๐
Menginisialisasi NihongoRoute
Di Bab 2 ini, kamu akan menguasai kata tunjuk benda dan kosakata benda di sekitarmu. Siap untuk menunjuk dan bertanya tentang apa saja dalam bahasa Jepang!
Wah, keren banget kamu sudah bisa memperkenalkan diri dan orang lain di Bab 1! Sekarang, yuk tingkatkan lagi skill-mu dengan belajar mengenali benda-benda di sekitarmu dalam bahasa Jepang. Di Bab 2 ini, kamu akan jadi jago menunjuk dan bertanya tentang apa saja yang ada di hadapanmu!
โข Menunjuk benda mati secara tepat menggunakan kata tunjuk berdasarkan jarak (dekat, sedang, jauh) dalam bahasa Jepang.
โข Bertanya nama benda yang tidak kamu ketahui dan mengonfirmasi siapa pemiliknya.
โข Memberi dan menerima oleh-oleh (omiyage) dengan sopan santun Jepang yang alami.
Yuk, perbanyak kosakata bahasa Jepang harianmu! Kuasai daftar kata benda penting di bawah ini agar kamu makin pede saat ngobrol langsung dengan orang Jepang.
Pola dasar untuk menunjuk benda mati tanpa menyebutkan nama bendanya secara langsung. Cara kerja rumus: 1. ใใ (Kore = Ini): Benda berada di dekat posisi kamu (pembicara). 2. ใใ (Sore = Itu): Benda berada di dekat posisi lawan bicaramu. 3. ใใ (Are = Itu sana): Benda jauh dari kamu maupun lawan bicaramu. Catatan penting: Kata ganti ini berdiri mandiri dan langsung ditempel partikel penanda topik ใฏ (wa). Jangan letakkan kata benda tepat setelah Kore/Sore/Are!
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa hon desu.
Ini adalah buku.
Sore wa watashi no kasa desu.
Itu adalah payung saya.
Pola untuk menerangkan kata benda secara spesifik sekaligus menyatakan kepemilikan. Cara kerja rumus: 1. ใใฎ (Kono = ... ini), ใใฎ (Sono = ... itu), ใใฎ (Ano = ... itu jauh) WAJIB langsung diikuti kata benda. Contoh: ใใฎๆฌ (Kono hon = Buku ini). 2. Gunakan partikel ใฎ (no) di antara pemilik dan kepunyaan. Contoh: Tanaka-san no kaban (Tas milik Tanaka). 3. Kamu bisa menyingkat kalimat dengan menghilangkan kata benda di akhir jika konteksnya sudah jelas (misal: 'kono kaban wa Tanaka-san no desu' yang berarti 'Tas ini milik Tanaka [punya Tanaka]').
Contoh Kalimat (Examples)
Kono kaban wa Tanaka-san no desu.
Tas ini milik Tuan Tanaka.
Ano jisho wa dare no desu ka.
Kamus di sana itu milik siapa?
Rumus andalan untuk menanyakan benda misterius di sekitarmu. Cara kerja rumus: 1. Gunakan 'Nan desu ka' (Apa ini/itu?) untuk mencari tahu nama objek. 2. Sisipkan partikel ใง (de) untuk menanyakan bahasa/alat penerjemah. Pola '[Bahasa] de nan desu ka' berarti 'Dalam [Bahasa], apa namanya?'. Contoh: 'Kore wa Nihongo de nan desu ka' (Ini dalam bahasa Jepang apa?). Sangat berguna saat belajar otodidak!
Contoh Kalimat (Examples)
Are wa nan desu ka.
Itu (di sana) apa?
Kore wa Nihongo de nan desu ka.
Ini dalam bahasa Jepang apa?
Cara kilat dan sopan untuk merespons pertanyaan konfirmasi (Ya/Tidak) tanpa perlu mengulang panjang lebar kata bendanya. Cara kerja rumus: 1. Jika tebakan lawan bicara BENAR, jawab: ใฏใใใใใงใ (Hai, sou desu = Ya, benar demikian). 2. Jika tebakan lawan bicara SALAH/KELIRU, jawab: ใใใใ้ใใพใ (Iie, chigaimasu = Tidak, bukan/salah). Kamu bisa menambahkan info yang benar setelahnya.
Contoh Kalimat (Examples)
Sore wa shaapupenshiru desu ka.
Apakah itu pensil mekanik?
Iie, chigaimasu. Ocha desu.
Bukan, ini teh.
Pola kalimat tanya alternatif untuk memilih di antara dua opsi ketika kamu ragu. Cara kerja rumus: 1. Buat dua kalimat tanya utuh, lalu jajarkan secara berurutan: [Pilihan A] desu ka, [Pilihan B] desu ka. 2. Saat merespons, kamu TIDAK PERLU mengucapkan 'Hai' atau 'Iie'. Cukup pilih salah satu jawaban yang benar secara langsung. Contoh: 'Sore wa pen desu ka, enpitsu desu ka' -> Jawab langsung: 'Enpitsu desu'.
Contoh Kalimat (Examples)
Kore wa '9' desu ka, '7' desu ka.
Apakah ini angka 9, atau 7?
Sore wa pen desu ka, enpitsu desu ka.
Itu pena atau pensil?
Yuk, latih keterampilan menulismu! Kamu bisa mempelajari urutan coretan (stroke order) lengkap serta kombinasi kosakata kanji yang sering muncul lewat menu eksplorasi Kanji interaktif di aplikasi NihongoRoute.
Tradisi Omiyage (ใๅ็ฃ)
Di Jepang, omiyage (ใๅ็ฃ) bukan sekadar oleh-oleh biasa, melainkan media penting untuk merawat keharmonisan hubungan sosial (wa). Berbeda dengan konsep oleh-oleh barat, omiyage biasanya berupa camilan khas daerah setempat yang dikemas secara individual agar mudah dibagikan kepada teman kantor atau tetangga. Saat memberikan omiyage, kamu cukup tersenyum ramah dan katakan, "ใฉใใ" (Douzo = Silakan) atau kalimat sopan lainnya.
Seni Aizuchi (ใใใงใใ)
Kunci utama agar percakapan bahasa Jepangmu terasa natural adalah aizuchi (pendengar aktif). Salah satu kata sakti yang sering dipakai adalah "ใใใงใใ" (Sou desu ka). Jika diucapkan dengan intonasi naik di akhir, artinya bertanya ('Oh, benarkah?'). Namun, jika diucapkan dengan nada datar atau turun, artinya berubah menjadi respon menyimak ('Oh, begitu rupanya...'). Ini menunjukkan kalau kamu sedang fokus mendengarkan mereka!
Satou: Permisi, Watanabe-san. Ini ada oleh-oleh untuk Anda. Silakan. Watanabe: Terima kasih. Apakah ini cokelat? Satou: Bukan, ini kopi. Watanabe: Oh, begitu ya. Terima kasih banyak. Eh, Satou-san, apakah majalah itu milik Anda? Satou: Bukan, itu milik Yamada-san.