๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai tata bahasa N1 untuk tunjukkan kesiapan mental dan pertimbangan sosial dalam bahasa Jepang formal. Tingkatkan kemampuan komunikasi profesional kamu di bab ini.
Setelah kamu menguasai konsep kewajiban dan ketidakmungkinan di Bab 10, sekarang saatnya melangkah lebih jauh untuk menunjukkan kedewasaan berbahasamu. Di Bab 11 ini, kamu akan mempelajari cara mengekspresikan kesiapan mental yang kuat (่ฆๆ) serta pertimbangan sosial (้ ๆ ฎ) dalam komunikasi formal. Yuk, asah kemampuan bahasa Jepang tingkat tinggimu agar komunikasimu terasa lebih bernyawa dan profesional!
โข Kamu mampu mengungkapkan pengandaian yang hampir mustahil namun disertai tekad kuat menggunakan pola tata bahasa ~ใใฎใชใ.
โข Kamu mampu menceritakan perjuangan seseorang yang mengatasi rintangan besar dengan menggunakan pola ~ใใใฎใจใใใใซ secara tepat.
โข Kamu mampu menggunakan kosakata tingkat tinggi untuk menunjukkan pertimbangan sosial (้
ๆ
ฎ) dalam situasi bisnis formal.
โข Kamu mampu memahami nuansa teks sastra Jepang yang menggambarkan kesiapan mental (่ฆๆ) tokohnya.
Arti: Harap maklum. Fungsi: Tolak halus/minta maaf awal atas keterbatasan. Nuansa: Formal, sering dalam surat bisnis atau pengumuman resmi.
Contoh Kalimat (Examples)
Konkai no kikaku wa yosan busoku no tame chuushi itashimasu. Ashikarazu.
Proyek kali ini dibatalkan karena anggaran kurang. Harap maklum.
Henshin ga okuremasu koto, ashikarazu goryoushou kudasai.
Mohon maklum atas keterlambatan balasan kami.
Arti: Kalau bisa. Fungsi: Andaikan hal sulit/mustahil terjadi. Nuansa: Harapan kuat tapi sadar sulit terwujud. Sering diikuti bentuk keinginan/tantangan.
Contoh Kalimat (Examples)
Ano inishie no kyuuden ni modoreru mono nara, modotte mitai.
Jika bisa kembali ke istana kuno zaman lampau itu, aku ingin kembali.
Watashi no gakureki de sono kampeki na kyoukai ni ireru mono nara, ima sugu oubou suru.
Jika latar belakang pendidikanku bisa meloloskanku ke asosiasi sempurna itu, aku akan melamar sekarang juga.
Arti: Tanpa peduli... Fungsi: Lakukan tindakan abaikan situasi sekitar. Nuansa: Tidak peduli norma umum atau pandangan orang lain.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa shuui no reikoku na shisen mo kamawazu, jibun no gakusetsu wo shuchou shi tsuzuketa.
Dia terus mempertahankan teorinya tanpa memedulikan tatapan dingin orang sekitar.
Dorobou wa kigai wo kuwaerareru kiken mo kamawazu, kyuuden ni shinnyuu shita.
Pencuri menyusup ke istana tanpa memedulikan bahaya terluka.
Arti: Hadapi rintangan tanpa gentar. Fungsi: Atasi tantangan berat dengan berani. Nuansa: Pujian untuk keberanian atau ketangguhan subjek.
Contoh Kalimat (Examples)
Kare wa keiei no kiki wo mono tomo sezu ni, atarashii koueki no kikaku wo seikou saseta.
Dia sukses jalankan rencana perdagangan baru tanpa gentar hadapi krisis manajemen.
Heishitachi wa reikoku na kikou wo mono tomo sezu ni, kyuusen no kyougi no chi he mukatta.
Para prajurit menuju lokasi negosiasi gencatan senjata tanpa gentar hadapi cuaca ekstrem.
Arti: Demi gengsi / alasan moral. Fungsi: Ada kewajiban moral karena janji atau status sosial. Nuansa: Terpaksa bertindak demi jaga nama baik di hadapan orang lain.
Contoh Kalimat (Examples)
Jibun kara shigoto wo hikiuketa temae, gakkuri shita sugata wa miserarenai.
Karena telanjur menyanggupi pekerjaan itu sendiri, aku tidak boleh memperlihatkan wajah lemas kecewa.
Kampeki na keikaku wo koubo suru to yakusoku shita temae, hanpa na kikaku wa dasenai.
Demi reputasi karena sudah berjanji umumkan lowongan rencana sempurna, aku tidak bisa serahkan rancangan setengah-setengah.
Arti: Saat / pada kesempatan. Fungsi: Tunjukkan waktu kejadian formal. Nuansa: Sama dengan ๆ (toki) tapi jauh lebih resmi.
Contoh Kalimat (Examples)
Kyoto he shucchou shita ori ni, furui kyuuden wo tazuneru yotei da.
Saat dinas ke Kyoto, saya berencana kunjungi istana kuno.
Kyougi ga goui ni tasshita ori ni, aratame te oiwai no gasshou wo shimashou.
Saat negosiasi capai kesepakatan, mari kita nyanyikan paduan suara perayaan.
Detail stroke order dan kanji dapat dieksplorasi di halaman Kanji.
Prinsip Giri (็พฉ็) dan Keigo Bisnis
Penggunaan tata bahasa 'ๆๅ' (temae) erat dengan moralitas sosial Jepang (Giri). Seseorang terpaksa lakukan hal sulit demi jaga nama baik dan reputasi di hadapan rekan kerja atau atasan. Memahami ini bantu kuasai nuansa tulisan resmi.
Tanaka: Sato-san, bagaimana status dinas proyek baru? Jalan sempurna? Sato: Ya, fasilitas inventaris kantor baru siap dengan pas. Semoga rencana ini jadi pemicu kontribusi dagang kita. Tanaka: Benar. Mengingat nasib mitra bisnis, saya pikir negosiasi akan sulit, tapi bagus visi kita cocok. Serta, terima kasih atas usaha semua karyawan. Sato: Betul. Tapi saya berempati pada tuntutan karyawan agar tidak ada lembur lagi.