Bab 8: Kata Sifat (I-Keiyoushi & Na-Keiyoushi)
Mempelajari dua jenis kata sifat dalam bahasa Jepang, cara menggunakannya sebagai predikat atau penerang kata benda, serta cara mengubahnya ke dalam bentuk negatif.
๐ Target Vocab
kirei
็ถบ้บ
Cantik / Bersih (Na)
shinsetsu
่ฆชๅ
Ramah / Baik hati (Na)
yuumei
ๆๅ
terkenal
ookii
ๅคงใใ
Besar (I)
chiisai
ๅฐใใ
Kecil (I)
atarashii
ๆฐใใ
Baru (I)
furui
ๅคใ
Lama / Tua (I)
ii
่ฏใ
Bagus / Baik (I)
๐ฏ Pattern Match
Noun (bersifat) Adj-i.
Noun (bersifat) Adj-na.
Noun yang bersifat (Adj).
Tidak terlalu (Adj).
Database Query: Reibun
Gunung Fuji tinggi.
Kota ini tidak ramai.
Makanan Jepang enak, tapi mahal.
Watt-san adalah guru yang ramah.
Apa kabar? Ya, sehat/baik.
Kamus itu tidak terlalu bagus.
๐ฃ๏ธ Comms Log
"ใใใใ ๅคฑ็คผใใพใ (Sudah waktunya saya pamit)"
Santos: Bagaimana kehidupan di Jepang?
Yamada: Sibuk, tapi sangat menarik.
Santos: Apakah pekerjaannya menyenangkan?
Yamada: Ya, menyenangkan. Mau kopi satu cangkir lagi?
Santos: Tidak, sudah cukup. Sudah waktunya saya pamit.
๐ Syntax Rule
# 1. Perbedaan I-Adj dan Na-Adj
I-Adjective selalu berakhiran 'i'. Na-Adjective tidak berakhiran 'i' (kecuali pengecualian seperti 'Kirei' dan 'Yuumei'). Saat menerangkan kata benda, Na-Adj butuh tambahan 'na', sedangkan I-Adj langsung menempel.
# 2. Bentuk Negatif
I-Adj: Hapus 'i' ganti 'kunai'. Contoh: Takai -> Takakunai. Na-Adj: Tambah 'ja arimasen'. Contoh: Shizuka -> Shizuka ja arimasen.
# 3. Kata Bantu: Totemo dan Amari
'Totemo' berarti 'sangat' (untuk kalimat positif). 'Amari' berarti 'tidak terlalu' (wajib diikuti kalimat negatif).
# 4. Pengecualian Kata 'Ii' (Bagus)
Kata 'Ii' saat diubah ke bentuk negatif menjadi 'Yoku nai', bukan 'Ikunai'. Perubahan ini mengikuti asal katanya yaitu 'Yoi'.