Bab 20: Bentuk Biasa (Bahasa Kasual)
Mempelajari perbedaan antara bahasa sopan (Teineigo) dan bahasa biasa (Futsuugo). Menguasai cara mengubah kata kerja, kata sifat, dan kata benda ke dalam bentuk biasa untuk percakapan akrab.
๐ Target Vocab
่ฆใ
Membutuhkan / Perlu
่ชฟในใ
Memeriksa / Menyelidiki
็ดใ
Memperbaiki
ไฟฎ็ใใ
Mereparasi
้ป่ฉฑใใ
Menelepon
ๅ
Aku (Laki-laki, kasual)
ๅ
Kamu (Kasual)
ใใ
Ya (Kasual)
๐ฏ Pattern Match
Kata kerja bentuk biasa (Kamus/Nai/Ta).
Kata sifat bentuk biasa.
Kata benda bentuk biasa (Da / Datta).
Database Query: Reibun
Besok mau ke Kyoto? Ya, pergi.
Apakah setiap hari sibuk? Tidak, tidak sibuk.
Sekarang senggang? Ya, senggang lho.
Pernah mendaki gunung Fuji? Ya, pernah lho.
Kemarin hujan? Tidak, tidak hujan.
๐ฃ๏ธ Comms Log
"ๅคไผใฟใฏ ใฉใใใใฎ๏ผ (Musim panas nanti mau ngapain?)"
Santos: Liburan musim panas nanti, pulang ke negara asal?
Yamada: Enggak, nggak pulang. Aku berencana mau daki gunung Fuji.
Santos: Wah enak ya. Aku juga pengen ikut.
Yamada: Kalau gitu, mau pergi bareng?
๐ Syntax Rule
# 1. Kapan Menggunakan Bentuk Biasa?
Bentuk biasa digunakan dalam percakapan akrab (dengan teman/keluarga) atau dalam tulisan seperti diary dan artikel koran. Dalam percakapan, intonasi naik menggantikan partikel tanya 'ka'.
# 2. Konjugasi Kata Kerja Biasa
Positif (Kamus), Negatif (Nai), Lampau (Ta), Lampau Negatif (Nakatta). Contoh: Taberu, Tabenai, Tabeta, Tabenakatta.
# 3. Konjugasi Kata Sifat & Benda Biasa
Khusus untuk Adj-na dan Noun, pada bentuk positif sekarang, akhiran 'desu' diganti menjadi 'da'. Pada bentuk negatif tetap 'ja nai'.
# 4. Penghilangan Partikel
Dalam percakapan kasual, partikel seperti 'wa', 'ga', 'wo', dan 'e' sering kali dihilangkan jika konteksnya sudah jelas.