๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Kuasai Bentuk Kamus (Dictionary Form) untuk percakapan kasual. Pelajari cara menyatakan hobi, kemampuan, dan membuat kalimat penjelas.
Hebat! Setelah kemarin kamu berhasil menaklukkan Bentuk-Nai untuk larangan dan kewajiban, sekarang saatnya naik level lagi! Di Bab 20 ini, kamu akan berkenalan dengan Bentuk Kamus (Dictionary Form), kunci penting untuk ngobrol santai dan memahami kamus Jepang asli.
โข Menyatakan kemampuan atau potensi diri (bisa melakukan sesuatu).
โข Menjelaskan hobi secara detail dan menarik.
โข Menceritakan urutan kejadian memakai kata 'sebelum' (mae ni) atau 'ketika' (toki).
โข Menerangkan kata benda menggunakan kalimat penjelas (Relative Clause).
Yuk, perkaya kosakata JLPT N5 kamu! Simak format praktis: Kanji (Hiragana - Romaji) : Arti Bahasa Indonesia berikut ini.
Bentuk Kamus (Jishokei) adalah bentuk kata kerja dasar/infinitif yang akan kamu temukan saat mencari kata di kamus Jepang. Cara mengubah Kata Kerja Bentuk -Masu ke Bentuk Kamus: 1. Golongan 1 (Godan-doushi): Ubah vokal [i] pada huruf sebelum ~masu menjadi vokal [u]. yom-i-masu (membaca) -> yomu* ik-i-masu (pergi) -> iku* ka-i-masu (membeli) -> kau* 2. Golongan 2 (Ichidan-doushi): Buang akhiran ~masu, lalu tambahkan ~ru. tabemasu (makan) -> taberu* mimasu (melihat) -> miru* 3. Golongan 3 (Irregular/Fukisoku-doushi): Bentuk ini wajib dihafal karena tidak mengikuti pola umum: shimasu (melakukan) -> suru* kimasu (datang) -> kuru*
Contoh Kalimat (Examples)
Mainichi Nihongo no shinbun wo yomimasu.
Membaca koran bahasa Jepang setiap hari.
Nihongo wo hanasu koto ga dekimasu ka.
Apakah Anda bisa berbicara bahasa Jepang?
Dalam bahasa Jepang, kata kerja tidak bisa langsung diikuti oleh partikel subjek (ga) atau kata penyimpul (desu). Agar bisa digunakan, kata kerja harus diubah menjadi kata benda (nominalisasi) menggunakan kata koto (hal/kegiatan) setelah Bentuk Kamus. Rumus & Cara Pakai: 1. Menyatakan Hobi (Shumi wa [Kata Kerja Kamus] koto desu) * Berfungsi menjelaskan hobi yang berupa aktivitas tindakan. Contoh: Watashi no shumi wa e wo kaku koto desu* (Hobi saya adalah menggambar [kegiatan menggambar gambar]). 2. Menyatakan Kemampuan/Bisa ([Kata Kerja Kamus] koto ga dekimasu) * Menyatakan potensi diri melakukan sesuatu tindakan. Contoh: Nihongo wo hanasu koto ga dekimasu* (Saya bisa berbicara bahasa Jepang).
Contoh Kalimat (Examples)
Watashi no shumi wa ongaku wo kiku koto desu.
Hobi saya adalah mendengarkan musik.
Koko de kuruma wo tomeru koto ga dekimasu.
Di sini kita bisa memarkirkan mobil.
Pola ini digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu atau urutan aktivitas. 1. Sebelum melakukan sesuatu (~ mae ni) Kata Kerja: Gunakan [Bentuk Kamus] + mae ni*. Contoh: Neru mae ni, hon wo yomimasu* (Sebelum tidur, saya membaca buku). Kata Benda: Gunakan [Kata Benda] + no + mae ni*. Contoh: Shokuji no mae ni, te wo araimasu* (Sebelum makan, mencuci tangan). 2. Ketika/Saat melakukan sesuatu (~ toki) Kata Kerja: Gunakan [Bentuk Kamus] + toki*. Contoh: Taberu toki, 'itadakimasu' to iimasu* (Ketika makan, mengucapkan 'itadakimasu').
Contoh Kalimat (Examples)
Neru mae ni, hon wo yomimasu.
Sebelum tidur, saya membaca buku.
Shokuji no mae ni, te wo araimasu.
Sebelum makan, mencuci tangan.
Klausa Relatif adalah kalimat penjelas untuk menerangkan kata benda secara spesifik. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang menggunakan kata hubung 'yang' setelah kata benda (contoh: buku yang saya beli), bahasa Jepang meletakkan kalimat penjelas di depan kata benda langsung. Aturan Penting: 1. Gunakan Bentuk Biasa (Casual): Kata kerja penjelas harus diubah ke bentuk biasa (Bentuk Kamus, bentuk ~ta, atau bentuk ~nai), bukan bentuk ~masu. 2. Subjek Klausa Menggunakan Partikel 'ga': Subjek di dalam anak kalimat penjelas ditandai dengan partikel ga, bukan wa. Contoh: Watashi ga katta hon* (Buku [yang] saya beli). Contoh: Megane wo kakete iru hito* (Orang [yang] memakai kacamata).
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa watashi ga totta shashin desu.
Ini adalah foto yang saya ambil.
Ano boushi wo kabutteiru hito wa dare desu ka.
Siapakah orang yang mengenakan topi itu?
Mau mahir menulis kanji Jepang? Temukan langkah coretan (stroke order) beserta cara penggabungan Kanji JLPT N5 lengkap di halaman eksplorasi Kanji kami!
Pujian Kemampuan
Saat dipuji 'Wah, bahasa Jepangmu hebat!' (Nihongo ga dekimasu ne!), hindari menjawab 'Hai, dekimasu' (Ya, saya bisa) karena terdengar kurang rendah hati dalam budaya Jepang. Masyarakat Jepang sangat menghargai kerendahan hati (kenjou). Sebaiknya jawablah dengan senyum dan katakan: 'Iie, mada mada desu' (Belum kok, masih harus banyak belajar). Respon ini dijamin bikin penutur asli Jepang kagum dengan kesopanan dan pemahaman budayamu!
Budi: Sato-san, Yamada-san ada di mana? Sato: Ada di sana lho. Orang yang memakai kacamata. Budi: Oh, saya mengerti. Orang yang memakai baju hitam itu, ya. Sato: Budi-san, apakah kamu tahu hobi Yamada-san? Budi: Tidak. Memangnya apa? Sato: Hobinya mengoleksi mobil tua. Dia selalu memakai topi khusus saat menyetir lho.