🎯 1. Tujuan Belajar (Can-Do Objectives)
Pada bab ini, kita akan belajar skill penting berikut untuk mencapai target kemampuan:
• Belajar keadaan: ppanashi menggunakan ~っぱなし.
📖 2. Target Kosakata
Metode belajar praktis: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia kontekstual.
単語 Kosakata (Vocab)
放れる
放る
解放
開放
拘置
物置
纏まる
立ち止まる
挟まる
まあまあ
📖 3. Tata Bahasa & Penjelasan
〜放題
Bebas~ / sesuka hati~ / puas~
Contoh Kalimat (Examples)
Di prasmanan, kamu bisa menikmati makanan sepuasnya.
Pemandian air panas ini juga memiliki air minum gratis sepuasnya.
Anak-anak bermain sesuka hati.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Menunjukkan bahwa sesuatu dapat dilakukan secara bebas, tanpa batasan, atau berlebihan.
〜っぱなし
Dibiarkan begitu saja / terus
Contoh Kalimat (Examples)
Denki o tsukeppanashi de nete shimatta.
Saya tertidur dengan lampu masih menyala.
Kare wa kaigi-chuu zutto tachippanashi datta.
Dia terus berdiri sepanjang rapat.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
〜っぱなし menunjukkan keadaan yang dibiarkan terus setelah suatu tindakan terjadi. Sering mengandung nuansa negatif, seperti lupa mematikan, lupa menutup, atau membiarkan sesuatu tanpa dibereskan.
- Dibentuk dari akar bentuk ます kata kerja.
- Sering dipakai untuk keadaan yang tidak semestinya dibiarkan.
- Banyak dipakai dalam percakapan sehari-hari.
- Dapat berarti “terus-menerus” untuk posisi atau keadaan tubuh, seperti 立ちっぱなし atau 座りっぱなし.
- Dalam banyak kasus, pembicara merasa keadaan itu buruk, merepotkan, atau tidak rapi.
| Bentuk | Pola | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|---|
| Keadaan dibiarkan | KK ます形 + っぱなし | setelah dilakukan, dibiarkan begitu saja | 開けっぱなし |
| Posisi terus-menerus | KK ます形 + っぱなし | terus dalam posisi sama | 立ちっぱなし |
| Dengan で | 〜っぱなしで + KK | melakukan hal lain dalam keadaan itu | つけっぱなしで寝る |
| Sebagai predikat | 〜っぱなしだ | tetap dalam keadaan itu | 窓が開けっぱなしだ |
🖌️ 4. Daftar Kanji Dasar (Bab 24)
Ingin mahir menulis aksara Jepang? Pelajari detail urutan goresan (stroke order), cara baca Onyomi dan Kunyomi, serta contoh kosakata praktis di modul Kanji khusus NihongoRoute.
⛩️ 5. Catatan Budaya
Catatan Budaya: Menyerahkan Dokumen di Sekolah Jepang
Saat menyerahkan dokumen resmi di sekolah Jepang, siswa biasanya masuk dengan ucapan「失礼します」dan menyerahkan kertas dalam keadaan rapi. Meletakkan dokumen sembarangan, apalagi seperti「放る」, dianggap kurang sopan karena bisa mengganggu urutan administrasi.
Catatan Etika: Ruang Bersama Bukan「使い放題」
物置, mesin fotokopi, dan papan pengumuman adalah fasilitas bersama. Dalam budaya sekolah dan kantor Jepang, setelah memakai fasilitas, orang diharapkan mengembalikannya ke keadaan semula agar tidak merepotkan orang berikutnya.
💬 6. Praktik Membaca Nyata (Dialog)
Lala: Permisi. Saya datang untuk menyerahkan pemberitahuan perjalanan sekolah. Sato: Ya, kamu Lala, kan? Dokumennya lumayan tersusun, tetapi bukankah kamu membiarkan materi tertinggal di meja ruang guru? Lala: Ah, saya membiarkan peta tertinggal di sebelah mesin fotokopi. Saya akan segera mengambilnya. Suzuki: Kalau berhenti di lorong, siswa di belakang tidak bisa lewat. Jangan terburu-buru, perhatikan sekitar. Lala: Maaf. Kertasnya terselip di tas, jadi saya jadi kebingungan. Sato: Itu sering terjadi. Namun, meletakkan dokumen seperti dilempar begitu saja tidak baik. Nanti tercampur dengan dokumen umum. Lala: Baik. Kemarin saya membiarkan kertas cadangan di gudang, jadi kertasnya menumpuk. Suzuki: Gudang bukan tempat yang bisa dipakai sesuka hati. Setelah memakai, wajib kembalikan seperti semula. Lala: Saya mengerti. Saya juga akan berhati-hati agar tidak membiarkan kunci tetap terbuka. Sato: Itu lebih baik. Kalau kunci terlepas, pemeriksaan keamanan akan memakan waktu. Lala: Kalau begitu, saya akan melampirkan peta dan menyerahkan sekali lagi. Sato: Tolong begitu. Kalau semuanya sudah tersusun, mari kita pasang di papan pengumuman untuk pemberitahuan.