🎯 1. Tujuan Belajar (Can-Do Objectives)
Pada bab ini, kita akan belajar skill penting berikut untuk mencapai target kemampuan:
• Dapat mengkritik perilaku orang berdasarkan status sosialnya atau menjelaskan tindakan wajib demi menjaga gengsi.
📖 2. Target Kosakata
Metode belajar praktis: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia kontekstual.
単語 Kosakata (Vocab)
私用
誇る
邸宅
面目
賃金
横綱
役場
学歴
経歴
庶民
📖 3. Tata Bahasa & Penjelasan
~ともあろう
Sebagai orang yang... / Padahal berstatus sebagai...
Contoh Kalimat (Examples)
Isha tomo aarou mono ga, kanja no puraibashii o morasu to wa shinjirarenai.
Sungguh tidak bisa dipercaya, orang yang berstatus sebagai dokter malah membocorkan privasi pasien.
Ikkoku no shushou tomo aarou okata ga, sono you na hatsugen o surubeki dewanai.
Seseorang yang menjabat sebagai perdana menteri suatu negara tidak seharusnya membuat pernyataan seperti itu.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk mengekspresikan rasa terkejut, kecewa, atau kritik terhadap perilaku seseorang yang tidak sesuai dengan status sosial atau reputasinya yang tinggi.
- Diikuti oleh kata benda yang merujuk pada orang (seperti 者, お方, 人).
- Kalimat berikutnya selalu mengandung nada negatif seperti kritik, keheranan, atau kekecewaan.
- Hanya digunakan untuk orang dengan posisi, jabatan, atau reputasi yang diakui secara sosial.
| Pola | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| KB (Status) + ともあろう + KB (Orang) | 政治家ともあろう者 (Orang sekelas politisi) |
~ともなれば
Begitu menjadi..., Ketika sudah mencapai tahap...
Contoh Kalimat (Examples)
Daigakusei to mo nareba jibun no koudou ni sekinin o motanakeればnaranai.
Begitu menjadi mahasiswa, seseorang harus bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.
Juunigatsu to mo nareba machi wa kurisumasu no fuuniki de ippai ni naru.
Begitu memasuki bulan Desember, kota menjadi penuh dengan atmosfer Natal.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk menyatakan bahwa ketika suatu kondisi, waktu, atau status sosial yang tinggi tercapai, maka suatu keadaan atau kewajaran tertentu akan terjadi secara alami.
- Mengandung penekanan pada perubahan situasi yang membawa konsekuensi atau ekspektasi baru.
- Biasanya diikuti oleh kalimat yang menyatakan penilaian, kewajiban, atau keadaan alami yang terjadi akibat perubahan tersebut.
- Memiliki variasi bentuk "~ともなると" yang memiliki arti serupa.
| Bentuk | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| Kata Benda (Status) | 社長 + ともなれば |
| Kata Benda (Waktu) | 週末 + ともなれば |
~手前
Karena... (demi menjaga reputasi/moral/tanggung jawab)
Contoh Kalimat (Examples)
Ichido hikiukeru to yakusoku shita temae, kotowaru wake ni wa ikanai.
Karena saya sudah berjanji untuk menyanggupinya sekali, saya tidak mungkin menolaknya (demi menjaga nama baik).
Kodomo no temae, chichioya ga ruuru o yaburu wake ni wa ikanai.
Di hadapan anak (demi menjaga wibawa), seorang ayah tidak boleh melanggar aturan.
Catatan Tambahan & Tabel Penjelasan
Tata bahasa ini digunakan untuk menunjukkan alasan sosial atau moral mengapa seseorang harus melakukan atau menghindari sesuatu demi menjaga reputasi di depan orang lain.
- Berasal dari kata "temae" yang berarti "di depan/hadapan".
- Kalimat berikutnya biasanya diikuti oleh ungkapan keharusan atau ketidakmungkinan seperti ~わけにはいかない atau ~ざるを得ない.
- Sangat umum digunakan dalam konteks formal atau hubungan sosial yang kaku.
| Kelas Kata | Pola | Contoh |
|---|---|---|
| Kata Kerja | KK + 手前 | 約束した手前 (Karena sudah berjanji) |
| Kata Benda | KB + の手前 | 立場の手前 (Karena posisi/jabatan) |
🖌️ 4. Daftar Kanji Dasar (Bab 29)
Ingin mahir menulis aksara Jepang? Pelajari detail urutan goresan (stroke order), cara baca Onyomi dan Kunyomi, serta contoh kosakata praktis di modul Kanji khusus NihongoRoute.
⛩️ 5. Catatan Budaya
Catatan Budaya: Tanggung Jawab Status & Menjaga Muka
Dalam masyarakat Jepang yang hierarkis, status sosial membawa ekspektasi moral yang ketat. Tatabahasa '~ともあろう' digunakan untuk mengkritik tokoh berstatus tinggi yang bertindak tidak pantas. Sebaliknya, '~ともなれば' menyatakan tuntutan wajar yang otomatis muncul seiring naiknya status seseorang. Sementara itu, konsep 'menjaga muka' di hadapan orang lain (seperti klien atau masyarakat) diwakili oleh tatabahasa '~手前', menunjukkan keharusan sosial untuk bertindak konsisten demi reputasi.
💬 6. Praktik Membaca Nyata (Dialog)
Kobayashi: Suzuki, Hayashi. Usulan kalian lebih dekat ke urusan pribadi daripada keuntungan perusahaan. Sebagai orang yang menjabat sebagai direktur, saya tidak bisa meloloskan usulan yang tidak bisa membedakan urusan publik dan pribadi. Hayashi: Direktur Kobayashi, ini bukan urusan pribadi. Ini adalah proyek yang memikirkan kontribusi kepada masyarakat setempat. Demi menjaga gengsi perusahaan kita yang membanggakan latar belakang akademis tinggi dan riwayat karier yang cemerlang, proyek ini sangat penting. Kita akan kesulitan jika dikritik sebagai perusahaan di mana para eksekutif tinggal di rumah mewah sementara memotong upah rakyat biasa. Suzuki: Benar sekali. Karena terlanjur mengusulkannya kepada klien, kami tidak bisa mundur sekarang. Begitu seseorang menjadi direktur, dia harus memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan. Kobayashi: Logikanya memang bagus, tapi perusahaan kita bukan lembaga amal. Kita bukan kuil yang mengayomi umat, juga bukan negara dengan kaisar yang memiliki kekuasaan mutlak. Pikirkanlah batasan anggaran.