Bab 15: Izin, Larangan, dan Status
Mempelajari cara meminta izin (~te mo ii desu), menyatakan larangan (~te wa ikemasen), serta menggunakan bentuk ~te imasu untuk menyatakan keadaan yang menetap seperti status pernikahan, tempat tinggal, dan pekerjaan.
๐ Target Vocab
็ฝฎใ
Menaruh / Meletakkan
ไฝใ
Membuat
ๅฃฒใ
Menjual
็ฅใ
Mengetahui / Mengenal
ไฝใ
Tinggal / Menetap
็ ็ฉถใใ
Meneliti
ๆใๅบใ
Mengingat / Teringat
ๅบงใ
Duduk
๐ฏ Pattern Match
Boleh melakukan V (Memberi izin).
Tidak boleh melakukan V (Larangan).
Menyatakan kondisi menetap (Tinggal, Menikah, Mengetahui, dll).
Database Query: Reibun
Bolehkah mengambil foto di sini?
Tidak boleh memarkir mobil di sini.
Saya sudah menikah.
Saya tinggal di Osaka.
Apakah tahu nomor telepon IMC? Tidak, tidak tahu.
๐ฃ๏ธ Comms Log
"ใๅฎถๆใฏ๏ผ (Bagaimana dengan keluarga Anda?)"
Sato: Keluarga Miller-san ada di mana?
Miller: Ada orang tua dan seorang kakak perempuan. Tinggal di Amerika.
Sato: Apa pekerjaan Anda?
Miller: Membuat software komputer di IMC.
๐ Syntax Rule
# 1. Meminta Izin (~te mo ii desu)
Gunakan pola ini untuk meminta izin melakukan sesuatu. Untuk menjawab 'Ya', gunakan 'Ee, ii desu yo'. Untuk menolak, gunakan 'Sumimasen ga...' diikuti alasan.
# 2. Larangan (~te wa ikemasen)
Pola ini digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu secara tegas. Sering ditemukan pada tanda peringatan di tempat umum.
# 3. Status vs Aktivitas Berlangsung
Meskipun bentuknya sama dengan Bab 14 (~te imasu), di sini fungsinya menunjukkan keadaan yang berlangsung lama (Resultative state). Contoh: Menikah (kekkon shite iru), Mengenal (shitte iru), Tinggal (sunde iru).
# 4. Perbedaan Shirimasen dan Shitte imasu
Untuk 'mengetahui' gunakan 'shitte imasu', tetapi untuk 'tidak tahu' GUNAKAN 'shirimasen' (bukan shitte imasen). Ini adalah pengecualian penting.