🌀
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai tata bahasa dan kosakata N1 untuk menyatakan tindakan serta keteguhan hati dalam bahasa Jepang. Tingkatkan pemahaman membaca berita formal dan persiapan ujian JLPT N1 kamu sekarang.
Setelah menjelajahi puncak emosi di Bab 3, sekarang saatnya kamu mengubah perasaan itu menjadi aksi nyata di Bab 4. Lewat bab ini, kamu akan belajar mengekspresikan keteguhan tekad dan alasan di balik tindakanmu menggunakan tata bahasa N1 seperti たまでのことだ dan たるゆえん.
• Kamu mampu menggunakan pola たまでのことだ untuk menyatakan bahwa tindakanmu murni dilakukan karena memang harus dilakukan.
• Kamu mampu menjelaskan alasan mendasar dari status atau reputasi seseorang menggunakan pola たるゆえん.
• Kamu mampu memahami kosakata formal seputar kebijakan negara dan administrasi saat membaca berita atau artikel opini.
• Kamu mampu mengungkapkan opini objektif dan tekad yang kuat dalam konteks profesional maupun sastra.
Digunakan untuk mengecilkan arti dari tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri. Pembicara menegaskan bahwa ia hanya melakukan apa yang memang sewajarnya atau seharusnya dilakukan dalam situasi tersebut, bukan karena ingin dipuji atau mencari perhatian. Nuansanya rendah hati tetapi tegas.
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi wa tada jibun no gimu o hatashita made no koto da.
Saya hanya sekadar menunaikan kewajiban saya sendiri.
Komatte iru hito ga ita kara, tedasuke o shita made no koto desu.
Karena ada orang yang kesusahan, saya hanya sekadar membantunya.
Menunjukkan alasan mendasar mengapa sesuatu atau seseorang layak menyandang status, posisi, atau nama besar tertentu. Pola ini sangat formal, puitis, dan sering muncul di esai, sastra, atau pidato politik.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare ga kuni no genshu taru yuen wa, sono ketsudanryoku ni aru.
Alasan mendasar mengapa ia menjadi kepala negara terletak pada kekuatan keputusannya.
Kore koso ga, kono sakuhin ga meisaku taru yuen de aru.
Inilah alasan mengapa karya ini layak disebut sebagai mahakarya.
Melakukan tindakan ekstrem atau menyatakan suatu opini yang berani secara terang-terangan tanpa merasa malu, ragu, atau bersalah terhadap lingkungan sekitar. Biasanya mengandung nuansa kritik dari sudut pandang orang ketiga.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa jibun ga gyōkai o shudō suru tensai de aru to itte habakaranai.
Dia tidak segan-segan (terang-terangan) menyatakan bahwa dirinya adalah jenius yang memimpin industri ini.
Kanojo wa raibaru e no shitto o kuchi ni shite habakaranai.
Dia terang-terangan mengungkapkan rasa irinya terhadap saingannya tanpa ragu.
Digunakan untuk mengekspresikan tekad bulat atau kemauan keras pembicara kepada lawan bicara bahwa ia pasti akan melakukan atau mencapai sesuatu. Menunjukkan tindakan pembuktian diri.
Contoh Kalimat (Examples)
Tsugi no shinsa de wa, jiman no kosei o hakki shite gōkaku shite miseru.
Pada seleksi berikutnya, saya pasti akan menunjukkan keunikan karakter saya dan membuktikan bahwa saya bisa lulus.
Dorehodo konnan de atte mo, kono keikaku o seikō sasete miseru.
Betapapun sulitnya, saya pasti akan membuktikan bahwa saya bisa menyukseskan rencana ini.
Menyatakan bahwa baik kondisi A maupun kondisi B tidak membuat perbedaan pada hasil akhir. Menyamakan status dari dua contoh yang diangkat (sering kali berlawanan atau setara).
Contoh Kalimat (Examples)
Kōritsu de are shiritsu de are, kyōiku no jūyōsei ni kawari wa nai.
Baik lembaga negeri maupun swasta, pentingnya pendidikan tidaklah berubah.
Kokusan de are gaikokusan de are, hinshitsu kanri wa kibishiku okonawaredoki da.
Baik buatan domestik maupun buatan luar negeri, manajemen kualitas harus dilakukan dengan ketat.
Digunakan untuk menyatakan pandangan umum, klaim ilmiah, atau kesepakatan sosial yang diakui secara luas oleh masyarakat. Setara dengan 'dianggap sebagai...' atau 'dinyatakan bahwa...'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kono jōyaku ni yotte, ryōkokukan no kokkō ga kaifuku shita mono toされている.
Melalui perjanjian ini, hubungan diplomatik kedua negara dianggap telah pulih.
Kono kenpō wa kokudo to kokumin no anzen o mamoru tame ni seitei sareta toされている.
Konstitusi ini dinyatakan telah ditetapkan demi melindungi wilayah negara dan keselamatan rakyat.
Detail stroke order dan pembacaan kanji di bawah ini dapat Anda pelajari lebih lanjut di menu Kanji kami: 奈 (Nara), 奉 (Mengabdi/Mempersembahkan), 奏 (Memainkan musik), 契 (Kontrak/Janji), 奔 (Berlari kencang), 奪 (Merebut), 顕 (Nyata/Jelas), 顧 (Melihat ke belakang/Memperhatikan), 飢 (Kelaparan), 飽 (Kenyang/Bosan), 飾 (Menghias), 養 (Memelihara/Menafkahi), 餓 (Kelaparan ekstrem), 馨 (Wangi), 駆 (Berlari cepat/Mengendarai).
Keputusan Kolektif vs Keteguhan Hati Individu
Di Jepang, proses pengambilan keputusan sering kali bersifat kolektif melalui konsensus (Nemawashi). Namun, di level kepemimpinan tinggi seperti anggota Majelis Tinggi (参議院) atau pimpinan redaksi sastra, keteguhan hati individu untuk memimpin (主導) dan mengambil tanggung jawab penuh adalah cerminan dari konsep integritas diri yang kuat.
Penggunaan Istilah Ken首 (Genshu)
Kata 元首 (Genshu/Kepala Negara) secara hukum memiliki nuansa sensitif di Jepang. Berbeda dengan negara republik, konstitusi Jepang mendefinisikan Kaisar sebagai simbol negara, sementara beberapa pakar menganggap Perdana Menteri bertindak sebagai kepala pemerintahan atau kepala negara secara de facto.
A: Justru karena melakukan riset awal secara mendalam, Anda berhasil memimpin proyek dinas ini ya. B: Tidak, saya hanya sekadar memenuhi peran yang diberikan kepada saya. Berikutnya, saya pasti akan membuktikan bahwa saya bisa menyukseskan bisnis baru ini.