๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di Bab 12 ini, kamu akan belajar cara memberikan penekanan dan batasan dalam bahasa Jepang. Kuasai tata bahasa N3 seperti kirenai, kuseni, dan bakari ka, ditambah 12 kanji dan 34 kosakata baru untuk meningkatkan kemampuanmu.
Setelah kamu berhasil menentukan kriteria penilaian di Bab 11, kini saatnya kemampuan bahasamu naik level! Di Bab 12 ini, kamu akan diajak menguasai cara memberikan penekanan dan batasan dalam kalimat bahasa Jepang, agar komunikasimu semakin luwes dan penuh makna. Bersiaplah untuk membuat setiap ucapanmu lebih kuat dan jelas!
โข Kamu bisa mengungkapkan ketidakmampuan untuk menyelesaikan sesuatu karena jumlahnya terlalu banyak, menggunakan pola tata bahasa ใใใชใ.
โข Kamu mampu menunjukkan kekesalan atau menyindir tindakan kontradiktif seseorang dengan tata bahasa ใใใซ.
โข Kamu dapat memberikan penekanan tambahan pada suatu pernyataan dengan menggunakan ใฐใใใ atau ใฐใใใงใชใ.
โข Kamu bisa menggunakan ็ดใ untuk menyatakan pengulangan tindakan dan ็ถใใ untuk menunjukkan keberlanjutan suatu aksi.
โข Kamu akan menguasai 12 kanji dan 34 kosakata tingkat N3 yang baru.
Digunakan untuk menyatakan ketidakmampuan menyelesaikan suatu tindakan secara keseluruhan karena volumenya terlalu banyak atau kapasitasnya terlampaui. Pola ini merupakan bentuk negatif dari ~kiru (menyelesaikan sepenuhnya).
Contoh Kalimat (Examples)
Oishii gochisou ga takusan atte, hitori de wa tabekiremasen.
Ada banyak hidangan lezat, saya tidak bisa menghabiskannya sendirian.
Bakudai na seikyลซsho no kingaku wo mite, odoroki wo kakushikirenakatta.
Melihat jumlah tagihan yang sangat besar, saya tidak dapat menyembunyikan rasa terkejut saya sepenuhnya.
Menyatakan sindiran, kejengkelan, atau kritik terhadap seseorang yang tindakannya bertentangan dengan keadaan yang sebenarnya. Berarti 'padahal...' atau 'padahal dia...'. Hanya boleh dipakai untuk orang lain, tidak untuk diri sendiri.
Contoh Kalimat (Examples)
Joushiki ga nai kuse ni, erasou na koto wo noberu na.
Jangan sok menggurui, padahal kamu sendiri tidak punya akal sehat.
Jibun de wa nani mo shinai kuse ni, tanin no teian ni monku bakari iu.
Padahal dia sendiri tidak melakukan apa-apa, tapi pekerjaannya hanya mengeluh atas usulan orang lain.
Berarti 'bukan hanya..., tetapi juga...'. Berfungsi untuk menunjukkan bahwa situasi tidak berhenti pada satu titik saja, melainkan ada hal lain (yang biasanya lebih ekstrem) yang ditambahkan di atasnya.
Contoh Kalimat (Examples)
Kanojo wa kiyou na bakari ka, chishiki mo hijou ni houfu da.
Dia bukan hanya cekatan, tetapi juga memiliki pengetahuan yang sangat melimpah.
Sono nouka wa kome bakari de naku, ooku no yasai mo tsukutte iru.
Petani itu tidak hanya menanam padi, tetapi juga memproduksi banyak sayuran.
Menunjukkan bahwa suatu tindakan diulangi sekali lagi untuk memperbaiki kesalahan atau untuk mendapatkan hasil yang lebih baik daripada yang pertama.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono toi wa machigaete iru node, mou ichido tokinaoshite kudasai.
Karena pertanyaan ini salah, silakan selesaikan/kerjakan ulang sekali lagi.
Shippai shita keikaku wo, ichi kara kangaenaosu koto ni shita.
Kami memutuskan untuk memikirkan kembali rencana yang gagal itu dari awal.
Digunakan untuk mengekspresikan suatu aksi yang terus dilakukan secara berkesinambungan tanpa terputus.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa muchuu de hon wo yomitsuzukete iru.
Dia terus membaca buku dengan sangat fokus tanpa henti.
Donna ni turakute mo, nihongo wo manabitsuzukeru tsumori da.
Bagaimanapun sulitnya, saya berniat untuk terus belajar bahasa Jepang.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Etiket Penggunaan 'Kuseni'
Pola kalimat 'kuseni' mengandung nuansa kejengkelan, cemoohan, atau penghinaan. Pola ini sangat tidak sopan jika digunakan kepada orang yang statusnya lebih tinggi, orang asing, atau dalam situasi formal. Batasi penggunaannya hanya kepada teman dekat dalam konteks kasual atau saat Anda benar-benar ingin menunjukkan kritik tajam terhadap kontradiksi seseorang.
Kenji: Pekerjaan akhir tahun sangat banyak, sepertinya belum bisa selesai. Aku terus mengurung diri di ruang belajar. Sakura: Perilakumu buruk, rambutmu juga berantakan! Kudengar kamu juga terus fokus melihat ponsel saat berjalan di trotoar. Kenji: Aku sedang bermain game bersama teman-teman. Tapi, memang aku harus membuang waktu yang sia-sia. Sakura: Keputusan itu benar. Kurangi waktu yang tidak perlu, dan selesaikan pekerjaanmu dengan cepat!