๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Pelajari cara menunda keputusan dan menyatakan keraguan dalam bahasa Jepang. Kuasai pola tata bahasa ใใฉใใ, ใซใใฃใฆ, kausatif pasif, serta kanji dan kosakata penting N3.
Setelah kemarin kamu mahir mengungkapkan 'saat melakukan sesuatu' di Bab 16, kini saatnya kamu melangkah lebih jauh! Di Bab 17 ini, kamu akan belajar bagaimana caranya menunda keputusan atau menyatakan keraguan dengan sopan dalam bahasa Jepang, membantumu berkomunikasi lebih luwes dan strategis.
โข Kamu bisa menunda keputusan dan menyatakan keraguan dengan sopan menggunakan pola tata bahasa seperti ใใฉใใ.
โข Kamu bisa menjelaskan analisis situasi sebelum bertindak menggunakan pola ใซใใฃใฆ.
โข Kamu bisa memahami dan membentuk kalimat dengan bentuk kausatif pasif (ใใใใใใ).
โข Kamu bisa menggunakan 12 kanji dan 34 kosakata baru untuk berdiskusi tentang rencana dan ketidakpastian.
Digunakan untuk menyatakan 'apakah ... atau tidak'. Pola ini sangat berguna ketika kita belum yakin atau sedang menunda keputusan tentang suatu hal. Untuk kata benda dan kata sifat-na, hilangkan akhiran 'da' sebelum menyambungnya dengan ใใฉใใ.
Contoh Kalimat (Examples)
Atarashii shiten o oopun suru ka dou ka, mada kimete imasen.
Kami belum memutuskan apakah akan membuka kantor cabang baru atau tidak.
Kono zairyoo de oishii ryoori ga dekiru ka dou ka, jissai ni tsukutte mimasu.
Apakah masakan lezat bisa dibuat dengan bahan ini atau tidak, saya akan mencoba memasaknya langsung.
Menyatakan makna 'dipaksa melakukan sesuatu' atau 'terpaksa melakukan sesuatu karena keadaan'. Subjek merasa terbebani atau tidak punya pilihan lain selain melakukan tindakan tersebut.
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi wa ryooshin ni piano no renshuu o saseraremashita.
Saya dipaksa berlatih piano oleh orang tua saya.
Shibai no junban o machigaete, minna ni warawasaremashita.
Karena salah urutan dalam drama, saya terpaksa membuat semua orang tertawa (terpaksa ditertawakan).
Menunjukkan bahwa suatu tindakan diselesaikan sampai akhir secara tuntas, atau dalam bentuk potensial (-kireru), menyatakan mampu melakukannya sampai habis. Bentuk negatifnya (-kirenai) berarti tidak sanggup menghabiskan/menyelesaikannya.
Contoh Kalimat (Examples)
Konna ni tairyoo no koori wa, hitori de wa tsukaikiremasen.
Es dalam jumlah sebanyak ini tidak akan bisa saya habiskan sendiri.
Kare wa nagai shoosetsu o ichinichi de yomikirishita.
Dia membaca habis novel yang panjang itu dalam waktu satu hari.
Memiliki dua fungsi utama. 1) Melakukan dua tindakan secara bersamaan (mirip dengan ใชใใ, namun lebih formal dan sering digunakan dalam tulisan). 2) Menyatakan pertentangan ringan, diterjemahkan sebagai 'meskipun/walaupun' (sering diikuti perasaan menyesal atau kontradiksi).
Contoh Kalimat (Examples)
Shoorai no keikaku o kangaetsutsu, me no mae no shigoto ni torikumimasu.
Sambil memikirkan rencana masa depan, saya fokus mengerjakan pekerjaan di depan mata.
Karada ni yokunai to shiritsutsu, maiban amai koodo iri no enajii doringu o nonde shimau.
Meskipun tahu itu tidak baik bagi tubuh, saya malah meminum minuman energi manis berpemanis buatan setiap malam.
Nominalisasi kata sifat-na untuk menekankan aspek keadaan, perasaan, atau fakta abstrak dari sifat tersebut. Sering digunakan untuk menggarisbawahi keistimewaan dari sebuah keadaan (misalnya: hal yang membahagiakan, perkara yang penting).
Contoh Kalimat (Examples)
Kazoku minna ga kenkoo de kuraseru no wa, hontoo ni shiawase na koto desu.
Bisa hidup sehat bersama seluruh keluarga benar-benar merupakan hal yang membahagiakan.
Purojekuto o susumeru ue de, kore ga mottomo shuyoo na koto desu.
Dalam menjalankan proyek, ini adalah hal yang paling utama.
Memiliki beberapa arti penting: 1) Menunjukkan cara/metode (dengan/melalui). 2) Menunjukkan penyebab (karena). 3) Menunjukkan pelaku tindakan dalam kalimat pasif (oleh). 4) Menunjukkan perbedaan berdasarkan kasus (tergantung pada).
Contoh Kalimat (Examples)
Kokuseki ya bunka no chigai ni yotte, kangaekata ga kotonarimasu.
Cara berpikir berbeda-beda tergantung pada perbedaan kewarganegaraan dan budaya.
Fuchuui ni yotte, ookina jiko ga okoru kanousei ga arimasu.
Karena kecerobohan, ada kemungkinan kecelakaan besar bisa terjadi.
Berikut adalah kanji-kanji yang dipelajari pada bab ini: ๅ (kali/putar), ๅฐ (sulit/bingung), ๅ (taman), ๅจ (ada/berada), ๅ ฑ (kabar/lapor), ๅฅฝ (suka), ๅจ (anak perempuan), ๅฉฆ (wanita/istri), ๅฎ (sempurna/selesai), ๅฎ (pemerintah), ๅฎ (tetap/pasti), ๅฎ (nyata/buah). Detail stroke order dan cara menulis kanji dapat dieksplorasi secara mendalam di halaman Kanji.
Aisatsu dan Sikap Menunda Keputusan (Aimaiza)
Orang Jepang sangat menghindari kata 'tidak' secara langsung untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial (wa). Pola 'ka dou ka' atau frasa seperti 'kentou shimasu' (akan saya pertimbangkan) sering dipakai untuk menunda jawaban secara halus. Ini merupakan bentuk empati sosial agar lawan bicara tidak merasa ditolak mentah-mentah saat bernegosiasi.
Sato: Tanaka-san, rencana pembukaan kantor cabang baru di periode depan, sebenarnya bagaimana kelanjutannya? Tanaka: Tergantung pada situasi modal saat ini, saya belum tahu apakah kita bisa melanjutkannya sesuai rencana atau tidak. Sato: Saya dipaksa oleh atasan untuk mempercepat persiapan, tapi masalah kode transportasi yang melintasi batas negara juga belum selesai, ya. Tanaka: Betul sekali. Sambil membaca dokumen sebagai referensi, mari kita diskusikan masalah-masalah utama di rapat berikutnya.