan ketika pembicara menyatakan keyakinan kuat atau dugaan yang sangat pasti tanpa ada keraguan sedikit pun berdasarkan bukti-bukti objektif yang ada.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa yuumei na gaka dakara, kono e no gaku wa takai ni chigainai.
Karena dia pelukis terkenal, harga lukisan ini pasti mahal.
Gussuri nemutta kara, karada no kagen mo yokunatta ni chigainai.
Karena sudah tidur nyenyak, kondisi badan pasti sudah membaik.
Menunjukkan bahwa suatu situasi terus berubah ke satu arah tertentu, dan biasanya arah perubahan tersebut bersifat negatif atau merugikan (misal: memburuk, berkurang, menurun).
Contoh Kalimat (Examples)
Sofu no byouki wa akka suru bakari de, kazoku wa shinpai shite iru.
Penyakit kakek terus memburuk saja, dan keluarga merasa cemas.
Kasai no higai wa kakudai suru bakari da.
Kerusakan akibat kebakaran terus meluas saja.
Menyatakan bahwa pembicara tidak bisa melakukan sesuatu karena alasan moral, tanggung jawab sosial, atau perasaan sungkan terhadap orang lain, meskipun secara fisik tindakan tersebut mungkin saja dilakukan.
Contoh Kalimat (Examples)
Osewa ni natta sensei no on wo wasureru wake ni wa ikanai.
Aku tidak boleh melupakan kebaikan guru yang telah merawatku.
Daiji na kyoukasho dakara, tomodachi ni tada de ageru wake ni wa ikanai.
Karena ini buku pelajaran yang penting, aku tidak bisa memberikannya begitu saja secara gratis kepada teman.
Detail stroke order dan cara penulisan kanji-kanji ini dapat dieksplorasi di halaman pembelajaran Kanji kami secara interaktif.
Konsep 'On' (ๆฉ) dalam Hubungan Sosial Jepang
Di Jepang, konsep 'On' (ๆฉ) atau utang budi sangat dijunjung tinggi. Menerima kebaikan atau bantuan dari orang lain secara tidak langsung menciptakan kewajiban moral untuk membalasnya suatu hari nanti. Mengabaikan atau melupakan 'On' dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan dan merusak keharmonisan hubungan sosial.
A: Bagaimana kondisi tubuhmu belakangan ini? Apakah pemulihannya berjalan lancar? B: Ya, karena kemarin tidur nyenyak sekali, sekarang sudah merasa jauh lebih baik. Terima kasih telah mencemaskan saya. A: Baguslah kalau begitu! Soalnya kamu tidak boleh memaksakan diri lalu kondisinya memburuk lagi. Istirahatlah dengan tenang. B: Tentu. Agar tidak melupakan kebaikan kalian semua, saya akan segera pulih!