Bayangkan seseorang yang terus mengeluarkan kata-kata (言) kepada anaknya (子) di bawah atap (亠) lewat mulut (口) secara terus-menerus. Karena dilakukan berulang kali tanpa henti, nasihat yang diberikan malah terasa sangat membosankan, cerewet, dan bertele-tele bagi si anak.